Di Senggol Cinta Preman Pasar

Di Senggol Cinta Preman Pasar
37. Mendengkur


__ADS_3

Mereka pun kini bergegas pergi dari gua gelap yang tak berpenghuni tersebut dengan perasaan yang kacau karena tidak sempat untuk menghabiskan ikan yang mereka telah lelah tangkap dan bakar sendiri.


Beruntungnya di gua nan gelap tanpa penghuni itu tidak ada gangguan hewan liar yang berada dalam gua kecil tersebut.


"Bang bos! ini ikannya sayang banget kalau harus di tinggalin." Ucap Jerry


"Sama ikan ajah di sayang! Dahlia tuh perlu kasih sayang." Ucap Leon


"Gw nggak nanya ke lu, gentong! gw tanya Bang Bos Reyhan." Ucap Jerry


"Sudah tinggalkan saja di sana." Ucap Reyhan


"Kan sudah susah payah aku cari, Bang bos." Ucap Jerry


"Yasudah bawa saja! kita makan di tenda saja sisanya. Cepat!" Titah Reyhan


"Oke, siap! Bang bos!


******


Di sisi lain, Kedua pasangan sejoli yang awet muda sedang bersiap untuk memasuki kawasan hutan bersama beberapa pengawal pribadi serta tim besar yang siap menerjang badai dalam hutan


"Mommy yakin mau ikut Daddy masuk dalam kawasan hutan?" tanya Charles

__ADS_1


"Yakin."Ucap Sintia


"Ini hutan loh, Mom bukan Mall." Ucap Charles


"Mommy nggak buta, Dad! Mommy tahu kalau ini hutan bukan mall kali." Ucap Sintia


"Ya, Dad tahu Mommy nggak buta, tapi merem ajah." Ucap Charles


"Enak ajah ngatain Mommy ya! mentang-mentang mata mommy kecil."Ucap Sintia


"Yasudah, makanya Mommy tunggu saja di pos. Jangan ikut." Ucap Charles


"Nggak mau! Mommy pokoknya ingin ikut!! nggak pake nggak!"Ucap Sintia


...******...


Hutan yang rindang itu menutupi cahaya mentari yang terik. Siang menjadi malam dan malam tetap akan jadi gelap gulita, tidak ada kehidupan di hutan selain para hewan liar yang masih ada dalam hutan tersebut.


"Akh!" Pekik seorang gadis berparas blasteran membuka kedua bola matanya dengan perlahan-lahan. Lalu menggeraka Kakinya kembali.


"Ini di mana? kok banyak pohon! apa ini di hutan! Kakiku sakit sekali." Ucap Rania


Rania yang terpental ke hutan merasakan sakit di berbagai area di bagian kepala, lengan, dan juga terutama kaki yang sulit bergerak hingga pada akhirnya Rania mengambil sebuah kayu panjang untuk memapah dirinya berjalan di sisi pohon-pohon rindang dengan tertatih-tatih, ia melangkahkan kedua kakinya dengan kepala yang masih terasa berat.

__ADS_1


"Gw harus keluar dari hutang belantara ini dan menemukan rumah warga." Gumam Rania dalam hatinya


*****


Di sisi lain, Ketiga preman masih terlelap dalam mimpi yang sangat panjang hingga suara dengkuran kecil di bawah tenda yang sengaja di buat oleh mereka terdengar oleh salah satu rekan.


"Ish! berisik banget suara dengkuran lu, Gentong!!" Ucap Jerry yang terusik akan suara dengkuran


Sementara yang mendengkur malah asyik dengan dunia mimpinya, hingga tak sadar merentangkan kedua tangannya ke sisi kiri dan ke kanan pada muka kedua orang yang masih terlelap membuat Reyhan dan Jerry terbangun dari lelapnya bermimpi.


"Ish! Leon! ganggu tidur gw ajah!" Ucap Reyhan


"Iya, ini si gentong, Bang bos suara dengkurannya berisik banget." Ucap Jerry


"Eh, sudah pagi sepertinya. Kita harus bergegas cari Rania. Bangunkan si Gentong." Ucap Reyhan


"Siap, Bang bos." Ucap Jerry


Bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2