Di Senggol Cinta Preman Pasar

Di Senggol Cinta Preman Pasar
71. Rubi di kenalkan oleh Rania


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Rubi mulai terbiasa bangun subuh. Ia bergegas berlari kecil ke kamar mandi yang berukuran hanya sepetak dari kamar mandi mansion terdahulu untuk tidak di kalahkan lagi oleh orang rumahnya karena di kontrakan itu hanya ada satu kamar mandi yang harus rebutan untuk saling bergantian memakainya


"Hari ini aku bantu kamu di pasar ya?" tanya Rubi


"Nggak usah, Kak. Aku tahu kakak juga sedang sibuk untuk menyusun skripsi akhir" Ucap Rania


"No, problem." Said Rubiana.


Akhirnya debat pun berakhir, Rania terpaksa menyetujui bahwa Rubiana ikut untuk membantu di pasar mode baper.


Pasar mode baper


"Wah, Rania pasar ini padat akan pembeli ya. Kok tumben kamu betah dengan pasar ini yang sesak dan bau? bukankah kamu sangat mencintai kebersihan?" tanya Rubi


"Iya, tapi aku sudah berubah, Kak." Ucap Rania


"Syukurlah, sekarang kamu makin dewasa menghadapi segala rintangan hidup yang ada." Ucap Rubiana


"Makasih banyak atas pujiannya, Kak." Ucap Rania


Mereka pun mulai berjalan gontai menyelusuri para pedagang, lalu sampailah mereka pada titik lapak yang mereka akan hendak bereskan dagangan mereka dan siap untuk berjualan.


"Rania kamu bareng siapa?" tanya Jerry


"Oh, ini kenalin. Dia itu Kakak aku namanya Kak Rubiana, kamu bisa panggil Rubi" Ucap Rania


"Oh, cantik banget kak Rubi. Salam kenal ya." Ucap Jerry dengan tersenyum simpul.


"Makasih, nama kamu siapa?" tanya Rubi

__ADS_1


"Aku Jerry, si gentong ini Leon namanya, Lalu yang ganteng ini Bang bos Reyhan." Ucap Jerry


"Woi, tiang listrik ngatain gw gentong segala macam. Gw tampar tahu rasa lo." Ucap Leon


"Becanda kali." Ucap Jerry


"Becanda lu nggak lucu kali, ini di hadapan cewek cantik." Ucap Leon


"Cieh sudah ganti haluan cinta ya." Ucap Jerry


"Sok tahu lu." Ucap Leon


"Ngaku saja sekarang lu sudah berpaling sama Kak Rubi kan." Ucap Jerry


"Berisik lu ah, gw mau kerja dulu." Ucap Leon


"Ayo, ngaku apa susahnya sih kasih tau ke gw." Ucap Jerry


"Kalau gitu gw akan bantu lu untuk dekat sama dia ya." Ucap Jerry


"Oke, bro. Makasih." Ucap Leon


Hari demi hari terus berganti tanpa terasa Rubiana setiap hari membantu Rania untuk berjualan di pasar mode baper


******


Flasback on


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


"Siapa? tunggu sebentar..." Ucap Sintia


"It's me Mom..." Ucap seorang gadis berambut pirang membawa sebuah koper besar


"Rubi!!!!" Seru Sintia memeluk anaknya dengan sumringah.


"Mom, tolong lepas dong Rubi nggak bisa napas ini." Ucap Rubi


"Maaf, sayang! Mommy kegirangan liat kamu di sini. Kenapa kamu nggak kasih kabar ke Mommy dan Daddy kalau sudah sampai bandara, kami pasti akan menjemput kamu." Ucap Sintia


"Aku nggak suka merepotkan Mommy dan Daddy." Ucap Rubi


"Nggak repot kok untuk anak Mommy." Ucap Sintia


"Bukankah kata Rania kalau keuangan keluarga kita tidak seperti dulu lagi. Mana mungkin Mommy dan Daddy bisa jemput Rubi seperti biasa menggunakan supir pribadi." Ucap Rubi


"Bisa kok, sayang seperti biasa karena sebenarnya perusahaan Daddy hanya pura-pura bangkrut saja." Ucap Sintia


"Hah? ngapain Mommy dan Daddy berpura-pura miskin seperti ini?" tanya Rubi


"Ini semua agar adik kamu bisa berubah menjadi mandiri, feminim, dan tidak manja. Mommy dan Daddy ingin dia berubah sama kayak kamu menjadi anak mandiri


Flashback off


Bersambung...

__ADS_1


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2