Desy Janda 3 Anak

Desy Janda 3 Anak
Es Kemang Warung Taman


__ADS_3

Jam 10 pagi, aku sampai di hotel, Staff Office libur seperti biasanya. Rossa juga libur, aku menemui Sandri, menitipkan laptop didalam tas kerja ku di ruangan nya dan mulai memeriksa area lobby, resto, meeting room, laundry, dan store purchasing.


" Jangan sampe ada supplier yang ga ngirim orderan kita, apalagi salmon tuh, saya denger lagi Susah " ucap ku ketika berbincang dengan para team purchasing.


" Siaappp Bund " ucap mereka dengan semangat nya.


( bagaimana tidak semangat aku datang membawa banyak roti Unyil pagi ini 🤭 )


" Pak Eko dah ngirim belom ?! tanya ku sedikit was was..


" Udah Bund! tadi pagi jam 6 dah Dateng "


" Yaaaa " aku kecewa.


" Mau apa Bund?! Bunda mau order apaan ?!! " tanya mereka dengan serius


" Buah Kemang, sekilo aja " ucap ku sambil tertawa.


" Hamil Bund?!! mereka tertawa..


Aku mengusap perut ku yang rata.


" bisa Ga ?! "


" Siap Bund! 2 jam ya Bund, nanti kalo dah siap di wa " ucap mereka.


" Makasih ya Om om ganteng! dan pergi dari ruangan itu.


Hotel hampir full house, dengan 3 kamar House Use. di pakai Duty Manager, sedangkan 2 kamar sedang proses pembersihan AC.


" Gw BT kalo pas high season ada kamar OO ( out of order ) ucap Sandri yang duduk di kursi kerja nya.


" Siang bisa loe jual Sand! tadi gw Check, lagi di kerjain kok " ucap ku, lalu teringat tas ku.


" Tas gw mana ?!; "


" Itu Bund, Sandri menunjukkan tas ku di meja panjang belakang kursi nya.


" Haauudeeuuuhhh loe pindahin segala " protes ku, sambil mengambil tas ku.


" kenapa Bund?! tanya Sandri, dia terlihat heran.


" Ada minuman, ngeri tumpah " jawab ku dengan senyum


" gwww pikirrr ada beliaaannn " Sandri tertawa.


dan kami tertawa, obrolan obrolan ringan sampai dengan gosip terbaru menjadi pembunuh waktu.


Dan Wa dari Ade Purchasing.


" Siang Bunda, ada dimana?! "


aku ketik


" Ruangan FOM, ada apa Ganteng ?!


terkirim dan terbaca.


" Saya dah mau Deket Hotel Bund, ketemu dimana ?! chat ku di balas dengan cepat.


" Tunggu di tukang somay sebelah Alf* ya, gw keluar sekarang " dan pesan terkirim lalu terbaca.


" Gw Balik ya Sand, Boy Nungguin Gw! ucap ku lalu mengambil tas dan pergi meninggalkan sandri dengan mencium pipi nya.


" Ati ati Bund!!! teriak Sandri.


aku menuju lobby, parkiran mobil dan mulai melajukan mobil ku, bertemu dengan Ade, yang sudah siap di motor nya.


" BERAPA DE ?! tanya ku sambil mengambil kantong plastik hitam.


" Ga usah Bund "


" Gw marah kalo gitu "


" Please, jangan marah " jawab Eko


" please, nanti dia nangis " ucap ku sambil melipat uang ke tangan nya.


" Kebanyakan Bund "


" Please, nanti dia sedih " ucap ku pelahan.

__ADS_1


" yaaaa susah kalo begini. thanks Bund!


" Gw yang thanks Ok Ganteng! gw balik yah" ucap ku


" Ti ati Bund "


" Sippp " dan mobil melaju kembali.


Menuju Hotel Suamiku di Sentul.


Sampai di hotel, Parkiran sudah Ramai,


" Yes, hotel rame, setoran naek " senyum ku sambil berjalan Menuju lobby, greeting pada reception dan menuju ruangan Staff.


" Busyeettt rame bener " ucap ku sambil membuka pintu dan tertawa.


" Mau gimana lagi, hidup gw cuma begini " ucap Dimas sambil terus duduk di kursi kerja Hanny.


" Suka Suka Loe deh! Herrr...ganteng banget hari ini, malem loe pasti ga tidur " ucap ku sambil tersenyum dan menepuk bahu nya.


" Kok tau Bund!!!!! teriak Angel.


" Kotak kotak nya rapih, loe berdua pasti susah ngerjain nya " ucap ku dengan datar...


" Wwwwwwaaaahahahahaha" mereka tertawa melihat kemeja kotak kotak putih hitam yang Heri pakai saat ini.


" Loe paling bisa kalo ngomong Des " Heri tersipu malu.


" Candaan receh " ucap Dimas.


" Receh ketawa, selera humor loe rendah "


ucap ku lalu mengetuk pintu ruangan Willy, tirai nya terbuka, Willy yang sedang duduk di kursi nya bisa melihat kedatangan ku. Willy tersenyum dan aku membuka pintu nya.


" Hai Dad " cup aku mencium Bibir nya, duduk di atas meja Willy seperti biasa nya.


" Ada Bund ?! " tanya nya sambil mengusap perut ku.


" Ada dong " aku membuka tas ku dan "duduk aja, biar gw suapin" ucap ku sambil mulai membuka cup gelasnya.


" Es Kemang, ga di jus, cuma di cingcang, ga pake susu " dan Ayo A... aku meminta Willy membuka mulut nya.


