
Kedua preman pasar itu pun mulai bergegas mencari di berbagi sudut ruangan, namun mereka belum juga berhasil menemukan Rania
"Bang Bos, ternyata ruangan ini sama dengan yang di sebelah yaitu zonk!" Ucap Jerry
"Kita jangan menyerah dulu, gw yakin ada pintu rahasia di sini karena tadi gw cek di berbagai ruang kamar selalu ada kamar mandi, tapi yang ini tidak ada!" Ucap Reyhan
"Bang Bos memang cerdik sekali, aku akan bantu cari pintu rahasia itu." ucap Jerry
"Oke, cari cepetan. Kita nggak banyak waktu lagi karena gw yakin si Kakek tua itu sudah mencium keberadaan kita di sini." Ucap Reyhan
"Oke, Bang Bos siap!" Ucap Jerry
Mereka berdua pun mulai mencari sebuah pintu rahasia.
"Gw curiga di balik lukisan tua kuno bergambar sepeda ini ada sebuah ruang rahasia, Kita harus cari tombolnya untuk membuka lukisan besar ini." Ucap Reyhan
Kecurigaan Reyhan semakin tercuat besar ketika ia melihat sebuah tombol berwarna merah yang terdapat di bawah lukisan dengan di tutupi tempat sampah yang tak sengaja di senggol oleh Jerry ketika ia sedang mencari.
"Iya, ampun Rania!" Kaget Reyhan
__ADS_1
Reyhan pun melepaskan plester hitam yang merekat pada mulut Rania, lalu membuka ikat tali yang melilit di kaki dan juga tangannya.
"Reyhan, kenapa kamu bisa sampai sini?"tanya Rania
"Aku memang sengaja mencari kamu untuk menyelamatkan kamu dari Kakek tua yang akan memaksa kamu lagi untuk menikah." Ucap Reyhan
"Kamu kok tahu kalau aku berada dalam ruangan ini?" tanya Rania
"Aku kan peramal jitu, jadi bisa tahu kamu berada di sini." Ucap Reyhan
"CK! Di saat seperti ini kamu malah becanda." Ucap Rania
"Aku tahu ini semua karena ponsel cerdas kamu aku tracking secara diam-diam." Ucap Reyhan.
"Ini semua demi kebaikan kamu, terbukti kan kalau aku bisa menolong kamu hari ini." Ucap Reyhan
"Makasih, Reyhan kamu selalu saja menjadi super hero aku." Ucap Rania
"Sama-sama. Sekarang kita pergi dari ruangan ini sebelum si Kakek tua bangka itu sampai di sini."Ucap Reyhan
__ADS_1
"Oke...," ucap Rania dengan menggenggam tangan sang penyelamat dengan erat.
"Makasih, Reyhan sesuai nazar aku kamu harus jadi suami aku karena kamu yang berhasil menyelamatkan aku sampai di titik ini. Hanya kamu yang selalu berjuang untuk selalu menolong aku dari tekanan kakek tua itu, bahkan Reza yang berstatus pacar aku sama sekali tidak memperdulikan aku."Gumam Rania dalam hatinya
"Rania, meskipun kamu punya pacar tapi aku nggak yakin pacar kamu itu beneran sayang sama kamu karena untuk yang kedua kalinya hanya aku yang selalu ada buat kamu." Gumam Reyhan dalam hatinya
Setelah Reyhan berhasil melompati jendela berlubang dengan banyak butiran kaca yang terdapat di berbagai lantai, teriakan seorang pria membuat mereka tercengang
"Hei, kalian mau kemana! tidak semudah itu lari dari pondok modern ini! Apalagi membawa calon istriku keluar dari sini!"Teriak Kakek Zeus
"Kakek tua bangkotan! Anda harus sadar diri anda itu sudah lumutan! tidak pantas bersanding dengan Rania yang cantik jelita seperti ini." Ucap Reyhan
Perkataan Reyhan membuat gadis tomboi berubah wajah menjadi merah merona.
"Memangnya kamu siapanya Rania?" tanya Kakek Zeus
"Aku ini calon suami masa depan Rania."Ucap Reyhan
Bersambung...
__ADS_1
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga kalian terhibur...