
" Emang kita mau ngedate kemana sih bund? ...tanya willy, ketika kita sudah ada di mobil.
" Emmhhh kondangan lah...makan malem gratis" kata ku enteng.
" Trus kita ga ganti costum apa? tanya willy.
" ga usah...loe ga malu kan gandeng gw nanti, kata ku sambil merapihkan baju, dan memoleskan sedikit brush on pada pipi ku.
" Dikit..." Jawab Willy dengan senyum manis nya.
" Willl...loe kalo senyummm manis juga yah" .kata ku coba becandaiin willy.
" Emmmhhh pasti ada mau nya nih" ...kata Willy curiga.
wa dari mas anto..
bund, aku dah sampe tempat vinna. please temenin aku, bikin aku kuat bund..
aku jawab...
ok..otw...paling telat dikit. jalanan macet.
" bund, kita mau kondangan temen kuliah loe? tanya Willy lagi..sambil terus menyetir.
" will, rokok loe mana? tanya ku.
" Ambil nih di saku celana gw" ucap willy sambil ketawa.
" nanti salah ambil...repot will" kata ku, ga kalah becanda.
" otak mesummmm" ...kata willy sambil mengusap muka ku...lalu memberikan bungkus rokok pada ku.
" korek nya manaaaaa willl? kata ku, " masa rokoknya doang sih"
" nih ambil di saku kemeja...ribet deh" kata Willy.
aku ambil korek di saku kemeja willy, sengaja ku elus dada nya.
" kok gw deg deg an ya will, pegang dada doang" ...kata ku sambil becanda.
willy meringgis lihat sikap ku..,
" lagi horne ya bund...dari tadi perasaan nakal mlulu". kata willy sambil ketawa.
wakakakakak kata ku, sambil menghisap rokok ku.
" kita mau ke kawinan Mas Anto will, dia nikah malem ini jam 7". kata ku santai.
" Anto siapa bund? tanya Willy...
" Anto mantan suamiku, ayah nya anak anak, Jawab ku sambil mengisap rokok ku. mencoba tenang. tapi air mata ini ga bisa dia ajak kompromi....netes juga akhir nya.
" kok bisa?! " tanya Willy
" ya bisa" ...jawab ku singkat.
jadi begini cerita willl..aku cerita kan garis besar dari kejadian Mas Anto dan Vinna..
Willy menggeleng gelengkan kepala nya...
" ga abis pikir gw, bund.."
" bener bener ga tau harus ngomong apa gw" kata willy sambil mengelus rambut ku.
" siappp...liat mantan suami nikah lagi".,kata Willy, menyakinnkan ku sebelom kita turun dari mobil.
" siappp lah. kalo ga siap..ga mungkin udah sampe di sini..kata ku tanpa ragu.
" will, boleh tunggu temen gw juga ga?! kata ku, sambil sebatang lagi will, menyiapkan diri, yang sebenernya ragu ragu buat datang.
" Ya terserah " kata willy.
aku lihat willy, merebahkan diri nya di belakang stir mobil.
__ADS_1
" Bund...gw harus seneng atau sedih yah...kata willy...sambil sesekali menatap ke arah ku.
" Ga usah di bahas lah will" ,...kata ku sambil menghisap rokok dan sesekali melihat wa dari Dimas.
" yukk will kita turun, Dimas dah keliatan tuh mobilnya." kata ku sambil sedikit mengoleskan lotion pada tangan dan siku ku.
" enakkk wangi nya bund, wangi janda banget " ucap Willy sambil tertawa.
" Siialll kata ku" ku cubit pinggang Willy.
" Hai Dimas " sapa ku, sambil cium pipi kanan pipi kiri.
" Tuhhhh kan langsung BT" Ucap Dimas, bicara pada seorang gadis muda di samping nya.
Gadis itu emang bener bener menunjukkan muka BT nya, mungkin ga suka liat aku cium pipi kanan pipi kiri dengan Dimas.
