Desy Janda 3 Anak

Desy Janda 3 Anak
Regional Marketing Communications


__ADS_3

Pagi Indonesia Bagian Dimas, Heri, Angel dan Willy.


" Abang gw Ama si Malih, ngopi kemaren malem, tapi tau dimana?! ucap Dimas.


" Iya, gw liat SW nya si Bunda, jawab Willy.


" Tumben ga ngamuk?! Angel tertawa..


" Kaga lah! Gw kan pengertian orang nya! jawab Willy menyombongkan diri.


" udah kenal itu bahasa? tau arti nya kagak? tanya Dimas...


" Broo...jangan Bully gw terus, Gw mewek nih! Willy merajuk pada Dimas.


Mereka bertiga tertawa, Heri hanya senyum, mereka melanjutkan sarapan di Restoran Hotel Willy.


#######


" Bund, please....hari ini Gercep yah! kita beresin siang ini, gw pengen jalan Ama Mas Aryo malem ini ". Rossa begitu berharap pada ku.


" Gw coba yang terbaik ya Cha! Gw juga dah cape sangat, gw kangen Ama anak anak gw, Jasmine udah ada di rumah Hanny.


Waktu sudah menunjukkan pukul 08.30, aku dan Rossa berjalan ke meeting room. memulai pagi training Hari ini dengan semangat juang, " Pemburu Rupiah " .


melewati sesi pertama dan ke dua dengan baik dan lancar, lanjut ke acara makan siang bersama.


Sebagian peserta meeting hari ini malah sibuk menyiapkan barang barang mereka di kamar masing masing, mereka berencana check out hari ini, walaupun nanti selesai acara tengah malam, kecuali yang berasal dari luar Jakarta, mereka memilih check out di hari minggu, menyesuaikan dengan tiket pesawat yang sudah di pesan sebelum nya.


Jam 13.00


Setelah selesai Lunch, kami kembali masuk ke meeting room, semua materi sudah aku sampai kan, dan hanya menunggu Sesi tanya jawab langsung dengan Si Bos Besar, Mr. Lucas dan Mr. Akhian.


Banyak pertanyaan dari para peserta Meeting, karna menyangkut dengan kebijakan management hotel. Sesi tanya jawab sangat panjang dan cukup melelahkan, Rossa bekerja extra sore ini. sesekali aku dan Rossa mengeluarkan joke joke berdua saja. berbincang sedikit lalu fokus sesi tanya jawab lagi.


Tepat jam 17.00


Akhir dari Meeting Marketing Nasional ini, Corporate memutuskan Aku, sebagai " Regional Marketing Communications " satu Jabatan tertinggi Divisi marketing, yang selama ini hanya di duduki oleh orang orang Corporate saja.


Tepuk tangan meriah terdengar riuh di ruang ini, rasa tidak percaya mendapat kepercayaan ini, Mr. Akhian menjabat tangan ku dengan erat, Congrats Desi. i am so proud of you, ucap nya, sambil menepuk punggung tangan ku. Mr Lucas memberikan ucapan selamat nya dengan Mencium pipi kiri dan kanan, dan lambaian Tangan dari semua peserta meeting .


" Hidup Desi...Teriak Dicky dengan sangat kencang, dan membuat semua peserta meeting tertawa.


Setelah ini acara selanjutnya adalah makan malam bersama dan perpisahan dengan semua peserta meeting, Makan malam yang cukup mewah di iringi oleh solo keyboard yang sudah disiapkan oleh Dicki.


" Bundaaaaaaa... selamat yah! Gila, ga nyangka! Bunda Gw keren Banget, 1 orang 2 posisi, selamat menikmati kerjaan yang makin menumpuk setiap hari nya..." Rossa memeluk aku.


" Ucapan selamat nya gitu banget yah! terkesan ga suka nih ! " ucap ku sambil tertawa-tawa.


" Come on Bund! kita rapi rapi barang barang, ajak Rossa menarik tangan ku berjalan ke kamar kami, kami merapihkan semua milik kami di kamar ini, Rossa terlihat semangat sekali.


" Santai aja x Cha! baru juga jam 6, Kaler banget yang pengen dinner, ucap ku tertawa.


" Mas Aryo dah di jalan Bund! perkiraan sampe jam 8 malem, kita harus pamit sebelum jam 8. jawab Rossa.


Jam 7 malam, kami sudah siap di restoran, tas tas kami sudah siap di lobby, aku dan Rossa Menikmati makan malam perpisahan ini dengan suka cita.


Tepat jam 8 kami berpamitan dengan team Corporate. " Terlalu cepat untuk pulang malam ini" seru Mr. Akhian, " saya dan Rossa ada acara keluarga malam ini pak, Mohon maaf saya tidak bisa mengikuti acara ini sampai dengan selesai. jawab ku lalu menjabat tangan Mr. Akhian, Mr. Theo dan Lucas bergantian.


