Desy Janda 3 Anak

Desy Janda 3 Anak
Hanny Hamil


__ADS_3

Hari ini masih tersisa 4 hari untuk memanjakan diri, anak anak dan suami ku.


" Ga ikut Bund " tanya Willy


" Ga Dad, Gw cape " jawab ku masih mode rebahan setelah anak anak berangkat sekolah.


" Kemaren juga gitu, bilang cape, tapi akhir nya ikut juga " ucap Willy"


" Hari ini ga deh, lemessss dengkul " aku terkekeh


" Ya udah, Gw Jalan ya Bund! mo ketemu Bang Doni, trus mo jalan ma Vero juga " ucap Willy


" Ok, ati ati di jalan " Aku meraih tangan Willy dan berdiri.


Mengantar Willy sampai garasi, ikut masuk kedalam mobil, Ciuman panas, lalu keluar dan membiarkan Willy pergi bekerja.


Ada 2 orang ART di rumah ku, jadi pagi ini waktu nya memanjakan diri dengan duduk manis di sofa kamar ku, menyalakan laptop dan memeriksa Email laporan Hotel, setelah selesai dengan laptop aku berbaring di bantal bantal besar, buka chat wa dan ig.


Aku lihat Dimas memasang status Lembaran kupon antrian rumah sakit 1 jam yang lalu.


Chat Dimas.


Gw.


Hanny hamil ?


Dimas.


Semoga


Gw.


Kabarin


Dimas.


👍


Selesai dengan Handphone, aku menikmati kopi dan rokok di balkon kamar, berjemur sedikit, dengan musik dari radio.


Sampai akhirnya jam 10.30 Selesai, Mandi dan coba berinteraksi dengan para ART. Jam 1 siang, 2 anak pulang sekolah, Diantar oleh pak Iyus, menemani nya makan siang dan menghabiskan waktu sampai dengan jam 5 Sore, Jasmine pulang sekolah dan jam 6 sore Suami ku pulang kerja.


Lanjut ke kamar, menyiapkan air untuk suami ku mandi, dan makan malam keluarga dengan masakan yang aku masak sendiri. jam 7 anak anak belajar, aku menemani mereka di ruang keluarga.


Aku tertawa sendiri, ternyata begini rutinitas ibu rumah tangga. lumayan cape dibanding hari hari biasanya.


" Hanny Hamil Dad! " aku duduk, membawa Coklat Dingin untuk Willy.


" Iya Bund, Tadi Hanny Dateng telat, trus di anter si Kingkong " jawab Willy sambil menikmati coklat dingin nya.


" Muka nya Dimas keliatan Girang Banget Bund " ucap Willy berikut nya.


" Trus, Dad ?"


" Ya nitipin ma Gw! 2 karyawan Gw Hamil, Gimana ya Bund ?"


" Gimana apa nya ?!"


" Hotel baru aja runing, masa dah cuti hamil lagi, 3 bulan lagi " Keluh Willy


" Resiko Lah, lagian masih lama juga kali " jawab ku santai.


" Trus Gw kapan Bund ?! " tanya Willy sambil memeluk bahu ku.


" Kapan Apa nya ?! " aku tersenyum menjawab pertanyaan Willy


Willy tersenyum dengan satu bibir nya.


Aku usap leher Willy.


" Sabar ya Dad, tadi Siang gw Mens, gw harap setelah itu ada Willy Junior di hadir tengah tengah kita "


Willy tersenyum, " Kasih gw kesempatan lagi ya Bund! gw janji kejadian di Bandung ga akan keulang lagi " Willy merebahkan kepala ku di lehernya.


" Jalan yuks! gw sedih kalo inget itu " ucap ku kemudian.


" Bener Bund!!! Sakit nya Masih dalem banget " ucap Willy tertawa miris.


" Banget !!! " jawab ku dengan nada serius.


" Ya udah jalan! mo ke tempat Angel atau Hanny " tanya Willly.

__ADS_1


" Ke tempat Angel, tapi ajak Hanny " jawab ku dengan semangat.


" Ok, anak anak dah Aman kan ?! " tanya Willy


" Aman, Bibi Tidur Ama Sherly kok " jawab ku sambil tersenyum.


Aku menghubungi 2 sahabat ku, dan kami deal bertemu di ruko Angel.


" Dimas ga minta di jemput Bund ?! tanya Willy ketika kita sudah di mobil


" Ga Tuh, ga bilang "


" Ok " dan mobil pun sudah bergerak.


Sampai di ruko Heri, Heri dan Angel sudah menunggu kami di lantai 1.


Langsung Rame,....cerita sana sini dan tak lama kemudian Hanny dan Dimas Datang dengan wajah berseri seri.


Aku memeluk Hanny Ku


" Selamat buat Hanny Kesayangan Gw, gw titip ponakan gw baik baik "


Hanny tersenyum


" Makasih teh! Hanny Seneng banget "


" Trus gw Ga Di peluk Apa! ga di kasih ucapan selamat apa? Hanny Hamil karna Gw Loh, Kalo Loe Bahagia harus nya loe berterima nya ke Gw " cerosos Dimas Tanpa Henti.


Kami tertawa....


" Sini Gw peluk "


Aku memeluk Dimas. " Selamat ya Bapak Dimas, Bapak Dimas sudah Aktif ya Moms, " ucap ku dengan nada candaan anak jaman Now.


Mereka tertawa...Dimas memukul bahu ku.


