Di Senggol Cinta Preman Pasar

Di Senggol Cinta Preman Pasar
10. POV. Reyhan Geterick Pratama


__ADS_3

POV. Reyhan Geterick Pratama


Nama aku Reyhan Geterick Pratama, usia aku saat ini 22 tahun. Aku terpaksa menjalani peranku sebagai preman pasar untuk mencukupi kebutuhan kedua orang tuaku yang sudah lansia.


Aku sengaja menambahkan tato yang seram agar para pedagang bisa takut akan penampilan aku, tapi aslinya tato itu tidak permanen. Mana berani aku melukiskan tubuhku dengan tato yang permanen, menurutku tak pantas tubuhku yang gagah ini di beri tato permanen karena hanya menambah dosa. Aku terbiasa menagih para pedagang kaki lima bersama kedua anak buah.


Perkelahian itu sudah menjadi makanan aku sehari-hari karena aku tahu hanya dengan cara berkelahi aku bisa mencari nafkah untuk kedua orang tuaku yang sudah susah payah selama ini membesarkan aku meskipun aku di tak bisa mendapatkan penghasilan besar karena kerjaan aku hanya preman di Pasar Mode Baper


Sempat berpikir tahun ini, Aku ingin melanjutkan kuliahku yang sempat tertunda. Meskipun aku ini preman pasar tapi aku ini ingin mendapatkan pendidikan yang layak untuk masa depan aku.

__ADS_1


Aku nggak mau jadi preman pasar terus-menerus, tapi demi membantu kedua orang tuaku serta aku bisa melanjutkan kuliah. Aku akan terus berusaha mendapatkan hasil lebih.


Suatu hari aku melihat seorang pria kumis itu sedang berusaha menggoda seorang gadis cantik yang selama ini aku tak pernah lihat di lapak mana pun.


Dari wajahnya begitu sayu, mata kebiruan membuat aku terpikat dan rambutnya yang bergelombang cokelat membuat aku nggak tega untuk berdebat dengan pembelinya


Aku pun memberanikan diri untuk menghampiri gadis cantik itu dengan hati yang bergetar. Entah apa yang aku rasakan saat ini, tapi aku benar-benar grogi menghampirinya.


Entah perasaan apa ini, Aku baru pertama merasakan sesuatu yang berdebar kencang di dadaku serta aku ingin sekali menghajar pria brengsek yang ada di depan yang berani sekali melirik sekilas ke arah rok gadis cantik yang ingin dia terkam.

__ADS_1


Aku berulang kali mengusap dadaku untuk meyakinkan diri bahwa aku nggak boleh lagi jatuh cinta sama wanita. Aku lelah di sakiti, lagipula mana ada yang mau sama preman pasar yang kerjaannya hanya malakin pedagang kaki lima.


Aku sudah pernah merasakan perihnya patah hati mencintai seorang wanita. Apa lagi dulu mantan aku orang tuanya tidak menyetujui kami karena pekerjaan aku sebagai preman pasar yang tidak menjanjikan masa depan, maka dari itu aku terus menabung dari uang setoran aku selalu menyelipkan sisa recehan pada celengan ayamku sejak usiaku masih belasan tahun, setiap hari aku menyisihkan uang saku untuk jajan. Tak ada yang tahu kalau selama ini menabung termasuk kedua orang tuaku.


Aku bertekad keras untuk menjadi orang sukses suatu hati nanti aku bisa mempunyai toko swalayan sendiri, itu sudah menjadi impian tersendiri.


Aku sangat yakin, jika aku sukses kedua orang tua mantan kekasihku akan menyesal karena telah merendahkan aku selama ini


Bersambung ...

__ADS_1


...Jangan lupa untuk memberikan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2