Di Senggol Cinta Preman Pasar

Di Senggol Cinta Preman Pasar
72. Reza menyatakan cinta


__ADS_3

Pagi yang cerah di awal yang baru bagi seorang pria yang duduk di tepian ranjang berukuran king size, tempat di mana ia berbaring setiap hari untuk beristirahat dari segala penat yang di rasakannya.


"Aku masih ngantuk, tapi pagi hari ini aku harus menyiapkan dinner romantis untuk Luna karena hari ini aku akan menyatakan perasaan cinta aku padanya, meskipun aku sudah memilki Rania. Tapi aku tidak bisa merelakan Luna bersama pria lain."Gumam Reza dalam hatinya


Meskipun setengah hati Reza milik Rania, tapi Reza tidak bisa lagi untuk memungkiri lagi perasaan hatinya pada seorang Luna yang begitu mempesona hatinya pada paras cantik yang di miliki.


Dari pagi buta, Reza sudah sangat sibuk untuk menghubungi beberapa orang untuk mendekor di sebuah restoran ternama yang sudah Ia booking sejak kemarin. Ia memutuskan untuk menyatakan sebuah perasaanya karena ia tidak mau kehilangan seorang gadis yang


"Gimana persiapan dekorasinya? apa sudah sesuai dengan apa yang aku mau? " tanya Reza


"Sudah sangat sesuai kok, Kak. Kami tim dekorasi sudah menyiapkan sesuai dengan ilustrasi yang Kakak pesan tempo hari


"Kalau begitu cepat selesaikan sebelum jam 7 malam ya karena calon pacar saya sangat suka sekali dengan sebuah kejutan." Ucap Reza


"Oke, siap. Kakak! kami tim dekorasi akan segera menyelesaikannya dengan sangat baik agar tidak mengecewakan pelanggan VIP seperti Kakak Reza."Ucap sang Dekorasi


"Terima kasih." Ucap Reza


"Sama-sama, Kak." Ucap sang dekorasi


*

__ADS_1


*


*


Malam hari pun telah tiba, Reza sudah mulai bergegas menjemput Luna ke tempat restoran cepat saji dengan menutup kedua bola mata Luna yang indah menggunakan sapu tangan bernada hitam dengan menuntun jalan Aluna ke sebuah meja berhias lilin cantik.


"Surprise...." Ucap Reza dengan membuka penutup mata


"Wow, dekorasinya keren banget! memangnya siapa yang ulang tahun?" tanya Luna


"Nggak ada yang ulang tahun kok. Hanya malam ini adalah hari special saja buat kita dinner bersama." Ucap Reza


"Hari special? maksud kamu apa dengan menyebut hari special?" tanya Luna


"Makasih, Reza." Ucap Luna


Sambil menikmati makan malam mereka di iringi sebuah melodi sayu, alunan musik.


"Luna, apa kamu bersedia untuk berdansa dengan aku?" Ajak Reza dengan mengulurkan tangannya


"Bersedia," ucap Luna dengan tersenyum tipis

__ADS_1


Mereka pun menikmati dansa romantis dengan alunan musik yang di iringi oleh biola berwarna cokelat oleh tangan seorang pria memakai tuxedo hitam


"Aku nggak nyangka kamu bisa seromantis ini." Ucap Luna


"I love you, luna. Apa kamu bersedia menjadi kekasih hati aku?" tanya Reza


"Hmmm, beri aku waktu untuk menjawab perasan kamu itu."Ucap Luna


"Berapa lama aku harus menunggu jawaban dari pertanyaan aku tadi?" tanya Reza


"Aku akan beri jawaban kamu satu Minggu lagi setelah aku yakin dengan perasaan aku sendiri." Ucap Luna


"Oke, Aluna aku akan selalu menunggu jawaban dari kamu." Ucap Reza


"Makasih, Reza." Ucap luna dengan tersenyum simpul.


"Kalau begitu kita lanjutkan makan malam kita ya." Ucap Reza


Bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...

__ADS_1


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2