" Enak Dad ?!


" seger banget Bund " ucap Willy.


" udah nikmatin Dad, jangan rusuh "


aku terus menyuapi suami ku.


" Waaaaanggiiiii apa sih Bund?! teriak Angel.


" Jangan Dijawab, nanti dia Mau " ucap Willy dan aku tertawa.


Angel, Hanny, dan Dimas masuk ke ruangan kerja Willy.


" Kemang " ucap Angel dan Hany kompak


" Abis,,,yeeahhhh " ucap Willy dengan wajah menggoda 2 ibu hamil ini.


" Aaaaaa " teriak Angel, Heri langsung berlari mendengar teriakannya.


" Ada apa Angel! gw kaget tau " protes Heri


( aku dan Willly tertawa )


" Pengen Kemang A " ucap Angel


" Beli gih her, bini gw dah pucet tuh mukanya " ucap Dimas.


" Lahhh kok gw " protes Heri


" Loe mah di pasar banyak yang kenal " Dimas duduk di sofa sambil menarik tangan Hanny


" Ga musim Angel sayang, itu mah langka " ucap Heri


" Mauuu ?! tanya Willy


" Mauuuuuu banget Boyyy" jawab Angel, sedangkan Hanny hanya tersenyum.


" kalo mau, Cium dulu pantat gw " ucap Willy dengan santai nya

__ADS_1


wakakakakakak kami tertawa bersama .


" Canda loe norak " protes Dimas


" Sini gw cium, yang penting bini gw makan Kemang " ucap Heri


kami tertawa terbahak bahak.


" Ambil di mobil gw her " ucap ku sambil memberikan kunci mobil.


" bowl Njie', Piso sekalian " ucap ku sambil terus tertawa.


Wajah Willy merah menahan tawa.


" jangan sampe Dimas tau Dad! " aku berbisik pada nya. lalu duduk di sofa bersama Hanny, Angel dan Dimas.


Heri datang membawa plastik berisi Kemang, kemudian crew resto datang membawa pesanan Angel.


" Jangan dulu pergi, tunggu disini " ucap Angel dengan tegas nya. crew tersebut berdiri menunggu perintah Angel berikutnya.


aku mengupas kulit Kemang, mencincang nya dan selesai.


# Gula, Es batu, simple syrup, gelas Ama sendok ya Den" ucap Angel pada crew resto bernama Deni.


pesanan cepat datang, dan aku mulai mengaduk nya. " 1 bowl besar es Kemang, Selamat menikmati ibu ibu hamil " ucap ku pada Hanny, Angel dan diriku sendiri.


Mereka menikmati nya, bahkan Willy duduk dan langsung menikmati nya dari bowl yang besar.


" ihhh norak Will, loe kaya cewe " ucap Dimas


Willy tidak menjawab nya dia asyik dengan es Kemang nya yang aku sendiri saja merasa asam melihatnya.


Kegiatan terhenti karna kedatangan Dea dengan Erwin.


" Aku ga di bagi...jahat " ucap nya sambil merebut sendok yang Willy pakai.


Dan kami tertawa lagi. 3 orang wanita dan 1 pria menikmati es Kemang.


" Es Kemang Deket hotel ya ka?! tanya Dea lalu mencium pipi ku.


" Bukan, gw bikin, Kemang nya boleh dapet dari supplier " jawab ku terkekeh.


" otorisasi Bu GM di permainkan " ucap Erwin


" Sekali kali A! lagi pengen "


####


2 Jam kemudian,


Dimas bergabung dengan team Sales nya yang sedang mengadakan pameran di hotel ini, Heri seperti nya sedang bergabung dengan team Out bound, karna kebetulan hari ini sedang ada satu sekolah yang mengadakan acara out bound.


Hanny dan Angel, istirahat manis di sofa ruangan Willy, Dea dan Erwin sedang duduk bermesraan, menunggu kedatangan Om Dedi di Lobby.


Aku dan Willy duduk di restoran menunggu pesanan makanan kami. anak anak ku sedang ikut menikmati flying fox dan ATV, ada bibi yang mengawasi nya.


Suara sirine mulai terdengar, beberapa motor patroli bahkan sudah mendekati parkiran mobil.


" Om Dedi, Bund " ucap Willy


" Sepertinya " jawab ku.


Aku lihat, Satu mobil sedan Hitam berhenti tepat di lobby hotel, seorang yang di tunggu oleh Dea dan Erwin turun dari mobil, di ikuti oleh pria berbaju hitam.


Dea berlari kecil mendekati Papihnya, Erwin berjalan menyambut nya. dan Willy meminta aku menemani nya makan.


" Jangan dulu kesana Bund, Suapin gw Dulu " ucap nya begitu memelas. seperti ini lah Willy ku saat ini, sedang di atas rata rata tingkat kemanjaan nya. dan aku akan melakukan permintaan nya.


Setelah selesai dengan makan nya, Willy membakar rokok menthol ku.


" Gw mual kalo abis makan " ucap Willy


" Itu Sugesti "


aku terus menekankan kata kata itu.


" Tapi ini bener Bund, gw pengen nangis nih " ucap Willy serius.


" Ya ampun, maaf Dad " aku berdiri dan memeluk kepalanya, Willy mencium perut ku.


" Kenapa gw yang mual Bund" ucap nya pelan.

__ADS_1


" Sabar ya Dad! biasa nya cuma pas awal awal aja " jawab ku sambil mengusap keringat dingin di kening dan leher Willy.


__ADS_2