
Ketika Rania hendak merogoh tas ransel miliknya, Ia tak sengaja tersandung karena licinnya jalanan sempit Jatiwangi tersebut
Bugh!
Rania tergelincir akibat genangan sebuah air kotor gang sempit serta gelap. Ia pun terjatuh
"Sialan! kenapa gw jadi kotor gini, Kenapa harus di namai Jatiwangi! kalau keadaan berlumpur seperti ini."Umpat Rania
Sepanjang perjalanan Rania terus berkeluh kesah, Ia tak tahan dengan keadaan yang telah menimpa dirinya
"Rania, akhirnya kamu sampai juga." Ucap Mom Sintia
"Mom, kenapa menyuruh aku ke sini?" tanya Rania
"Ini tempat tinggal kita yang baru." Ucap Sintia
"What?! tempat tinggal yang baru?! apa aku nggak salah dengar?!" Kaget Rania
"Nggak, ini memang tempat tinggal baru kita!" Ucap Sintia
"Hah?! mimpi apa semalam keluarga kita jadi kayak gini, Mom. Apakah Kak Rubi tahu kalau kita tinggal di sini?" tanya Rania
"Kami sudah memberitahukannya, maka dari itu Kakakmu jika sudah selesai kuliah di sana akan langsung tinggal dengan kita." Jawab Sintia
"Bukankah biaya di sana mahal? kenapa Kak Rubi masih bisa melanjutkan kuliah di sana?" tanya Rania
__ADS_1
"Kakakmu itu orangnya sangat mandiri. Dia tidak pernah meminta kepada kami biaya kuliahnya karena dia di sana pun bekerja sebagai modeling. Jadi otomatis hidupnya tercukupi." Ucap Sintia
"Hmmm, enak ya Kak Rubi hidupnya masih tinggal di sana sedangkan kita harus tinggal di tempat kumuh seperti ini." Ucap Rania.
"Mommy juga nggak mau tinggal di sini. Tapi apa boleh buat kita ini sudah tidak punya apa- apa lagi, Nak! Bahkan aset-aset semua di segel oleh pihak berwenang." Ucap Sintia
"Kenapa sih Daddy sampai bisa bangkrut, Mom?" tanya Rania
"Daddy di tipu oleh orang kepercayaannya sehingga Daddy harus melunasi hutang orang kepercayaannya itu." Jawab Sintia
"Astaga, Kenapa Daddy begitu mudah sekali untuk percaya sama orang. Terus gimana sama sekolah Rania, Mom?" tanya Rania
"Ya, begitulah. Daddy kamu itu baik sekali orangnya, Jadi mudah sekali di tipu orang lain. Mengenai kampus, lebih baik Kamu ke kampus saja seperti biasa, Sayang!" Ucap Sintia
"Kamu tenang saja biaya kuliah di tanggung oleh kamu sendiri,"ucap Sintia sambil terkekeh
"Hah?! aku mana ada uang, Mom," ucap Rania dengan mulut yang menganga
"Kamu kan bisa kerja di pasar dekat sini. Tadi Mommy dan Daddy ke sana duluan untuk mengurus usaha jualan sayur-mayur yang akan kamu jaga besok."Ucap Sintia
"Akh! Mommy di pasar pasti bau, becek, dan berlumpur. Aku nggak mau kena virus, Mom!"Gerutu Rania
"Mommy tahu kamu itu sangat mencintai kebersihan, tapi kita nggak ada pilihan lain selain kamu harus hidup mandiri seperti Kakak kamu."Ucap Sintia
"CK! kenapa sih semua jadi seperti ini, Mom! bahkan mobil balap pemberian Daddy saat ulang tahun ikut menghilang juga."Ucap Rania
__ADS_1
"Sabar, Anakku cantik. Kamu pasti bisa jaga lapak di pasar sekalian kamu ubah tuh penampilan tomboi kamu itu."Ucap Sintia
"Hah?! kenapa Rania harus ubah penampilan Rania juga? Rania lebih suka sama penampilan Rania ini kok."Ucap Rania
"Kamu itu di bilangan sama orang tua nurut ajah, ini demi kepentingan kita bersama."Ucap Sintia
"Kepentingan bersama, gimana maksudnya?"tanya Rania
"Kalau kamu ubah penampilan kamu jadi wanita feminim, maka pembeli kita akan senang. Mom yakin kita akan punya toko sendiri lagi nantinya."Ucap Sintia
"Astaga sampai harus ubah penampilan hanya untuk menarik pelanggan. Aku nggak mau!" Ucap Rania
"Harus mau atau nggak Daddy kamu akan marah besar dan memindahkan kamu ke panti asuhan."Ancam Mom Sintia
"Tega banget, Daddy seperti itu! masa anak sendiri di kasih ke panti asuhan! lagi pula Daddy kemana?" tanya Rania
"Ada di pasar Mode baper, dia lagi ngurusin lapak baru kita untuk menyambung hidup." Ucap Sintia
"Hah?! aneh bin ajaib tuh nama pasar! Rania baru dengar ada pasar yang hobinya baper," ucap Rania dengan terkekeh
Bersambung...
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...
__ADS_1