Di Senggol Cinta Preman Pasar

Di Senggol Cinta Preman Pasar
56. Mengejar Rania kembali


__ADS_3

Sementara itu di dalam ruangan yang pengap itu, sekelompok orang yang sedang tersungkur merasakan sakit di berbagai badannya akibat hantaman demi hantaman yang di keluarkan oleh jurus pamungkas Kakek Zeus


"Kejar Rania, sekarang! biar aku urus rombongan ini." Ucap Kakek Zeus


"Oke, guru." Ucap Galang dan Dika


Mereka pun masih terbaring tak berdaya akibat perlawanan yang mereka berikan tidak sebanding dengan ilmu Kakek Zeus yang membalasnya dua kali lipat dari pukulan semula yang terkena hidung Kakek Zeus


"Bang bos, Ayo bangun Rania dalam bahaya mereka mulai mengejarnya." Ucap Jerry


"Aduh, kepala gw sakit banget." Ucap Reyhan


"Ya, Ampun Bang bos! kepalanya berdarah." Ucap Jerry


"Kalian tolong kejar anak buah Kakek Zeus, Jangan biarkan mereka menangkap Rania kembali." Ucap Reyhan


"Tapi Bang bos kepalanya gimana?" tanya Jerry


"Kalian jangan pikirkan gw, kalian harus kejar saja Rania. Gw nggak mau dia sampai di paksa kembali untuk menikah dengan Kakek tua itu." Ucap Reyhan


"Oke, Bang Bos. Kita akan berusaha keras untuk mewujudkan keinginan Bang bos untuk menolong Rania dari cengkraman Kakek tua itu." Ucap Leon


"Bagus, sana pergi." Usir Reyhan


...******...

__ADS_1


Sementara itu, Rania dan keluarga berhasil keluar dari pondok tua itu dan memutuskan untuk pergi dari pondok tua itu tanpa rombongan Reyhan.


"Dad...." Panggil Rania


"Iya?" tanya Charles


"Kita sebenarnya mau kemana, Dad?" tanya Rania


"Jalan saja dulu dari pada di sini, nanti kita ketangkap oleh mereka." Ucap Charles


"Daddy nggak bisa berkelahi?" tanya Rania


"Nggak bisa, Daddy anti kekerasan." Ucap Charles


"Ih, Mommy! tega banget sih sama Daddy yang ganteng ini, selalu saja ngeledek terus suaminya depan anak, kan malu tidak ada wibawa sama sekali" Ucap Charles dengan nada manja


"CK! kok bisa?! Daddy nggak bisa berkelahi?" Tanya Rania


"Daddy itu sibuk bisnis, jadi nggak sempat buat belajar bela diri." Ucap Charles


"Alasan klasik deh." Sarkas kembali Sintia


"Mau Daddy blockir ATM, Mommy." Bisik Charles


"Jangan dong, Daddy sayang. Nanti Mommy nggak bisa beli skincare terbaru." Ucap Sintia

__ADS_1


"Makanya jangan pernah mencela Daddy mulu." Ucap Charles


"Maaf , Dad. jangan blockir ATM Mommy ya nanti Mommy keriputan kan Daddy juga yang malu sama klien." Ucap Sintia


"Klien? Daddy??? bukannya Daddy sudah nggak punya perusahaan?" tanya Rania


"Eh, Rania jangan pernah kamu menguping pembicaraan orang tua." Ucap Sintia


"Bukan nguling tapi kedengaran kalian membicarakan hal yang nggak jelas.


"Daddy memang bangkrut. Mommy lupa." Ucap Sintia dengan cengengesan.


"Astaga, Rania pikir Daddy masih berjaya dalam bisnisnya. Kalau saja Daddy masih berjaya. Sekarang ini tinggal panggil jet pribadi untuk langsung pulang ke mansion." Ucap Rania


"Hmmm, Benar juga saya kan punya jet pribadi. Tapi kalau pakai jet pribadi sekarang ini, Rania akan tahu kenyataanya." Gumam Charles


Dalam keadaan terjepit di kejar oleh kedua murid Kakek Zeus, Akhirnya Charles mengambil keputusan untuk menghubungi anak buahnya karena ia nggak mau anaknya di tangkap kembali oleh para penjahat itu


"Saya nggak punya pilihan lain, Aku harus hubungi anak buah saya untuk membawa jet pribadi itu sampai sini. Saya harus cari signal." Gumam Charles.


Bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2