
Ketika Charles dan rombongan preman pasar itu sedang asyik bercengkrama. Tiba-tiba saja teriakan Sintia membuat geger keempat pria itu langung menatap ke arah suara cempereng yang sejak tadi mengusik perbincangan.
"Dad...."Teriak Sintia sambil melambaikan tangannya.
"Om, itu sepertinya istrinya memanggil." Tunjuk Jerry
"Oh, ya. Saya ke sana dulu ya. Kalian tunggu saya dan istri saya ke sini. Kita cari bersama-sama Rania."Pinta Charles
"Oke, Siap."Ucap Jerry
Charles pun bergegas ke arah lolongan yang sedang bergema. Hati Charles sedikit risih mendengar suara Sintia yang berteriak histeris
"Kalau penjahat sih aku bisa hajar, tapi kalau Sintia di datangi oleh penunggu mata air itu karena mandi sembarangan. Aku sih mending kabur ajah" Gumam Charles dalam hatinya
"Ada apa?" tanya Charles
"Mommy sudah selesai mandi." Ucap Sintia
"Aduh, Daddy kirain ada binatang buas." Ucap Charles
"Nggak ada, aman kok." Ucap Sintia
__ADS_1
"Dad, kenapa perasaan Mommy semakin lama semakin nggak enak saja." Ucap Sintia
"Akh, itu hanya perasaan Mommy saja kali!" Ucap Charles.
"Nggak, Dad! sepertinya akan terjadi sesuatu yang buruk kepada Rania, Kita harus secepatnya mencari Rania." Ucap Sintia
"Iya, Kita cari Rania bersama rombongan Reyhan ya. Tapi Mommy harus sabar dan tenang dulu, jangan berpikiran yang buruk" Ucap Charles
"Iya, Dad. Mommy setuju mengikuti rombongan Reyhan saja dengan begitu kita akan terlindungi dari berbagai gangguan yang akan menghadang kita kedepannya." Ucap Sintia
"Hmm, sepertinya Mommy setuju kalau Rania anak kita menjadi calon menantu." Ucap Charles
"Kenapa Mommy bisa setuju?" tanya Charles
"Karena Reyhan adalah pria yang sangat peduli dengan Rania. Bahkan dia rela mencari Rania sampai ke hutan belantara seperti ini."Ucap Sintia
"Daddy sependapat dengan Mommy kalau Reyhan memang cocok jadi calon menantu kita." Ucap Charles
"Gimana kalau Daddy bantu saja keuangan Reyhan." Ucap Sintia
"Hmmm, boleh juga. Tapi menurut mata-mata Daddy kalau Reyhan akan kuliah di tempat yang sama dengan Rania." Ucap Charles
__ADS_1
"Bagus dong, mereka akan semakin dekat menumbuhkan rasa cinta di hati mereka" Ucap Sintia
"Oke, Daddy setuju kali ini dengan ucapan Mommy kalau kita harus bantu keuangan Reyhan supaya dia nggak jadi preman pasar." Ucap Charles
"Gimana caranya, Dad?" tanya Sintia yang penasaran.
"Mommy jangan ikutan pusing memikirkan hal itu, biar Daddy saja yang pikirkan semua. Sekarang kita fokus cari Rania dulu. Daddy yakin dugaan Mommy itu salah, Rania pasti selamat dan baik-baik saja." Ucap Charles
"Firasat aku nggak mungkin salah meleset, Rania pasti dalam bahaya besar. Aku harus secepatnya menemukan anak kesayangan aku." Gumam Sintia
"Mom!!! hayu kita ke sana, malah melamun saja dari tadi." Ucap Charles
"Eh, iya. Daddy maaf aku hanya lagi mikir Rania saja yang sulit di temukan seperti ini. Mommy takut kalau Rania belum makan." Ucap Sintia
"Dia anak yang kuat, Daddy yakin sudah makan. Ayo kita pergi dulu," ucap Charles dengan menarik lengan sang istri.
Bersambung ...
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...
__ADS_1