" Des...kenalin ini Hanny, cewe gw. ucap Dimas, tangan nya merangkul pinggang Hanny.
" Hallo Hanny, Gw Desi" ku ulurkan tangan ku.
" Oh iya, ini Willy...kata ku.
mereka pun ber tiga berkenalan.
" yuk masuk ". Ucap Dimas kemudian.
Aku gandeng Hanny, berjalan menuju rumah Vinna.
" Aku panggil apa yah? Mba, Teteh atau Kaka? Tanya Hanny.
" Suka suka kamu aja lah...panggil nama juga boleh" tapi han...Gw ama Dimas, biasa banget yah...panggil gw loe.....jangan kaget...kata ku.
" ga kok teh, si Aa udah cerita banyak soal teteh...jadi kayanya ga akan kaget deh" ...kata Hanny.
" Masa sihhhh ceritain soal gw....dasar lemes" kata ku.
" Gila..rumah nya gede banget " kata Dimas.
" Iya gede banget ya A...ucap ku mengejek Dimas.
" Des.....jangan ngelucu deh" protes Dimas.
" Haiii Mba Des, Hai Dimas...Darwis yang melihat kedatangan ku, langsung menyambut kami.
" Selamat datang...makasih udah sempetin dateng. yukkk masuk ke dalam" ucap Darwis, Sambil melihat jam tangan nya.
Kami pun masuk ke dalam rumah. acara nya di halaman belakang rumah Vinna.
Aku lihat kurang dari 100 orang yang hadir. dan kalo aku perhatikan, aku cari cari, Mas Soni ternyata bener bener ga dateng.
Dimas sudah memilih 1 meja kosong di pinggir kolam ikan, tempat nya agak ke pojok, tapi bisa di pastiin kalo Mas Anto, pasti melihat kehadiran aku dan juga Dimas.
Dimas duduk di samping aku. ( udah paham banget, Dimas pasti menghawatirkan aku, makanya dia duduk di samping aku )
Seorang mc laki laki, membuka acara ini. setelah basa basi yang tentu nya basi. acara inti di mulai. Seorang pelayan catering membawa kan 4 gelas kopi ke meja kami.
" Sorry duluan" kata ku...mengeluarkan rokok, korek dan ku bakar rokok ku.
" eehhh Hanny ngerokok juga?....tanyaku.
karna ku lihat Hanny membakar 1 batang rokok dan mengisap nya.
" Iya nakal nih Des, Jawab Dimas ( Dimas kayanya ga suka kalo Hanny ngerokok, atau pura pura ga suka, biar di bilang perhatian ! )
" kata Aa, kalo mau jadi cewe Aa, harus ngerokok biar keren kaya Teh Desi, Ucap Hanny Sambil senyum.
" eemmmhhh gw lagi aja yang jadi objek penderita" protes ku sambil menghisap rokok ku.
" Berarti bunda jadi barometer nya Dimas, Buat cari cewe ya Bro? ucap Willy sambil ketawa.
" Hhahahahahaha loe tau aja will....Iya, harus sesuai, minimal sama lah" kata Dimas.
Suasana mulai hening, karna MC sedang memandu acara nikah Mas Anto dan Vinna.
__ADS_1
berkali kali aku berpapasan mata dengan Mas Anto. Ada rasa tidak percaya melihat semua ini, berharap ini hanya mimpi, tapi ini nyata.
Mas Anto, laki laki yang sudah menjadi suami ku 17 tahun, sekarang ini sedang menikah dengan seorang perempuan lain. dan aku melihat sendiri dengan mata ku, ayah dari 3 anak ku, sedang melakukan upacara perkawinan dengan wanita lain.
" Dess..." Dimas membuyarkan lamunanku.
Dimas merangkul bahu ku. dipeluknya kepala ku, dengan tangganya. dan aku sandarkan kepala ku di bahu Dimas.
