
Sebuah cafe ternama bernama Gloria Cafe, dua orang anak muda sedang bercengkrama untuk mendengar langsung jawaban hati yang selama ini di tunggu selama satu minggu.
Kini sudah tiba saatnya, waktu yang di janjikan melampaui sebuah batasan, Reza bergegas untuk pergi ke walk in closed, di mana Reza bisa memilih berbagai kemeja, dasi, sepatu, dan aksesoris arloji yang selalu melingkar di tangan kirinya
"Luna, ini sudah satu minggu berlalu. apa jawaban atas pertanyaan perasaan'ku yang lalu?" tanya Reza
"Jawabannya..." Ucap Luna terputus
"Ia apa?"sela Reza
"Sabar dong, baru saja aku mau menjawab malah kamu potong. Itu nggak sopan."Ucap Luna
"Maaf, abisnya aku sangat tidak sabar untuk mendengarkan langsung dari mulut manismu itu." Ucap Reza
"Iya, jawabannya." Ucap luna
"Iya apa?" tanya Reza
"Iya, aku bersedia menjadi kekasih kamu."Ucap Luna
"Makasih, sayang." Ucap Reza
Seorang pria paruh baya sedang meeting bersama dengan klien di cafe yang sama dengan Reza dan Aluna.
"Hmm, itu kan Reza sama siapa dia?" tanya Fauzi
__ADS_1
"Hah? jadi itu anak laki-laki yang di sebelah putri saya itu anak Pak Fauzi?" tanya Taufik
"Betul, dia Reza anak saya." Ucap Fauzi
"Memang jodoh itu anak-anak kita, buktinya tanpa kita jodohkan mereka sudah kenal duluan." Ucap Taufik
"Bisa saja, Pak Taufik. Lebih baik kita hampiri mereka." Ucap Fauzi
Kedua paruh baya yang terikat sebuah kontrak bisnis pun mulai berjalan gontai menghampiri kedua sejoli yang kepergok langsung oleh kedua orang tuanya
"Aluna..." panggil Taufik
"Papi..." Ucap Luna
"Maaf om, sebelumnya saya memotong pembicaraan om, tapi izinkan saya perkenalkan diri saya. Saya Reza pacarnya Luna." Ucap Reza dengan mengulurkan tangan kanannya.
"Wah, ternyata tanpa kita jodohkan mereka. Mereka ternyata sudah berjodoh ya Pak Fauzi." Ucap Taufik dengan menerima sebuah jabat tangan
"Apa?!"Kaget kedua sejoli
"Iya, tadinya minggu depan kami memperkenalkan kalian dan memberitahukan kepada kalian mengenai perjodohan kalian. Tapi karena kalian sudah saling mengenal bahkan kalian sudah pacaran. Kami tidak perlu lagi repot untuk memaksa kalian untuk bertunangan." Ucap Fauzi
"Apa?! tunangan?!" Kaget keduanya
Sontak kedua pasangan sejoli itu kaget tak berdaya mendengar akan sebuah pertunangan.
__ADS_1
"Kalian kok kaget begitu? harusnya kalian itu senang kita percepat hubungan kalian menjadi resmi, iya kan Pak Taufik?" tanya Fauzi
"Benar itu, saya setuju banget kalian secepatnya bertunangan." Ucap Taufik
"Tapi hubungan kami baru saja di mulai." Ucap Luna
"Iya, om. Saya dan Luna baru hari ini resmi jadian." Ucap Reza
"Nggak masalah kalian bisa berkencan dalam waktu satu minggu." Ucap Fauzi
"Hah? hanya satu minggu saja? Apa tidak memberikan waktu selama enam bulan untuk saling mengenal satu sama lain." Ucap Luna
"Tidak itu terlalu lama, merger perusahaan kami berdua tidak bisa di tunda lagi." Tolak Taufik
"Baiklah, terserah papi saja. Aku hanya bisa pasrah." Ucap Luna dengan mengerucutkan bibir.
"Bagus, itu baru anak Papi." Ucap Taufik
"Luna, jangan cemberut begitu dong. Nanti cantiknya hilang." Ucap Reza
Bersambung...
...Jangan lupa untuk memberikan sebuah dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua....
__ADS_1