
" Gw yang anter bund" , Willy menawarkan bantuan padaku, untuk mengantar ku ke bandung siang ini.
" Beneran Will? " Tanya ku sedikit tidak yakin.
" Iya, 15 menit di tunggu di parkir lobby yah. gw beres beres dulu" ucap Willy.
" Eemmmhhh terima kasih Will..."
coba kalo willy ga anter, aku mau ke bandung pake apaan?! sampe sekarang aja handphone Mas Anto masih tetep ga aktif.
Aku ke ruangku, " hai hai every body..sorry, Gw balik lagi. ga jadi ngantor nya" ...kata ku, pada team ku di ruangan.
" kok bisa sih bund? ada apa ! tanya aldi
" Anak ku sakit, ijin dulu. kalo ada yg penting telphone aja yah" kataku lalu berjalan cepat menuju lobby.
Willy ternyata udah ada di mobil, sudah lepas kemeja dan hanya menggunakan kaos pantai.
" ok bund, siap jalan yah" seru Willy pada ku.
" ok.." jawab ku, lalu melepas heels ku.
Aku coba terus telphono Mas Anto...tapi masih tidak aktif. Aku telphone Jasmine, sama juga tidak aktif. Mau telphone ke Mas Soni?! ahhh ga usah lah. nanti di kira lebay.
Perjalanan 2 jam yang bikin hati sedikit galau.
" kok bengong sih Bund" Willy tiba tiba mengangetkan aku.
" Emmhhhh ga tenang banget nih Will...perasaan gimana yah, kalo denger anak sakit itu " jawab ku dengan sedikit senyum yang aku paksakan.
" Eemmmhhh gitu ya bund, kalo punya anak " Jawab Willy sambil melirik pada ku.
" Makanya cepet cepet punya anak, jadi tau gimana rasanya kalo anak sakit" jawab ku dengan semangat 45.
" Bikin yuk bund" Willy sambil ketawa.
" Bikin aja ama pacar loe will", kataku senyum.
" Oohh yah...emang kamu ga ada niat seriusan gitu ama cewe?" tanya ku kepo.
" Ada lah bund, biar gimana juga niatan ada, cuma sampe sekarang ini yang pas di ati cuma bunda doang, yang lain tuh, rasa nya banyak kurang dari kriteria gw". jawab Willy terkesan mengbual untuk ku.
Aku tersenyum
" Aahh ga baik begitu Will" Aku bakar rokokku,
" Will kalo kamu belom yakin mending ga usah buru buru kawin deh" pesen ku. " Nikmatin aja hari hari dulu sebelum dapet yang bener bener pas" ucap ku sambil tertawa
( dia belom tau, gimana rasa kawin...hihihihihi )
" Willl, di depan kita belok kiri" kata ku, aku menunjukan arah masuk komplek rumah Mas Soni.
Dan akhirnya kita sampe di rumah Mas Soni.
Aku pijit bell rumah Mas Soni, dan tidak lama pintu rumah mas di buka oleh isterinya.
" Haii des..ayo masuk" istri Mas Soni mengajak aku masuk ke dalam rumah nya.
" Sherly nya panas tuh des" ucap istri nya Mas Soni. " Tapi aku dah kasih obat loh des, cuma belom turun juga, aku juga udah balur pake kayu putih, kaya nya masuk angin deh,
soalnya aku pijit pelan itu merah punggung nya" Istri Mas Soni terus bicara.
" Iya mba, kangen kali ama bunda nya" aku ikuti istri Mas Soni masuk ke kamar tempat Sherly tidur saat ini.
Aku duduk deket Sherly yang sedang tidur, aku pegang kening nya, iya masih panas.
Sherly langsung bangun mendengar suara ku.
" Buunda...." Kata Sherly sambil senyum.
" kepala aku sakit nih bund" katanya kemudian.
aku cium Sherly, " kita pulangg yuk de, ade kangen ya ama bunda?", kata ku
__ADS_1
" Ia bund, aku kangen ama bunda, ama ayah jawab nya.
( emmhhhh ayah lagi, batin ku )
" Ka, ayo rapiin barang - barang nya, kita pulang.
" Alam mana?! "
Belom selesai aku bicara, alam sudah ada di deket ku..
" Haii bund, kapan datang", tanya alam,,,
" Hai nak, kita pulang yuk, ade sakit "...kata ku
Sambil pamitan pada istrinya Mas Soni, aku coba rapihkan barang barang Sherly.
" kamu diantar siapa Des? " tanya istri nya Mas Soni.
" Willy mba, temen kantor ku, tadi aku dah sampe kantor, jadi aku binggung harus gimama, karna Mas Anto ga bisa di hubungi".