Aku tutup muka ku, berlindung ke bahu Dimas, mencoba tidak melihat adegan adegan didepan mataku. terlintas dan sedikit berharap, semoga bener bener tidak terjadi pernikahan itu. tapi ini sudah terjadi. dan mulai saat ini, Mas Anto sudah menjadi suami Vinna.
" Bund, kita pulang aja yuk" ( willy memegang tangan kananku )
Sesaat aku terdiam dan aku angkat kembali muka ku dari persembunyiannya di bahu willy.
aku eratkan genggaman tangan willy.
" Ga usah willy, gw ga tangis kan?! tanya ku pada Willy.
Willy tersenyum, dan mencium tangan ku, sesekali dia usap lembut tangan ku....dan terus seperti itu.
" ga usah ngamplop Des" ucap Dimas sambil meminum kopi nya...
( mencoba menghiburku )
" ihhh...masa ga ngamlop sih a?" .tanya Hanny dengan polosnya.
" ya ga usah lah! dulu pas si Anto kawin itu, Aa ngamplop nya sejuta loh...taun 2002. waktu itu aja, gaji aa cuma 3 juta...berarti 1/2 gaji Aa, Aa kasih ke dia, waktu itu. masa iya sekarang harus ngamplop lagi. Aa aja belom kawin, eh dia udah 2 x...rugi atuh Aa. Ucap Dimas dengan semangatnya.
" Jadi ga ikhlas nih, ke sindir gw, Gw yang terima duit amplop 1 juta nya"
Dimas ketawa ngakak....
" wahhhh ada yg lagi Sensi "
" Berarti ingetan luar biasa ya bro...bisa sampe segitu inget taun kawinan nya., Jangan jangan tanggal ama bulannya loe masih inget juga bro" , Willy tersenyum.
" hadehhh will, Gw mah apal semuanya, biar tanggal gw lupa, gw pasti inget hari hari bersejarahnya nyonya satu ini". kata dimas sedikit bangga.
" Jasmine itu lahir hari Jumat...gw inget banget, karna pas mau operasi sesar itu, dokter dokternya pada pamit sholat Jumat dulu. gw aja yg deg deg an, di depan pintu ruang operasi".
aku hanya senyum..
" lah, emang laki nya kemana?" tanya Willy
" Si Anto kan lagi pengobatan di sukabumi waktu lahiran Jasmine...orang rumah sakit, ngiranya gw laki nya si Desi. orang gw yang wara wiri di Rumah Sakit"
" Jadi loe ga ikhlas bantu gw Dimas? tanya ku sambil tertawa.
" kagakkkk " ucap Dimas dengan tawa nya.
Hanny dan Willy begitu antusias dengan cerita cerita Dimas mengenai Aku.
Ditengah becanda becanda kita, aku lihat Anto berjalan ke meja kami.
" wiiissssss ada penganten nih." kata Dimas, berdiri, dan menjabat tangan Mas Anto.
" selamat lagi selamat lagi bro........Mantab dah 2 x bro" kata Dimas cekikikan...
Willy dan Hanny pun, menjabat tangan Mas Anto, memberikan ucapan selamat.
emmmmhhhhh gw...( ku tarikkk napas panjang )
Aku ulurkan tangan ku, seeeee...(aku belum melanjutkan omongannku )
Mas anto tidak memberikan tangan nya untuk berjabat tangan. Mas Anto, menarik pinggangku, dan langsung memeluk ku dengan sangat erat,di rangkul nya kepala ku, di sandarkan kepala ku di dada nya.
Di cium nya ujung kepala ku berkali kali
maaf bund ( cium kepala ku )
maaf bund ( cium kepala ku )
maaf bund ( cium lagi ujung kepala ku )
__ADS_1
" udah udah....kata Dimas....ntar cinta lagi repot " ucap Dimas dan ku lepas kan pelukan ini.