Desy Janda 3 Anak

Desy Janda 3 Anak
Kita


__ADS_3

Sarapan pagi di hotel, jam 7 pagi kita semua sudah kumpul di restoran. rencana pagi ini setelah sarapan adalah snorkeling. melintas ke tengah laut mendekati satu pulau dengan perahu nelayan.


Sesuai Spot yang sudah di tentukan oleh team kreatif hotel, kita melakukan snorkeling, karna faktur umur, aku memilih selalu mendekatkan diri dengan Willy. kami banyak mengabadikan kegiatan kami.


2 jam setelah itu, kami kembali ke hotel. berganti baju dan nikmati waktu sebelum waktu jam 12, untuk check out kembali ke rumah.


Kami memesan banyak camilan dan beberapa gelas kopi, susu dan coklat panas, karna membawa 2 ibu hamil, kami tidak membiarkan mereka harus merasakan lapar. kami selalu memberikan perhatian lebih untuk Angel dan Hanny.


Aku membakar rokok ku dengan Willy, duduk di pinggiran tembok pagar yang rendah.


" Rasa Ada yang kurang ya Lih ?! ucap Dimas pada ku.


" Hooh Berasa " jawab ku...


" Jasmine " ucap Hanny dan Angel


" Hooh, kepikiran aja dari kemaren sore, kalo gw masih Deket, gw samper tuh bocah" ucap Dimas lalu membakar rokok nya


" So Sweet " koment Dea.


" Emang gw sweet, Kaka Ipar " ucap Dimas dengan nada canda nya.


" ihhh serem " ucap Hanny.


😀😀😀😀.


" kingkong, anak gw 3, loe ga boleh cuma sayang Ama salah satu dari mereka, loe harus Adilll " protes ku.


" Sayang ga bisa di paksa in Malih "


jawab Dimas dengan entengnya.


" Tapi mereka sama " protes ku.


" ya beda atuuuuhhh " protes Dimas


" ga baik gitu Dimas " ucap Erwin


" Yang bocah, bikin kuping sakit " ucap Dimas dengan jujurnya.


" Yang Bocah jajan mlulu, puyeng pala uncle " ucap Heri sambil tertawa kecil,


" Laaahhh yang biasain jajan itu loe, Her " protes ku.

__ADS_1


Heri tertawa, " Biar anteng Des, dari pada kuping Sakit " 🤭🤭🤭🤭🤭


" uncle Heri nakal, uncle Dimas sembur nih " ucap Dimas, mereka saling menggoda karna julukan uncle dari Sherly dan Alam.


Kami tertawa...


" Loe ga boleh kaya mereka mereka, Dad !! " ucap ku serius pada Willy.


Willy tersenyum pada ku, lalu merangkul bahu ku.


Obrolan obrolan terus berlangsung, sudah jam 11, kami bersiap siap check out. mereka kembali ke kamar nya masing masing.


Aku menyimpan 3 lembar uang kertas di bawah bantal, Willy tersenyum dan menarik tangan ku.


" kita bikin Ade buat Sherly dulu " ucap Willy.


" Yang banyak Dad! gw pengen punya anak banyak dari loe " ucap ku lalu mulai melepas dress ku ke atas dengan suka rela.


" 3 lagi ya Bund "


" Siaaapp, kerja yang rajin ya Dad " ucap ku sambil mencium bibir Willy.


aku memimpin nya sekarang, aku mulai dengan mencium bibir Willy, lalu turun ke leher nya, memberikan kiss Mark di dada nya. turun ke sekitar perut nya. memberikan banyak kiss Mark di bawah perut nya dan beliau sudah tegak.


aku terus menyerang dengan sedikit gigitan gigitan kecil atau sesekali mengisap nya.


" Aaawwww " teriak Willy


" Geli Bund " ucap nya kemudian.


Willy mengangkat tubuh ku. dia membaringkan aku, dia melakukan apa yang aku lakukan tadi.


Menyerang leher ku dengan sangat buas, memainkan gunung kembar ku dengan sangat lincah. dan mulai melebarkan kedua paha ku.


Disentuh nya milik ku dengan jari jari tangan nya, mengusap rambut rambut tipis yang memang selalu aku rawat sebagai aset berharga.


" Basah bund " ucap Willy sambil menghisap nya.


" Daadddd " aku sedikit teriak karna Willy mengisap nya dengan sangat kuat.


Willy tersenyum dan aku menarik bahu nya agar sejajar dengan ku.


" Sakit ya di isep gitu " tanya Willy

__ADS_1


" Sakit tapi enak bangettt, Daadd "


" Biar kering lagi Bund, jadi enak pas gw...( ucap Willy lalu memasukkan nya.


" Aaawwww Dadddd " aku mendesah ketika beliau masuk dengan sempurna.


aku melepaskan nafas ku dada nya


Willy tersenyum. dan aaaaarrgghhh Willy sudah memulai nya sekarang.


" Daaadd "


" Bund "


kami terus saling memanggil, dan akhirnya...


" Aaahhhhh Daaaddd, i Lo ve you


gerakan makin cepat aku mengeratkan tangan ku di yang sudah di leher Willy.


" Daddd "


" Bentar sayang " jawab Willy dengan suara berat.


terus dan terus di gerakan dan akhirnya


" Loveeee You Bund " ucap Willy, dan selesai dengan sangat memuaskan.


dan ku usap keringat keringat di punggung nya.


" Maksimal banget barusan Bund, Dalem gila " Willy mengunci leher ku dengan kepalanya. aku membiarkan nya Willy dengan posisi dia sesuka hati nya.


Setelah itu aku mandi sendiri, ritual di kamar mandi, menghabiskan satu batang rokok, membersihkan tubuh ku dan siap dengan dress baru tanpa lengan. memoles sedikit riasan dan Willy masih tertidur, aku membuat kopi untuk nya, membakar rokok lagi dan mulai membangun kan nya.


" Udah Cantik aja " ucap Willy sambil meminum kopi..


" Harus selalu cantik, buat suami gw " ucap ku sambil memberikan handuk untuk nya.


Jam 12. kami kumpul di lobby. mengembalikan kunci kamar dan kami semua bahagia.


Akhirnya sampai juga di rumah, di rumah hanya ada Bibi, anak anak ku belum di antar oleh ayah nya.


Kami masih berkumpul di rumah ku, mereka memilih tidur di sofa depan atau di ruang keluarga ku, kebersamaan kami memang indah.

__ADS_1


__ADS_2