
Reza pun mulai mencoba merayu dan meyakinkan Rania untuk segera melangsungkan sebuah acara pertunangan secara privat di ballroom hotel bintang lima.
Sebuah Kalung berlian berbentuk heart sudah di siapkan oleh Reza sebagai pengikat cinta antara Rania dan Reza.
Reza pun mengalungkan kalung tersebut di jenjang leher Rania serta menikmati sebuah kecupan Reza pada bibir merahnya.
"Kenapa rasa kecupannya sangat berbeda dengan kecupan Reyhan yang lembut dan hangat." Gumam Rania
"Hmmm, rasanya senang bisa mendapatkan dua gadis cantik dalam waktu dekat ini. Pokoknya aku akan terus yakini Rania kalau kita harus secepatnya menikah sirih karena aku juga akan menikahi Aluna secara sah."Gumam Reza
Mereka pun mulai menikmati alunan lagu romantis dari petikan biola.
"Rania, maukah kamu berdansa bersama dengan tunangan kamu ini?" tanya Reza dengan berlutut di hadapan Rania dan mengulurkan tangan kanannya dengan kepala yang sedikit tertunduk selayaknya seorang pangeran ingin berdansa dengan seorang putri cantik.
"Hmmm, boleh...,"ucap Rania dengan memegang tangan kanan Reza.
Mereka saling menatap satu sama lain. Tapi pikiran mereka tertuju kepada orang lain.
"Reyhan untuk apa ya menunggu aku di kontrakan waktu itu?" Gumam Rania dalam hatinya.
"Luna lagi apa yah, aku kangen banget sama dia." Gumam Reza dalam hatinya
__ADS_1
*****
Di sisi lain Reyhan dan dua preman pasar sedang nongkrong di sebuah warung kopi, seperti biasa Reyhan selalu memesan sebuah kacang rebus tanpa kopi. Tapi kali ini sangat berbeda Reyhan memesan sesuatu yang tidak pernah ia sukai.
"Bu, kopinya satu lagi ya." Ucap Reyhan
"Bang bos kenapa jadi suka kopi? dari tadi nambah kopi terus." Ucap Jerry
"Nggak tahu gw juga mungkin dia lagi patah hati." Ucap Leon
"Tau dari mana?" tanya Jerry
"Dulu juga pas patah hati sama mantan kekasihnya dia nambah kopi berkali-kali padahal Bang bos sama sekali nggak suka sama yang namanya kopi hitam." Ucap Leon
"Ini bukan secangkir, tapi sudah berkali-kali, Bang Bos." Ucap Jerry
"Bang bos boleh patah hati tapi jangan ngabisin uang juga. Ingat Bang Bos harus hemat untuk biaya kuliah." Ucap Leon
"Benar juga kata Leon, masa hanya karena patah hati lagi gw harus kehilangan mimpi gw untuk menjadi seorang dokter."Gumam Reyhan
"Kok diem bang bos?" tanya Jerry
__ADS_1
"Lu benar Leon, gw harus sukses supaya gw nggak di hina oleh orang lain lagi." Ucap Reyhan
"Mungkin saja Rania yang Bang Bos cinta itu memilih orang lain karena Bang Bos tidak punya pekerjaan yang baik dan masa depan yang cerah." Ucap Leon
"Eh, iya jug sih! k.ok lu bisa tahu kalau gw cinta sama Rania?" tanya Reyhan
"Iya-iyalah kita semua pada tahu kalau tragedi Bang Bos yang rela menyelamatkan Rania adalah bentuk pengorbanan cinta Bang Bos pada Rania." Ucap Jerry
"Setuju, terlebih lagi bang bos Reyhan sampai menyelamatkan Rania untuk kedua kalinya." Ucap Leon.
"Percuma kalian tahu perasan gw pun karena Rania sudah ada yang memiliki. Dia nggak akan pernah jadi milik gw. Makanya sekarang gw akan fokus untuk menyelesaikan kuliah dan move on dari Rania." Ucap Reyhan
"Semangat Bang Bos Reyhan! Kami selalu mendukung apa pun yang menjadi keinginan Bang Bos." Ucap Jerry
"Setuju, apa yang di katakan Jerry benar kalau Bang Bos Reyhan harus tetap semangat untuk menjalani ini semua."Ucap Leon
"Makasih ya, kalian memang the best,"ucap Reyhan dengan tersenyum tipis
Bersambung ..
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
__ADS_1
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...