Di Senggol Cinta Preman Pasar

Di Senggol Cinta Preman Pasar
33. Charles dan Sintia cemas


__ADS_3

Di sisi lain, kedua orang tua Rania sedang menunggu kabar dari Reyhan dengan perasaan yang sangat cemas, berharap Reyhan segera bisa menemukan Rania dan membawa Rania di hadapan mereka. Namun sayangnya harapan mereka pupus karena seharian mereka menunggu pun Reyhan tak ada kabar beritanya.


"Dad, kok sampai sekarang nggak ada kabar dari si preman ganteng." Ucap Sintia


"Sabar, mungkin dia sedang mencari Rania sampai lupa mengabari kita mengenai ini." Ucap Charles


"Mommy nggak tenang, Dad! lebih baik Daddy hubungi anak buah Daddy untuk mencari keberadaan Rania. Mommy nggak mau Rania sampai terluka." Ucap Sintia


"Baiklah, Daddy hubungi dulu anak buah Daddy." Ucap Charles


Ketika Charles merogoh ponsel pintarnya dalam saku celana tak sengaja ponsel tersebut terjatuh ke lantai hingga sebuah tayangan viral terputar begitu saja.


Prang!


"Mom, lihat ini ada berita viral mengenai kecelakaan. Apa ini Daddy nggak salah lihat, bukankah gadis yang di berita viral ini adalah anak kita?! Rania?" tanya Charles


"Mana sini! mommy lihat dulu." Ucap Sintia dengan merampas ponsel pintar milik suaminya.


"Kita harus ke lokasi kecelakaan itu, Mom." Ucap Charles


"Iya, tapi Rania dapat dari mana mobil balap itu? apa dia menyewa di rental mobil?" tanya Sintia

__ADS_1


"Daddy nggak tahu, mungkin saja dia meminjam mobil itu dari teman pembalap liar." Ucap Charles


"Hmmm, bisa jadi. Rania kan nekat banget kalau ingin sesuatu pasti harus tercapai." Ucap Rania


"Kita bahas mobil itu nanti saja, sekarang kita ke lokasi kecelakaan." Ucap Charles


"Iya, Dad! Mommy khawatir Rania nggak selamat dari kecelakaan ini." Ucap Sintia


"Sebelum kita pergi, kita hubungi Rubi ya. Kita suruh dia pulang ke negara kita ini." Ucap Charles


"Oke, Dad. kirim pesan saja agar tidak menganggu Rubi di sana." Ucap Sintia


Pesan Teks


[Rubi, Mommy mohon kamu pulang ke Indonesia, adik kamu kecelakaan dan sampai sekarang tubuhnya belum di temukan]


"Sudah, ayo kita berangkat." Ucap Sintia


"Oke, Daddy juga sudah menyuruh beberapa anak buah untuk menyelidiki Rania sebelum kecelakaan itu terjadi." Ucap Charles


"Daddy memang suami siap sedia. Makasih ya, Daddy kesayangan Mommy sudah sangat peduli sama keluarga kita." Peluk Sintia

__ADS_1


"Tentulah, Rania itu anak kesayangan Daddy banget. Apa lagi sejak dia lahir kita sangat memanjakan dia." Ucap Charles


"Tapi Mommy sangat mencemaskan keadaan Rania. Apa lagi sampai sekarang Reyhan nggak mengabari kita." Ucap Sintia


"Mungkin signal di daerah jurang memang sangat jelek. Lebih baik kita ke sana sekarang."Ajak Charles


"Oke, Kita ke sana sekarang. Tapi Mommy sudah lelah kita memakai kendaraan motor tua itu, Mommy ingin pakai mobil saja." Ucap Sintia


"CK! anak tidak jatuh dari buahnya! sama-sama manja." Cibir Charles


"Mommy lelah, Dad! pura-pura miskin terus. Mommy ingin kita seperti dulu lagi." Ucap Sintia


"Daddy mengerti! Mommy sangat lelah, tapi kita harus sabar demi perubahan Rania."Ucap Charles


"Tetap saja, Dad! Rania sama sekali belum berubah malahan sekarang dia lebih nekat untuk balapan liar lagi dengan mobil entah dari mana dia dapat." Ucap Sintia


Bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2