Di Senggol Cinta Preman Pasar

Di Senggol Cinta Preman Pasar
87. Menyayat hati Kakek Zeus


__ADS_3

Sadar atau tidak sadar hati Rania merasakan ketenangan jika berada dalam dekapan Reyhan, ia merasa tenang saat Reyhan menggenggam tangannya.


Kehangatan tangan Reyhan tidak pernah ia rasakan lagi setelah rasa kecewa akan penghianatan yang di lakukan oleh sahabatnya sendiri, kini terbayar lunas karena telah berhasil menemukan sosok yang bisa di katakan sebagai guardian angel seperti Reyhan


"Aku nggak pernah menyangka bisa merasakan hal seperti ini lagi, setelah rasa itu mati oleh rasa kecewa penghianatan, dia membuat aku merasa punya sosok pelindung yang kapan pun saat aku butuhkan dia selalu hadir menolong aku." Gumam Rania dalam hatinya.


"Halangi mereka! Jangan sampai keluar dari pondok modern ini!" Titah Kakek Zeus


"Baik..." Ucap Dika


Mereka pun mulai mengayunkan kakinya untuk berlari kencang sampai ke gerbang pondok, namun langkah mereka terhadang oleh kedua murid Kakek Zeus


"Mau kemana lagi kalian! Jangan coba bawa calon mempelai guru kali lagi atau kalian tidak akan selamat dari sini." Ucap Dika


"Males gw berantem lebih baik kita kabur saja." Ucap Reyhan


"Oke, Abang Bos." Ucap Jerry


Saat mereka mencoba untuk kabur, tapi pukulan mereka menghalangi arah kaki mereka yang hendak pergi


Bugh!

__ADS_1


"Sialan, bisanya main belakang ya!" Geram Reyhan


"Maju sini lu pengecut, jangan hanya bisa bersembunyi dan melarikan diri saja." Ucap Dika


"Siapa juga yang bersembunyi, gw hanya males ribut sama penjahat seperti kalian." Ucap Reyhan


"Sama saja itu namanya pengecut." Ledek Galang


"Aneh, masa pengecut teriak pengecut." Ucap Reyhan


"Kurang ajar lu! dasar preman pasar." Ucap Dika


"Masih mending gw preman pasar dari pada tukang culik gadis orang lain hanya untuk kepentingan pribadi." Ucap Reyhan


Mereka pun saling hantam pipi kiri, pipi kanan, dan perut menggunakan tangan yang saling meninju satu sama lain, Reyhan selalu saja bertindak menghindari pukulan demi pukulan untuk tidak babak belur.


Saat Dika dan Galang tak berkutik di bawah naungan kaki Reyhan dan Jerry, seorang gadis menghentikan pergerakan Reyhan dan Jerry yang hendak memukul mereka yang sudah terdampar di lantai hanya bisa meringis kesakitan menahan luka lembab di area sudut bibir dan pipi Dika dan Galang.


"Reyhan sudah jangan teruskan perkelahiannya! Lebih baik kita pergi saja." Cegah Rania


"Oke, kita pergi sekarang. Gw juga males meladeni mereka yang sudah tak berdaya." Ucap Reyhan

__ADS_1


"Kalian pikir kalian sudah menang?!" Teriak Kakek Zeus


"Mau apa lagi Kakek tua kemari? sebaiknya Kakek tidur cantik saja atau mau gw beliin kopi hitam untuk membuat Kakek tua sadar akan umur yang sudah semakin sempit." Ucap Reyhan


"Lancang sekali kamu berkata tidak sopan seperti itu kepada saya! Sini hadapi saya dulu sebelum kamu bisa membawa pergi calon istri saya kembali." Ucap Kakek Zeus


"Ish! Sadar, Kek! Dia bukan calon istri anda melainkan calon istri gw, iya kan, sayang?!" Ucap Reyhan


"Apa yang di katakan Reyhan benar gw ini calon istri Reyhan, jadi izinkan kami pergi dari sini." Ucap Rania


"Saya nggak percaya sebelum kalian membuktikan langsung rasa cinta kalian." Ucap Kakek Zeus


Cup!


Sebuah kecupan pun di labuhkan tepat di bibir manis seorang gadis tomboi di hadapan Kakek Zeus yang hanya bisa mematung saja memandangi pemandangan yang menyayat hatinya.


"Ini buktinya kalau kami saling mencintai." Ucap Reyhan


Bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...

__ADS_1


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua....


__ADS_2