Di Senggol Cinta Preman Pasar

Di Senggol Cinta Preman Pasar
90. Rasa penasaran Reyhan


__ADS_3

Rasa penasaran Reyhan pun makin membabi buta, ia ingin sekali bertanya kembali mengenai hal perasaan Rania tertuju kepada hati siapa. Namun pertanyaaan itu selalu saja terhalang oleh kehadiran seseorang.


"Reza...."Kaget Rania


"Hai, Rania kamu apa kabar? kok bisa ada di sini?" tanya Reza


"Rania di culik kembali dan di paksa nikah kembali sama Kakek tua. Anda pacarnya Rania?" Sela Reyhan


"Iya, kok anda tahu gw pacarnya Rania? Apa hubungan Rania dengan anda?" tanya Reza dengan nada datar


"Saya Reyhan hanya teman Rania, tapi anda sebagai pacar Rania nggak peduli dengan nasib Rania."Ucap Reyhan


"Sudah kalian jangan ribut di apotek ini! Nggak enak di lihat orang lain. Sebaiknya kita keluar dulu untuk membicarakan ini semua," ucap Rania dengan menarik tangan keduanya.


Di luar apotek


"Reza, kenapa tiba-tiba muncul di sini?" tanya Rania


"Untuk beli obat pesanan papi..." Ucap Reza


"Papi kamu sakit apa?" tanya Rania


"Sakit jantung." Ucap Reza


"Jadi selama ini kamu menghilang karena sedang mengurus papi kamu yang sedang sakit parah?" tanya Rania

__ADS_1


"Iya, maafin aku Rania selama ini aku sibuk untuk mengurus bisnis dan juga papi yang sedang sakit." Kilah Reza


"Kasian Reza, aku nggak nyangka kalau dia tidak peduli dengan aku karena alasan ini." Gumam Rania dalam hatinya.


"Rania kamu jangan percaya, dia pasti hanya berdusta saja." Ucap Reyhan


"Hei, lu jangan kompor dan fitnah orang ya! Gw ini memang sibuk! Nggak seperti penampilan lu yang urakan seperti preman di pasar!" Geram Reza


"Gw memang preman di pasar, mau apa lu kalau gw preman!!!" Geram Reyhan


"Ya, ampun! Rania sayang ngapain kamu berteman dengan seorang preman pasar seperti dia?! nanti membahayakan nyawa kamu dan keluarga kamu gimana?" tanya Reza


Rania mulai mencairkan suasana


"Ish, Rania kamu anggap aku binatang apa? sampai bicara sama dia seperti itu?" tanya Reyhan


"Hanya becanda saja biar kalian tidak tegang." Ucap Rania


"Sudahlah Rania, sekarang kami ikut aku naik ke dalam mobil dulu. Ada sesuatu yang penting yang harus kita bicarakan." Ucap Reza


"Di sini saja, aku harus mengobati luka Reyhan." Ucap Rania


"Untuk apa kamu mengobati luka dia? Apa dia sepenting itu di mata kamu?" tanya Reza


"Iya, dia penting karena dia selalu menolong aku saat aku di culik dan di paksa untuk menikah dengan Kakek tua itu." Ucap Rania

__ADS_1


"Sepenting apa pun dia, aku ini masih tetap pacar kamu jadi kamu hargai aku di sini." Ucap Reza


"Oke-oke, aku akan ikut kamu. Tapi aku juga harus mengobati sebentar luka Reyhan karena dia itu sudah banyak menolong aku. Ini sebagai bentuk tanggung jawab aku saja." Ucap Rania


"Terserah, aku tunggu kamu di mobil." Ucap Reza


Rania pun mengambil salep dan mulai menyentuh ujung bibir Reyhan yang terluka dengan saling menatap intens.


"Aku pergi dulu Reyhan...." Pamit Rania


"Baiklah, kamu selesaikan saja urusan kamu dengan Reza. Aku harap kamu dapat mengambil keputusan dengan bijaksana." Ucap Reyhan


"Iya.."


Tin..Tin..Tin


Suara klakson mobil Reza berbunyi


"Cepat Rania, ini terlalu lama aku menunggumu di mobil." Teriak Reza


Bersambung ..


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2