Di Senggol Cinta Preman Pasar

Di Senggol Cinta Preman Pasar
51. Rasa penasaran Sintia


__ADS_3

Juru make up pun sudah tiba di pondok tua itu, ia langsung di giring oleh Dika ke suatu lorong menuju tempat Rania di sekap.


"Kenapa calon mempelai selalu saja di sekap di sini? apa nggak ada ruangan lain?" tanya Tina


"Sudah deh jangan banyak bertanya. Lakukan saja tugas kamu dengan baik karena penghulu sudah ada di ruangan rahasia." Ucap Dika


"Oke, sekarang buka pintunya dan bantu aku membawa alat-alat make up ini."Titah Tina


"CK! dasar, yasudah sini saya bantu bawakan." Ucap Dika


Ceklek!


Rania yang masih tertidur pulas seperti putri tidur akibat obat bius yang di berikan oleh Galang kepadanya mulai membuka perlahan kedua bola matanya.


"Di mana gw? kok di sini bau banget sih!" Ucap Rania


"Hai, nona cantik." Sapa Tina yang sudah masuk ke ruangan.


"lu siapa?" tanya Rania


"Aku juru make up yang akan membuat kamu semakin cantik seperti ratu semalam." Ucap Tina


"Apa maksud lu dengan ratu semalam?" tanya Rania

__ADS_1


"Kamu akan menikah hari ini." Ucap Tina


"Apa?! menikah?! gw menikah dengan siapa?"tanya Rania


"Kakek Zeus yang menikah dengan kamu hari ini." Ucap Tina


"Nggak sudi, masa gw menikah dengan Kakek tua seperti itu?" tanya Rania


"Kamu kan banyak hutang budi sama Kakek Zeus, sudah sewajibnya kamu membayarnya dengan menikah dengannya hari ini." Ucap Tina


"Gw tetap saja nggak sudi, lebih baik gw kasih uang saja deh dari pada gw harus nikah sama Kakek tua." Ucap Rania


"Kakek tua itu banyak uangnnya, dia tidak akan menerima uang seperak pun dari kamu karena yang dia inginkan adalah keturunan." Ucap Tina


"Setau aku Kakek Zeus itu sudah memiliki anak dan istri, namun istri Kakek Zeus meninggal dan anaknya di hilang di culik oleh musuhnya" Ucap Tina


"Hah? jadi Kakek tua itu ternyata dulunya punya keluarga juga." Ucap Rania


"Iya, Kasian dia. Kamu bantulah dia mendapatkan keturunan." Ucap Tina


"Ogah, Gw nggak sudi membalas kebaikan Kakek tua itu dengan memberinya keturunan." Ucap Rania


"Sudahlah, sekarang kita make up dulu saja. Saya hanya menjalankan tugas saja, jadi jangan ada perlawanan. Saya melakukan ini juga terpaksa karena harus membiayai anak sekolah." Ucap Tina

__ADS_1


"Hmmm, oke lakukan tugas lu saja. Nanti setelah Kakek tua itu mendapatkan yang ia mau. Gw akan kabur ketika pintu ini terbuka." Ucap Rania


"Semoga berhasil melarikan diri ya karena banyak gadis yang sepertimu juga melarikan diri." Ucap Tina


"Oke, makasih atas doa restunya. Gw yakin bisa bebas dari cengkraman Kakek tua itu." Ucap Rania


...***...


"Dad, kenapa aku jadi semakin penasaran siapa calon mempelai yang akan menikah ya." Ucap Sintia


"Kita harusnya cari Rania bukan ngurusin pernikahan orang lain kayak gini." Ucap Charles


"Tapi feeling Mommy bilang kalau kita harus lihat siapa mempelai wanita dan prianya. Mommy kepo banget sama calon mempelai." Ucap Sintia


"Akh, Mommy selalu saja begitu, mengandalkan perasaan." Ucap Charles


"Perasaan kuat seorang ibu kandung nggak mungkin salah tahu, Daddy!" Ucap Sintia


Bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2