Di Senggol Cinta Preman Pasar

Di Senggol Cinta Preman Pasar
81. Reyhan berhasil menyelinap


__ADS_3

Dengan langkah seribu, Reyhan mulai memasuki area pondok itu mulai dari gerbang yang tinggi dan kokoh, ia mulai memanjat secara perlahan-lahan dan mulai berhasil melompat tanpa menimbulkan kecurigaan dari penjaga gerbang karena pot tanaman sempat terjatuh akibat lompatan yang Reyhan tadi lakukan.


"meong!!!"


"Ternyata hanya kucing liar saja yang dari tadi berisik untuk mengganggu tidur siang."Gerutu penjaga yang sedang tertidur pulas, terusik akan benda yang terjatuh.


"Huh, hampir saja penjaga itu tahu. Gw harus cari tangga untuk memanjat lantai atas karena gw yakin salah satu kamar itu akan menjadi tempat penyekapan Rania." Ucap Reyhan di balik palang tembok.


Reyhan pun kembali menyelinap di sela-sela jendela setelah berhasil mendapatkan anak tangga yang menjulang ke atas berwarna cokelat untuk mengantarkan dirinya pada lantai atas dengan cepat. Namun ketika ia berusaha untuk mencari kamar Rania, para murid melihat Reyhan di balik jendela.


"Lihat itu, bukankah pria yang menolong gadis itu melarikan diri dari hutan belantara?" tanya Dika


"Benar itu pria yang membuat kita kehilangan satu koper emas batang." Ucap Galang


"Kurang ajar! kenapa dia bisa sampai tahu kita berada di sini?" tanya Dika


"Nggak tahu, tali kali ini kita tidak boleh gagal lagi untuk menikahkan guru dengan gadis yang bernama Rania." Ucap Galang.

__ADS_1


"Benar saya juga nggak mau lagi kehilangan satu koper emas batang karena gagal untuk menikahkan guru kita." Ucap Dika


"Memangnya untuk apa kamu memerlukan satu koper emas itu?" tanya Galang


"Saya mau bantu Ema saya untuk merenovasi rumahnya yang sering terkena bocor akibat hujan lebat." Ucap Dika


"Oh, pantesan kamu sangat berambisi sekali untuk selalu ingin mendapatkan satu koper emas itu." Ucap Galang


"Iya, makanya kali ini kita jangan sampai gagal lagi."Ucap Dika


Mereka pun mulai membuka jendela besar berongga empat itu dengan langkah yang tergesa-gesa untuk melihat kembali bayangan yang berusaha untuk menerobos masuk ke dalam pondok modern tersebut.


"Itu dia ada di sana.." Tunjuk Dika


"Oke, kalau gitu gw akan ke bagian sebelah sana."Ucap Galang menunjuk ke sebelah kiri.


Mereka pun mulai berpencar. Namun langkah mereka terhenti ketika Reyhan melihat satu kamar pengantin bernuansa klasik

__ADS_1


"CK! dasar kakek tua nggak tahu diri! sudah tua masih saja kebelet untuk menikah! apa lagi ini kok kamar pengantin ya seperti jaman dulu sih bernuansa klasik sangat tidak elegan."Ucap Reyhan


Sementara itu teriakan Dika membuat Reyhan menghentikan gerakan kaki yang hendak masuk ke dalam kamar pengantin tersebut dan menengok ke arah teriakan samping jendela


"Hei, berhenti penyusup!!" Teriak Dika


Tanpa sepatah kata pun, Reyhan terjun langsung dengan melompati jendela kamar dan berhasil masuk.


"Cepat halangi dia untuk membawa kabur lagi calon mempelai guru Zeus." Ucap Dika


"Iya, kalau gitu aku coba halangi dia melalui pintu masuk." Ucap Galang


Bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2