
Dengan tersenyum smirk dan anggukan dari Rania menjabarkan dirinya terpaksa menerima kemauan kedua orang yang berbesar hati untuk menolongnya.
"Perlu aku gendong?" tanya Galang
"Nggak usah, biarkan kalian memapah gw saja perlahan-lahan dari pada di gendong. Ucap Rania
"Kalau di papah akan perlu waktu sangat lama, tapi jika aku gendong kamu maka tidak akan memerlukan waktu yang lama untuk sampai ke pondok tua Kakek." Ucap Galang
"Tidak usah, terima kasih." Tolak Rania
"Oke, Kalau itu mau kamu. Kita nggak akan maksa" Ucap Galang
"Terima kasih. Apa Kakek itu akan menerima aku di pondok kalian?" tanya Rania
"Tentu saja akan menerima kamu yang sedang membutuhkan pertolongan, jadi kami nggak perlu khawatir." Ucap Galang
"Oh, Syukurlah kalau Kakek kalian itu mau menerima aku yang sedang membutuhkan bantuan" Ucap Rania
"Kakek yang berada dalam pondok tua itu sebenarnya bukan Kakek kandung kami, tapi guru kami." Ucap Galang
"Hah? guru apa?" tanya Rania
"Kakek Zeus itu seorang pendekar pencak silat yang sangat terkenal dulunya. Namun karena ada suatu masalah ia tidak lagi membuka praktek di kota." Ucap Galang
__ADS_1
"Oh, Tapi kok bisa kalian tahu pondok Kakek itu berada di tengah hutang seperti ini?" tanya Rania
"Tentu Kami tahu karena orang tua kami adalah murid yang setia untuk Kakek Zeus." Ucap Galang
*******
"Kek Zeus." Seru Dika
"Ada apa? kalian memanggil nama saya?! apa kalian sudah mengambil air di sumur?" tanya Kakek Zeus
"Sudah, Kek. Ini air yang sudah kami dapatkan dari hasil menimba." Ucap Dika
"Lalu ini siapa?" tanya Kakek Zeus
"Aku dan Dika tidka sengaja melihat gadis ini di pinggiran dekat sumur, Kek. Dia terluka parah jadi kami menolongnya." Ucap Galang
"Tadinya kami juga berpikir seperti itu. Namun jarak ke balai desa sangat jauh dari sini, Kek." Ucap Galang
"Oh,Kalau gitu kalian bawa gadis ini ke dalam, biar Kakek yang obati luka-lukanya dengan tanaman herbal yang Kakek akan racik." Ucap Kakek Zeus
"Oke, Kek." Ucap keduanya
Mereka berdua pun mulai memapah gadis kotor penuh luka-luka itu ke dalam sebuah pondok tua
__ADS_1
Sambil berjalan di papah, Rania jadi penasaran dengan nama kedua orang yang telah sukarela menolongnya.
"Kalian itu namanya siapa sih?" tanya Rania
"Oh, ya! kami lupa memperkenalkan diri kami. Aku Galang dan ini teman aku namanya Dika" Ucap Galang
"Salam kenal ya dan terima kasih banyak sudah menolong gw." Ucap Rania
"Nggak masalah Nona cantik. Kami sangat senang menolong orang yang perlu pertolongan." Ucap Galang
Tak lama kemudian, Kakek Zeus datang dengan membawa baskom berisi dedaunan yang sudah di racikan dengan obat herbal sehingga obat tersebut dapat di gunakan untuk luka kaki yang Rania alami.
"Ini obat tradisional turun-temurun. Semoga dengan obat ini luka luar kamu bisa cepat kering."Ucap Kakek Zeus
"Makasih, Kek. Aku nggak pernah menyangka jika Kakek bisa meracik obat ini di tengah hutan." Ucap Rania
"Ini obat sudah turun temurun, Kakek mendapatkan ini semua dari daun-daun yang ada di hutan ini." Ucap Kakek Zeus
"Akh...." Pekik Rania menahan sakit pada luka memar di kakinya.
"Tahan sebentar ya, Nak!" Ucap Kakek Zeus dengan sedikit menekan area luka di pergelangan kaki Rania.
Bersambung...
__ADS_1
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...