
Kedua orang tua Rania kini sudah memasuki kawasan hutan belantara itu dengan bantuan dari tim besar yang selalu mengikuti dari daerah belakang.
"Dad, Ini hutan kenapa nggak ada ujungnya?" tanya Sintia
"Sabar, Mom. Daddy tahu kalau Mommy itu sangat lelah berjalan di papah sama Daddy. Tapi kita harus kuat demi anak kita." Ucap Charles
"Dad, sebenarnya Mommy itu sangat takut kalau Rania anak kita tidak selamat dari kecelakaan ini." Ucap Sintia
"Hmmm, Daddy mengerti perasaan Mommy sangat khawatir dengan Rania. Tapi sebagai orang tua yang baik kita harus selalu berpikiran yang positif. Daddy sangat yakin sekali kalau Rania anak kesayangan Daddy itu akan selamat." Ucap Charles
"Kenapa Daddy bisa seyakin itu?" tanya Sintia
"Karena feeling seorang Ayah tidak akan pernah salah menduga anaknya akan baik-baik saja." Ucap Charles
"CK! Tapi feeling seorang ibu juga selalu tepat, Dad! entah kenapa Rania akan dalam bahaya." Ucap Sintia
"Itu hanya firasat saja, Mom. Lebih baik kita istirahat dulu saja. Daddy sudah lelah memapah Mommy." Ucap Charles
Petugas tim besar melihat keadaan mereka. Lalu menghampiri mereka berdua
"Bu, ini saya ada cadangan sendal capit. Apa ibu bersedia untuk memakainya?"tanya petugas
__ADS_1
"Wah, makasih banyak. Tapi saya di papah saja sama suami saya."Tolak Sintia
"Mom, pakai saja sendal capitnya dari pada Mommy kesakitan menggunakan hak tinggi."Bisik Charles
"Nggak Sudi, Dad! pasti sangat menjijikan memakai sendal capit bekas orang lain." Bisik kembali Sintia
"Ini keadaanya mendesak, jadi Daddy mohon terima bantuannya saja." Bisik lagi Charles
"Tapi sendal capit itu pasti kotor dan bau." Bisik kembali Sintia
"Tinggal di cuci saja!"Ucap Charles
"Iya deh demi Daddy! nggak capek lagi untuk memapah terus Mommy." Ucap Sintia
"Pak, istri saya tadi hanya becanda. Sendal capit ini akan istri saya gunakan," ucap Charles dengan cengengesan.
"Oke, Pak ini sendal capitnya." Ucap Petugas memberikan sendal capit rumahan berwarna merah.
"Makasih, Pak." Ucap Charles
Petugas pun memberikan sendal capit itu. Namun karena sangat kotor dan bau Sintia merasa jijik untuk memakai bekas orang lain sehingga Charles pun mencari sumber air untuk mencuci sendal capit tersebut.
__ADS_1
"Mom, aku pergi dulu ke mata air ya untuk membersihkan sendal ini. Tolong Mommy tetap sama rombongan tim besar saja." Ucap Charles
"Nggak mau ah! Mommy tetap ikut Daddy juga. Aku nggak mau berpisah dari Daddy." Ucap Sintia dengan bergelayut manja di lengan sang suami.
"Oke deh, Mommy boleh ikut Daddy. Tapi kita diam-diam ajah pergi dari tim besar." Ucap Charles
"Oke." Ucap Sintia
"Manja amat punya istri." Gumam Charles
*******
Mereka berdua pun mulai bergegas mengendap-endap bagaikan seorang tawanan penjara yang melarikan diri dari kepungan para penjaga polisi.
"Dad, persediaan air botol yang kita beli sebelum ke hutan ini sudah habis, Mommy sangat ingin minum." Ucap Sintia
"Astaga Mommy seperti unta ajah! sukanya minum melulu kalau di perjalanan panjang." Ucap Charles
"Ih, namanya juga aus! eh, Dad! mommy mendengar ada suara mata air. Kita ke sebelah sana ajah, Yuk." Ajak Sintia
Bersambung ..
__ADS_1
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...