" Eeeemmmhhh Anto Anto " istri Mas Soni menggelengkan kepala nya.
" Sampe kapan kamu kerja Des?" tanya istri Mas Soni.
" Sampe jam 5-6 , atau lembur " jawab ku.
" Hhaaduuuhhh maksudku itu sampe kapan kamu masih harus kerja gitu?", kata istri Mas Soni.
" hihihihihi tau deh mba, yang pasti...aku masih harus tetep kerja, Jasmine kan 3 tahun lagi harus kuliah. kalo aku ga kerja, gimama nanti biaya nya" jawab ku dengan senyum pahit.
#eeemmmhhh...aku liat muka jasmine yang tiba tiba sedih.#
" Ok mba...kita pamit ya mba, maafffff banget anak anak ku pada repotin ya mba " ucap sambil cium pipi kanan pipi kiri.
" Ga lahhhh.....dia juga kan anak anak ku, mana mungkin aku harus ngerasa di repotin". Jawab Istri Mas Soni.
Di mobil
Alam duduk di depan bersama Willy
" Nanti kita langsung ke rumah sakit ya de" kata ku pada Sherly.
" Tapi bund, kartu Asuransi ama kartu rumah sakit nya kan ada di ayah " ucap Jasmine.
" Iya" aku diam kemudian.
Anak anak ku tertidur di mobil.
" Will...(ku elus pundak willy dari belakang jok mobil...) thanks bgt yah.
" thanks buat apa bund?" tanya Willy pada ku.
" Emmmhh...buat bantuan nya hari ini.
Willy tidak membalas ucapanku, dia hanya senyum dan sesekali melirik dari kaca kaca spion.
Aku coba periksa hp ku, cek wa dan status wa...
Handpone Mas Anto masih ga aktif....( tumben bgt )
wa dari group.....( abaikan saja )
wa dari Dimas...
" Des, loe baik baik aja kan?"
emmmhhh emang aku kenapa pikir ku.
balas dulu lah.
" gw baik baik aja dim.....loe pa kabar? bisa makan siang ga?...hihihihi bulan ini loe pasti puasa ya? abis beliin anak gw laptop" ketik ku dan terkirim.
Dimas mengetik..
__ADS_1
hahahahajaha parah loe...masa iya sampe segitu nya sih gw, besok gw bellin alam ama sherly laptop...loe jangan kaget yah..
Aku jawab wa nya dimas
ga usaaaaaaahhhhhh dimas gantengggggg..,
Dimas membalas wa ku.
btw, anto dah cerita belom, gw ketemu dia tempo hari..? sumpah, gw ketemu dia. masa iya anto ga cerita ama loe.
kaga tuh....jawab ku.
dimas terus mengetik...tapi ga ada pesan baru.
( sepertinya dia berubah pikiran buat kirim wa ke aku )
" siapa bund."...tanya Willy
eeemmhh kaget aku.
( mungkin willy perhatiin aku yang sibuk dengan Handphone ku )
" Dimas, Will "
"Ooooohhhhhh pantes jadi sibuk" jawab Willy dengan nada ketus.
" emmmhh Willly"
aku, kamu, aku dan dimas.
kita ga hubungan lebih. aku hanya merasa nyaman dengan semua ini.
" Will "...
" Eemh.." Jawab Willy singkat.
" Dimas, itu sahabat aku, sama kaya kamu Will, next time aku kenalin yah"
" No Thanks bund", tolak Willy.
" idihhhh marah kaya bocah aja" kata ku sambil ketawa kecil.
" Terserah, pokok nya gw ga mau" kata Willy
" ga nyesel?" tanya ku.
" kagak " jawab Willy singkat.
Akhirnya, kita sampe juga di rumah sakit
hasil pemeriksaan dokter, sherly harus di rawat inap, karna leukositnya tinggi.
Eeemmmhhh sherly, " kamu kenapa de", ucap ku pelan.
Setelah dipasang infus, Sherly menginap di ruang anak kelas 1. ( tentu nya sesuai dengan jatah asuransi kantor ku )
Willy menawarkan untuk naik kelas ke VIP, tapi aku tolak, karna aku tau batasan kemampuan ku, sampai dimana.
kring...hp ku berdering
" Hallo" kataku
(mas anto yang telephone )
" Hallo " kata Mas Anto di sambungan telpon.
" Yaaaa ampunnn mas, kamu kemana sih? "
Sherly sakit, sekarang di rawat di Mitra Keluarga. susah banget telpon kamu dari pagi". Nada suara ku marah saat ini.
" hp ku lowbat" jawab Mas Anto.
" Dari pagi lowbatt! "
__ADS_1
Jasmine memegang tangan ku " bund, malu ada om Willy "
Oh My God...aku lupa Willy sedang di ruangan ini.