" Gimana Dim, Seneng? Bahagia? atau Gimana ? tanya Heri, mereka bersalaman ala Pria


" Rasa Mimpi " Jawab Dimas


" Sini Gw tabok " ucap Angel menarik kaos Dimas


sambil tertawa.


Mereka tertawa.


Willy tersenyum yang di paksakan. aku menarik tangan nya, lalu meminta nya berdiri di depan aku yang sedang duduk, aku memeluk nya dari belakang, mencium punggung nya. " Nanti kita bikin Dad, 5 biji "


Mereka tertawa, Willy mengusap tangan ku.


" Maen Billy Yuk " Ajak Heri


" Tanya Hanny Ama Angel lah " Jawab ku


" Boleh atuh Teh! mending maen disini, dari pada... ucap Hanny terpotong


" Dari pada Apa ?" tanya Dimas sambil tersenyum


" Kelayapan ga jelas Ama orang yang ga kita kenal " Angel melanjutkan kalimat Hanny.


Kami tertawa..


" Ibu ibu hamil, galak galak ya Bro, Ngeri Gw " Willy tertawa


" Buas kalimat nya, Tajjjaammm " Ucap Dimas.


" Nusuk kaya Tusukan Sate " ucap Heri


Dan kami tertawa terbahak bahak...


Aku bermain Billyard dengan Heri, Dimas dan Willy, sedangkan Hanny dan Angel akrab dengan drama Korea nya. duduk berdua di sofa, dengan camilan nugget dan kentang goreng hasil goreng Ibu Angel.


" Gw ga faham tuh, kenapa mereka bisa nangis, trus cekikikan ga jelas kalo nonton begitu an " ucap Dimas sambil menyodok Bola.


" Ga usah loe pahamin yang begitu an Kong, Loe cukup pahamin Mood nya Hanny mulai besok ! Jawab ku dengan Santai. huufff, ku lempar asap rokok ku.


" Sadiisss " Dimas tertawa.


" Siap siap bro, Mobil standby By, buka pintu langsung Jalan " ucap Heri sambil Mengukur Bola yang akan di pukul nya.


" Napa Her! Angel Minta Apaan ? tanya Willly dengan tawa mengingat drama kue putu.

__ADS_1


" Somay, yang kelilingi pake Motor Bro " jawab Heri tertawa.


" Coba ceritain, Siap ngakak Gw " Dimas tertawa


" Kagak nanti dia denger "


Aku tertawa...


" Cerita her ! gw penasaran ", ucap ku sambil memukul bola angka 5.


Heri tersenyum.


" kemaren malem, balik dari rumah loe, dah mandi, dah rapih lah. siap bertanding gw "


" Trus dah buka kolor dong ? " tanya Dimas konyol banget dan aku tertawa.


" Udeh!! tinggal Jleb doang "


aku dan Willy tertawa


" Terus bro " tanya Willy


" Tukang somay kampret lewat, klenengan bunyi nya nyampe ke kuping bini gw " jawab Heri.


" terus ?! tanya ku


" Gw di suruh beli Des....loe bayangin gw dong "


kami tertawa...


" gw buka jendela tuh, Abang nya budeg...maen jalan aja " jawab Heri.


" Loe kejar " tanya Dimas


" Gw kejar lah, sambil lutut gemetar, mana harus buka pintu bawah, pake acara kunci mobil ketinggalan lagi, saking panik nya "


aku, Willy dan Dimas terus tertawa.


" trus her "


" ya gw naek lagi ke atas, gw ambil kunci terus gw kejar itu tukang somay.


" Dapet ?! " tanya ku


" Dapet, gw borong semua nya, dari pada gw salah "


" Dimakan Her ?! tanya ku serius


" Dimakan cuma 4 biji, tapi pas liat angel makan, kayanya di nikmatin banget, Sedih gw liat nya " ucap Heri pelan.


dan kami diam sejenak....


" Makanya, posisi parkir mobil harus pas kaya tadi, gw ga mau sampe Angel sedih gara gara, hal hal begituan doang " ucap Heri kemudian.


Willy memeluk bahu Heri...


" Thanks...Angel lebih dari sahabat gw, Makasih banget "


Heri tersenyum...


" Bini gw Bro, cuma itu yang bisa gw kerjain "


Meleleh denger nya...


" Denger itu Kong " aku colek pinggang Dimas dengan stick ku.


Dimas membalas colekan ku dengan stick nya.


dan terjadi lah perang samurai versi aku dan Dimas.


Kami tertawa, bahkan dua ibu hamil mengomentari aksi ku dan Dimas.


Sudah jam 12 malam, kami pamit pada tuan ruko,


" Thanks buat malem ' Nji " ucap ku pada Angel, sambil melambaikan tangan dan " langsung tidur, jangan begadang nonton si Oppa, ucap ku pada Hanny, dan Hanny tertawa.


Mobil Dimas terlebih dahulu melaju, Willy mengikuti dari belakang, dan " TIN" suara Klakson mobil Dimas, Dimas belok ke kanan sementara mobil kami hanya tinggal lurus.


Sampai di rumah, ritual gosok gigi dan cuci muka, ganti kaos dengan Daster tanpa lengan dengan model tali satu di kerut.


" Gw lagi Mens, Dad" ucap lembut pada Willy.

__ADS_1


" Iya Bund! 5 hari kan! " ucap Willy sambil terus memeluk aku.


Bahagianya bisa tidur dengan nyaman, tidur di pelukan seorang pria muda yang aku cintai.


__ADS_2