
Sementara itu dalam kontrakan sederhana, Sintia pergi ke kamar anak sulungnya untuk berbincang mengenai perjodohan antara Rubiana dan Reyhan
Tok
Tok
Tok
"Rubi, ada sesuatu yang penting yang mommy ingin bicarakan sama kamu." Ucap Sintia
"Mengenai apa mom?" tanya Rubi
"Jodoh kamu sudah Mommy siapkan." Ucap Sintia
"Hah? Siapa?"Kaget Rubi
"Reyhan..." Ucap Sintia
"Apa?! Reyhan si preman pasar? Bukannya dia akan di jodohkan dengan Rania? Kenapa jadi sama aku?" Protes Rubi
"Adik kamu itu bandel tidak mau menuruti perintah orang tua! Dia mau menikah sama pacar itu, jadi apa salahnya Mommy jodohkan kamu dengan Reyhan sebagai ganti Rania yang menolak untuk bersama Reyhan." Ucap Sintia
"Hmmm, kok aku kayak ban serep sih, mom!" Keluh Rubi
"Bukan gitu sayang! Keluarga kita sudah terlalu banyak hutang budi pada Reyhan yang selalu menolong Rania." Ucap Sintia
__ADS_1
"Hmmm, Rubi mengerti, Mommy." Ucap Rubiana
"Jadi kamu bersedia ya untuk menjadi calon istri Reyhan, mommy sangat ingin mempunyai mantu seperti Reyhan." Ucap Sintia
"Kenapa Mommy sangat ingin sekali mempunyai calon menantu seperti Reyhan? Bukannya dia nggak ada masa depan dan hanya preman pasar saja?" tanya Rubiana
"Dia itu calon dokter, nak! plus dia juga pemilik pabrik roti. Masa depannya cerah seperti mentari jadi kenapa kamu meragukannya." Ucap Sintia
"Kok bisa Reyhan calon dokter plus punya pabrik roti?" tanya Rubi
"Mommy yang memberikan investasi roti itu sehingga mereka bisa mengelola pabrik roti yang semakin hari omsetnya meningkat drastis..." Ucap Sintia
"Wow, aku nggak nyangka Reyhan sehebat itu, berbeda dengan penampilan yang urakan itu." Ucap Rubiana
"Dia sekarang sudah berubah, coba kamu ketemu sama Reyhan pasti akan terkesima melihat penampilan barunya." Ucap Sintia
"Mommy anterin kamu ke rumah Reyhan sekarang." Ucap Sintia
"Hah? ngapain kita ke rumah Reyhan?" tanya Rubi
"Untuk membahas mengenai perjodohan Reyhan dan kamu, gimana?" tanya Sintia
"Aku sih nurut saja sama Mommy." Ucap Rubiana
"Anak'ku memang penurut, tidak seperti adik kamu yang selalu saja membangkang."Ucap Sintia
__ADS_1
"Mom, lebih baik kita akhiri saja drama jatuh miskin. Rubi lelah harus jaga lapak di pasar mode baper." Ucap Rubiana
"Iya, Mommy juga maunya seperti itu. Tapi Daddy kamu itu selalu saja tidak memperbolehkan Mommy." Ucap Sintia
Ternyata yang di bicarakan oleh para wanita itu tak di sengaja di dengar oleh Daddy Charles yang tiba-tiba sudah pulang dari perjalanan bisnis.
"Hei kalian para kesayangan Daddy! Pasti sedang membicarakan Daddy yang paling ganteng ini ya." Ucap Charles
"Daddy jangan kepedean deh, kami ingin hidup normal lagi seperti dulu di mansion utama." Ucap Rubiana
"Kalian pergi saja dari kontrakan ini. Tapi jangan bilang kalau kalian tinggal di mansion utama kembali. Bilang pada Rania kalau kalian pergi mengunjungi saudara di luar kota, bagaimana?" tanya Daddy Charles
"Oke, Daddy! Kami setuju, iya kan Rubi?" tanya Sintia
"Setuju pakai banget, Mom!" Ucap Rubiana
"Terus kalian mau kemana kok sudah rapi seperti ini?" tanya Charles
"Rubi dan Reyhan akan akan aku jodohkan sampai mereka menikah." Ucap Sintia
"What?! Kenapa mereka di jodohkan tanpa sepengetahuan Daddy? Bukankah jodoh Reyhan itu Rania!" Ucap Charles
"Mommy males sama Rania yang selalu saja menentang keinginan kita, dia lebih memilih pacarnya dari pada pilihan kita." Ucap Sintia
Bersambung...
__ADS_1
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua....