Di Senggol Cinta Preman Pasar

Di Senggol Cinta Preman Pasar
74. Perjodohan Reza


__ADS_3

Jodoh memang tidak bisa tahu arah di mana datangnya kapan, tapi perjodohan kali ini Reza tidak bisa lagi untuk menolaknya karena ini sudah ketetapan dari seorang Ayah kepada anaknya.


"Reza, Papi sudah mengetahui dari mata- mata papi di kampus kamu kalau pacar kamu yang bernama Rania itu sudah jatuh miskin, jadi kamu harus terima perjodohan dari Papi." Ucap Fauzi


"Nggak mau, Reza tidak mau di jodohkan dengan gadis pilihan dari papi." Ucap Reza


"Oke, kalau begitu kamu akan kehilangan hak waris kamu." Ancam Fauzi


"Jangan dong, Papi! kenapa jadi ngancem hak waris?! itu kan memang hak Reza sebagai anak papi." Ucap Reza


"Oke, kalau gitu kamu harus turuti saja kemauan papi untuk mau di jodohkan." Ucap Fauzi


"Oke, terserah papi saja." Ucap Reza


"Nah gitu dong baru anak tangguh kesayangan Papi Fauzi yang ganteng." Ucap Fauzi


*


*


*

__ADS_1


Sementara itu di pasar mode baper, dua orang pemuda itu berjualan minuman dingin untuk mengelabui Rania dan Rubi bahwa mereka sebenarnya adalah kedua murid dari Kakek Zeus.


"Neng, kopi latte lagi murah meriah nih bahkan kami memberikan tester secara gratis." Ucap Dika yang menyamar sebagai penjual minuman


"Kak Rubi kebetulan Rania sedang ngantuk berat, Rania beli satu dulu ya. Kak Rubi mau?" tanya Rania


"Tumben banget ada penjual kopi di beri sample segala di pagi buta ini. Kakak mau dong kalau gratisan." Ucap Rubi


"Astaga, kak Rubi kebiasaan pelitnya keluar kalau minuman gratisan pasti saja mau." Ucap Rania


"Bukan pelit tapi kakak itu orangnya hemat." Elak Rubi


Mereka pun akhirnya mencoba tester yang di berikan oleh penjual minuman beserta membeli sekotak kopi untuk mereka nikmati.


"Murah dan enak ya, Kak." Ucap Rania


"Benar banget rasanya enak juga apa lagi testernya gratis, Kak Rubi makin happy." Ucap Rubi dengan sumringah


"CK! kuliah ajah di luar negeri tapi ternyata kelakuan Kak Rubi lebih menyukai barang yang serba gratisan." Ledek Rania


Mereka pun akhirnya bercengkrama ria tanpa sedikit pun curiga pada secangkir minuman kopi yang telah di berikan obat tidur di dalamnya.

__ADS_1


"Woi, Rania! kenapa aku jadi sangat mengantuk begini ya? Lebih baik kita pulang, Yuk! Kakak ingi tidur." Ucap Rubiana


"Astaga, Kakak kita barusan minum kopi kan? harusnya Kakak tidak mengantuk seperti tadi." Ucap Rania


"Entahlah ini aneh, tapi feeling kakak nggak enak banget, lebih baik kita sekarang pulang saja


"Baiklah, kita pulang ke kontrakan, tapi Rania beres-beres dagangan dulu ya. Kakak bisa menunggu Rania di luar pasar." Ucap Rania


"Biar Kakak bantu juga untuk membereskan dagangan." Ucap Rubiana


"Tidak usah, Kak biar Rania saja bukankah tadi Kakak bilang kalau Kakak mengantuk, lebih baik Kakak tunggu saja di luar agar Rania bisa dengan cepat membereskan barang dagangan." Ucap Rania


"Oke deh, Kaka duluan ke depan ya sambil cari kopi lagi. Kakak rasa aneh meminum kopi itu kan harusnya tidak mengantuk, ini malah sangat mengantuk." Ucap Rubi


Bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan...


...dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2