Di lobby area. aku menghubungi Erwin, menawarkan untuk pergi bersama ke hotelnya willy, Erwin setuju dan meminta ku untuk menunggu 10 menit, 10 menit kemudian Erwin sudah berada di Lobby bersama aku dan Rossa.


Sebuah mobil Ja***** Hitam menepi ke arah parkiran hotel, Rossa sudah tersenyum dengan ceria.


" Mas Aryo Dateng Bund! ucap Rossa tak sabar menunggu Aryo datang menghampiri nya. Aku dan Erwin tersenyum melihatnya.


Seorang pria datang mendekati kami, Senyum nya tak kalah bahagia dengan Rossa, menggunakan celana bahan berwarna hitam, dan kaos Polo shirt berwarna abu.


" Selamat malam "...Sapa nya! jalannya semakin mendekat.


" Haiii, malem mas! Macet yah?! Rossa menjawab sapaannya dan menerima ciuman di pipi kiri dan kanan nya.


" Lumayan Macet Cha' jawab nya dengan senyum mengembang.


" Kenalin mas, ini Bunda Ku, dan Erwin, Sodara nya bunda...ucap Rossa.


Kami berjabatan tangan..


Saya Aryo, Bund!

__ADS_1


UPS, saya Desi.


Aryo...


Erwin...


mereka pun bersalaman.


" Udah selesai acara nya Bund?! tanya Aryo ramah pada ku.


# Ihhh panggilan nya bunda..bunda..( Rossa protes manja)


# Yang kenalin bunda kan kamu, Cha! Aryo merangkul pinggang Rossa.


# Canda mas! tapi emang dah kebiasaan banget manggil nya Bunda, anak nya banyak...OCHA tertawa.


Aku senyum dan menjawab, santai aja, panggil nama juga boleh!


" Udah selesai kan Bund! tanya nya lagi.


" Udah kok Yo! mau jalan sekarang? tanya ku Merapihkan tas tas bawaan ku, Erwin membantu membawa kan tas ku juga.


" Ya udah, kita bareng Bund! tapi aku ajak Rossa yah! ga apa apa kan? tanya nya sopan dan bersahabat banget.


" Boleh lah Yo, Gw Ama Aerwin kok. jawabku memberi ijin.


Kami berjalan ke parkiran, aku memberikan kunci mobil pada Erwin. Rossa sudah di mobil Aryo.


# Di mobil hotel ku.


" Temen Aa yang berdua, ga apa apa di tinggalin malem ini? tanya ku ( melepas heels dan bersila di mobil )


" Ga apa apa lah Cie! mereka juga besok ada acara ke Tangkuban perahu. jawab nya...


aku ber Ooo ria, menikmati rokok ku, dan diam sejenak, lalu ...


" Gimana hubungan Aa Ama Dea? masih lanjut a? ( iseng aja nanya, dari pada diem )


" Ga tau 'Chie. ' Chie mau ga Ama Aa'...Erwin tersenyum...Udah cinta banget ya Ama Willy? tanya kemudian.


" Kayanya gitu A! Aa' gimana Ama Dea? tanya ku merubah pembicaraan.


#*#*#*#* Di Mobil Aryo.


" Tumben ga bawa sopir Mas? tanya Rossa dengan manjanya.


" Ga lah! Lagi pengen berdua an Ama kamu aja! biar kangen nya ilang. mengelus rambut Rossa.


" Sekarang kita berdua mas, sampe hotel rame banget, banyak temen ku, ga apa apa kan mas? tanya Rossa sedikit cemas.


" Ya ga apa apa lah! udah waktu nya aku kenal mereka, mereka kenal aku, semoga aja penerimaan mereka baik! jawab Aryo


" Tapi mas.....


" Kenapa sayang?! tanya Aryo, melirik wajah Rossa lalu menggenggam tangan kanan Rossa.


" Mereka ngomong nya kasar gitu, gw loe gw loe, termasuk si bunda tuh! gw loe mlulu, belom lagi kalo becanda nya maen bully bully am gitu mas, Apakah kita cari hotel Laen aja mas?! Rossa memberikan saran.


" Ga usah lah! semua bully an mereka aku terima hari ini, asal kamu nya ada di Deket aku yah! jangan jauh jauh dulu. ok! jawab Aryo lalu mencium punggung tangan Rossa.


" Good Boy " Rossa mencium pipi Aryo.


######


Tiba di hotel Willy.


Parkiran mobil lumayan ramai.


kami memasuki lobby dan langsung menuju ke tempat billyard sesuai petunjuk dari chat nya Angel.


Haaiiiii teriak ku, aku begitu bahagia melihat sahabat sahabatku saat ini.


