
Nyam
Nyam
Nyam
Mereka semua pun melahap satu persatu makanan yang di bawa oleh Rania di warteg dengan bersenda gurau.
"Ternyata selera makan kamu benar, Rania. Ini ikan tongkol, terong, dan telur balado sangat enak sekali." Ucap Sintia
"Nah kan Mommy baru tahu sekarang kalau makanan warteg tak kalah dengan makanan di hotel" Ucap Rania
"Lebai kamu Rania...." Ucap Charles
"Memangnya Mommy dan Daddy selama tinggal di desa Jatiwangi ini makan apa sih?" tanya Rubi
"Makan batu, ya nasi dong." Ucap Charles
"Ya, Rubi tahu makan nasi dengan sayur apa?" tanya Rubi
"Pesan dari online." Celetuk Sintia
"Pantesan nggak hemat." Ucap Rania
"Dari pada repot masak mending pesan online kan." Ucap Sintia
"Ingat Mommy kita nggak kaya raya seperti dulu lagi." Ucap Rania
"Ish! memangnya hanya orang kaya saja yang bisa pesan online? Mommy juga kan punya voucher yang tersisa jadi bisa pesan online makanan deh." Ucap Sintia
"CK! si Mommy kalau di bilangin bandel. Kita harus hemat, Mom." Ucap Rania
__ADS_1
"Nanti hematnya kalau kita kaya lagi " Ucap Sintia
"Terbalik, Mom! kita hemat kalau lagi susah kayak gini."Ucap Rania
"Benar, Mom yang di katakan Rania." Tukas Charles
"Ish! Daddy selalu saja ikut campur urusan hemat begini." Ucap Sintia
"Wajib dong kan Daddy itu kepala keluarga yang baik." Ucap Charles
"Kalau baik keadaan kita harusnya nggak seperti ini terus dong, Dad! Mommy lelah hidup susah seperti ini." Ucap Sintia
"Sabar, Mom. Semua akan indah pada waktunya."Ucap Charles
"CK! waktunya kapan?" tanya Sintia
"Ya, pokoknya nanti." Ucap Charles
"Tanya apa?" tanya Rania
"Ide beli makanan di warteg, itu ide siapa?" tanya Sintia
"Ide Reyhan, Mom." Ucap Rania
"Oh, calon mantu si preman ganteng itu." Ucap Sintia
"Wah, hebat ya. Anak Daddy sekarang sudah bisa makan warteg." Ucap Charles
"Bangga karena prestasi dong, ini malah anak makan di warteg ajah bangga." Ucap Sintia
"Ih, Mommy! Rania kan sudah ada kemajuan mau makan di tempat yang nggak higenis seperti itu." Ucap Charles
__ADS_1
"Kemajuan itu yang berkelas dong, masa yang begitu." Ucap Sintia
"Ha-ha-ha, iya deh." Ucap Charles
"Semoga kita bisa rukun seperti ini terus ya." Ucap Rubi
"Sekarang aku ingin tahu Kak Rubi sudah punya pacar belum?" tanya Rania
"Kok kamu jadi adik kepo banget sih." Ucap Rubi
"Harus dong aku kepo sama Kakak kandung aku sendiri." Ucap Rania
"Kaka, masih single kok." Ucap Rubi
"Hah? kok bisa?" tanya Rania
"Kak Rubi itu hanya fokus belajar di sana." Ucap Rubi
"Aku nggak yakin kalau Kak Rubi sampai hari ini masih single saja." Ucap Rania
"Ya, terserah kamu mau percaya atau nggak yang pasti Kak Rubi sudah katakan yang sebenarnya." Ucap Rubi
"Oke deh Rania percaya kalau Kak Rubi itu masih tetap fokus belajar di sana." Ucap Rania
"Nanti Mommy akan jodohkan Rubi dengan kolega Mommy." Timpal Sintia
"Memangnya masih ada kolega Mommy yang akan nerima latar belakang keluarga kita seperti ini?" tanya Rania
Bersambung ...
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
__ADS_1
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...