Di Senggol Cinta Preman Pasar

Di Senggol Cinta Preman Pasar
30. Mulai peduli


__ADS_3

Reyhan yang berhati dingin di mata orang-orang terdekatnya mulai merasa sangat peduli akan sosok tomboi Rania. Meskipun dia bukan tipe kriteria gadis impiannya, namun entah kenapa Reyhan merasa sangat nyaman bercerita dengan Rania sejak ia menyandang status pacar pura-pura pacaran untuk saling membantu satu sama lain


"Kenapa gw jadi peduli sama gadis tomboi itu sih! dia itu kan bukan tipe idaman gw banget. Dari selera dandannya saja sudah sangat tidak menarik meskipun awal pertama dandannya sangat menarik hati." Gumam Reyhan


"Bang bos kita ke arah sebaliknya saja, Yuk!" ajak Jerry


"Kita nggak boleh mencari dari barisan tim besar!" ucap Reyhan


"Dari tadi kita ikutin tim besar juga nggak ketemu-ketemu, Bang bos! kalau kita menyebar luas mungkin saja Rania cepat di temukannya." Ucap Jerry.


"Oke, kita nyebar tanpa sepengetahuan tim besar ya." Bisik Reyhan


"Siap, Bang bos." Ucap Jerry


Mereka bertiga pun kompak untuk menyelinap di antara tim besar ke arah sebaliknya dengan cara mengendap-endap dalam susunan barisan terakhir hingga para tim besar tidak tahu mereka telah pergi secara diam-diam.


"Bang Bos, Kok hutan di sini serem juga ya." Ucap Jerry


"Iya, Bang Bos. Saya juga merasa hutan di sini sangat angker sampai bulu kuduk saya berdiri semua begini." Ucap Leon

__ADS_1


"Kalian ini kan preman puluhan tahun! masa hanya menyusuri hutan seperti ini kalian takut!" Ucap Reyhan


"Kalau begitu tadi kita tidak usah deh pisah dari tim besar! kalau kita tersesat juga di sini, bagaimana?" tanya Leon


"Hei, kalian ini pengecut banget sih! dari tadi hanya bisa mengeluh saja. Kita fokus cari Rania bukan malah mikirin diri kalian sendiri! urusan tersesat atau tidak itu belakangan yang terpenting sekarang cari Rania sampai ketemu dulu, mengerti!" Ucap Reyhan


"Oke, Bang Bos." Ucap serentak keduanya


Pencarian pun mulai mereka telusuri dengan alat penerangan karena area hutan semakin menunjukan kegelapan.


"Bang bos, ini sudah malam, tapi Rania tidak ada batang hidungnya. Apa kita akan menginap di sini juga?" tanya Jerry


"Kita dirikan tenda saja." Ucap Reyhan


"Apa boleh buat. Kita nggak ada pilihan lain." Ucap Reyhan


"Bang bos ini sepertinya memang sudah jatuh cinta pada gadis itu. Apa setelah Rania di temukan Bang bos akan menyatakan perasaanya?" tanya Jerry


"Sudah gw bilang kalau ini bukan namanya cinta tapi rasa simpatik saja." Elak Reyhan

__ADS_1


"Jangan bohongi perasaan begitu dong. Gw juga yakin kalau Bang bos sudah memiliki perasaan pada Rania " Ucap Leon


"Lebih baik kalian urus Dahlia saja dari pada mengurusi urusan perasaan orang lain." Ucap Reyhan


"Baiklah, Bang bos! kalau tidak mau mengaku. Tapi kami hanya memberi sedikit saran saja lebih baik di tembak dari pada keduluan sama orang lain nanti nyesel seumur hidup." Ucap Jerry


Mereka pun akhirnya mendirikan sebuah tenda untuk beristirahat sejenak karena Rania belum di temukan sama sekali bahkan jejaknya saja tidak ada.


"Untung saja kita siap sedia dalam keadaan seperti ini membawa perlengkapan camping. Apakah di hutan ini juga ada binatang buas, Bang bos?" tanya Leon


"Mana gw tahu! cepat nyalakan perapian, gw lapar ingin makan ikan."Ucap Reyhan


"Bang bos ini bukan pasar yang mudah dapat ikan." Ucap Jerry


"Gw tahu ini hutan bukan pasar! ya cari dong gw yakin ada ikan di sini juga." Ucap Reyhan


"Iya-iya, Bang Bos." Ucap Jerry


Bersambung...

__ADS_1


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua....


__ADS_2