( Ada Angel, Heri, Dimas, Sandri dan )


iiiihh ada Felixxx loe! aku tertawa dan menghampiri Felix terlebih dahulu.


" Lix, ga salah gw! aku menepuk pipi Felix.

__ADS_1


" Kagak...Gw malah dari sore di sini. loe baru Dateng! ucap nya ( kami berpelukan )


# Gw yang undang Lih! Masa Sandri...Dimas tertawa dan melebar kan tangan nya..." Peluk gw Malih! gw kangen, ucap nya tanpa ragu memeluk aku. " Sini kita pelukan kaya Teletubbies" aku memeluk Dimas dengan erat. sementara Sandri tersipu sipu.


" Angelll gw kangen! aku memeluk Angel! Sombong deh Bund! wa gw di baca doang. Angel mengkerucutkan bibir nya, " Gw Sibuk sayang! lalu aku memeluk Sandri, berbisik, nih pasti kelanjutan dari lantai 14 nih! tanya ku penuh selidik, " kagak bunda! " Sandri tertawa.


" Ga mungkin loe! Dimas itu dulu ga maen Ama si Felix". Sandri tertawa dan terus tertawa. aku melepaskan pelukan Sandri dan mencari Willy. sementara Erwin dan yang lainnya juga bersalaman.


# udah hamil Ngel?! tanya erwin!


# apa sih A...nanya nya berat banget! kalo baru ketemu tuh nanya kabar! Sehat Angel? bukan nanya Hamill.. protes Angel sambil tertawa.


dan kami semua tertawa.


" Si Boy mana Njie?! tanya ku kemudian.


" Lagi nyari kamar deh Bund! Dea minta buka kamar tadi, jawab Angel.


" Ooohhhh gitu...jawab ku.


Tak lama kemudian Rossa datang bersama Aryo.


OCHA bawa cowo sand..gila...bawa cowo, dah normal dia, Angel tertawa terbahak bahak.


# Emang lesbian Ama siapa Ngel' tanya Dimas


# Ama si Mitha, Duet maut! jawab Sandri tak kalah tertawa.


# Wahhhh parah loe! pada ga punya akhlak. protes ku.


Haiiii, Hallo semua nya...rossa jalan lebih cepat dan " loe pasti pada ngetawain gw kan! pada ga sopan loe! " OCHA memaki Angel dan Sandri, tapi sambil tertawa dan memeluk satu persatu sahabat nya.


Kenalin..Ini Aryo! ucap Rossa sambil memegang bahu Aryo.


Mas, ini semua sahabat aku, itu Angel, Sandri, Itu Heri suami nya Angel, terus yang Dimas, dia yang besok mau nikah! trus Pak Felix, harus nya dia tamu hotel ku, tapi ga tau juga deh! Minggu ini absen dari gosip. ucap Rossa.


Aryo menjabat tangan semua orang dengan ramah, ( pengusaha muda, ramah, dan Duren hehehehe, aku tertawa dalam hati )


" Gw nyari Boy dulu deh! ucap ku pada semua orang, lalu mengeluarkan hp dan berjalan meninggalkan kan mereka.


# Jangan di cariin Bund! biar aja dia nyari loe!ucap Sandri ( tertawa )


# begitu ketemu, tabok aja Bund! perintah Rossa.


Aku berjalan sambil menghubungi Willy.


" Dimana Boy?! tanya ku


" Loe dimana Bund! gw jemput yah?! jawab Willy.


" Gw depan lobby, barusan ke tempat billyard loe ga ada.


" Gw di kamar Bund! baru banget beres mandi, gw jemput yah!


" Ga usah lah! gw ke kamar aja! dah makin Deket kok ke situ....dan ku tutup panggilan telpon.


semakin mendekati kamar, berjalan lagi dan pintu kamar sudah terbuka. Willy berdiri di depan pintu kamar, masih dengan handuk yang melilit di pinggang nya. senyum nya mengembang.


" Haii Bund! " sapa nya dengan hangat.


aku cubit perut nya. " bukannya pake kaos dulu kek!" ucap ku dengan ketus.


" Iya bentar pake! tapi sini peluk dulu..ucap Willy sambil menarik tangan dan memeluk ku.


" Kangen ga Bund! " Tanya nya ( masih memeluk aku )


" Loe kangen ga ma gw?!" aku bertanya balik.


( Willy mencium leherku ) " GW kangen banget Bund" . loe kangen ga ma gw! Willy menanyakan lagi pada ku,


" Gw kangen Boy! Maaf ya kemaren kalo bikin BT "


sttuussstttt udah Bund! ga usah di bahas. Willy mencium bibir ku...


" Udah cium nya!!! Ayo pake baju!! aku dorong tubuh Willy. Willy tertawa dan segera menggunakan kaos t-shirt dan celana Jogger 3/4 nya.


Visual Heri

__ADS_1



__ADS_2