Di Senggol Cinta Preman Pasar

Di Senggol Cinta Preman Pasar
83. Memindahkan Rania


__ADS_3

Dengan kaki dan tangan terikat, seorang gadis tomboi mulai memberontak dirinya dari belenggu plester hitam yang menutup mulut manisnya, ia berusaha teriak dari dalam kamar mandi.


"CK! Kenapa nasib gw begini sih. Seandainya ada yang nolong gw dari belenggu kakek tua itu, gw janji kalau itu perempuan gw akan jadikan dia saudara tapi kalau itu pria gw janji akan menikah." Gumam Rania


"Kenapa kosong, apa Rania di tempatkan di ruangan lain, tapi gw haru cek juga kamar mandi mungkin saja Rania di sekap di dalam sana." Ucap Reyhan


Reyhan pun mulai mencari Rania di dalam kamar mandi. Namun kamar mandi itu kosong tak berpenghuni.


Flashback on


Beberapa saat yang lalu sebelum Reyhan berhasil melompat ke dalam kamar pengantin, Galang dan Dika sudah masuk melalui pintu besar.


Galang dan Dika mendobrak pintu kamar pengantin, mereka yang melihat Rania sedang berdandan mulai membungkam mulut Rania dari arah belakang dengan obat bius.


"Kita pindahkan gadis ini ke kamar sebelah dan sembunyikan dia di kamar mandi dengan plester hitam dan tali ini sehingga gadis itu tidak akan memberontak ketika ia mulai sadar." Ucap Dika


"Oke, siap." Ucap Galang


Galang dan Dika pun mengambil tali panjang untuk mengikat Rania mulai dari kaki, tangan, dan juga plester hitam yang merekat di mulutnya. Hingga Rania sulit untuk mencari cara untuk bisa terbebas dari ikatan yang mengunci pergerakan bebasnya.

__ADS_1


Flashback off


*****


Di sisi lain, tatapan kosong itu menerka pemilik tatto ular naga yang terdapat di berbagai sudut tubuhnya yang berotot.


"Hmmm, ini aneh masa di kamar mandi juga nggak ada. Gw yakin banget kalau Rania itu pasti di pindahkan dari ruangan ini. Apa mereka sudah tahu kalau aku mau menolong Rania. Ini gawat aku harus hubungi Leon untuk memastikan bahwa polisi sudah sampai di sini


📱Drrrrt...drrrrt..


📞"Leon, lu masih di posisi yang sama di luar kan?" tanya Reyhan


📞"Bagus, apa lu sudah hubungi pihak berwajib?" tanya Reyhan


📞"Tenang saja, Bang Bos semua sudah aman sentosa. Pihak berwajib akan datang sebentar lagi. Bang bos dan Jerry sabar dulu ajah di sana." Ucap Leon


📞"Oh, ya lupa gw kalau Jerry nyusul. Tapi gw nggak bareng dia. Tadi kami berpisah di halaman depan saat gw berhasil memanjat gerbang." Ucap Reyhan


📞"Pantas saja Jerry tadi laporan juga kalau dia berpencar saat mencari Rania. Saran saya Bang Bos dan Jerry jangan berpencar, bukankah lebih baik bersama." Ucap Leon

__ADS_1


📞"Tidak, ini lebih baik karena dengan berpencar kita akan mudah menemukan keberadaan Rania." ucap Reyhan


📞"Oke, Bang Bos. Aku mengerti." Ucap Leon


📞"Nanti lu hubungi gw lagi kalau lu dan aparat kepolisian sudah masuk pondok modern ini." Ucap Reyhan


📞"Siap, Bang bos pasti aku kabarin kalau aparat berwenang sudah datang untuk membantu kita menerkam para penjahat yang tidak pernah jera untuk menculik Rania." Ucap Leon


Tut..


"Gw harus bisa menemukan Rania, dia pasti sangat tertekan dengan situasi ini semua." Gumam Reyhan dalam hatinya


Bersambung....


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak...


...mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2