
Tepat waktu menunjukan pukul dua belas dini hari, kini saatnya Rania dan Reyhan bergegas untuk pergi ke sebuah warteg yang tidak jauh dari pasar mode baper tersebut dengan berjalan kaki kurang dari lima menit saja mereka telah tiba di warteg tersebut.
"Bu...." Panggil Reyhan
"Nanti setorannya ya, Bang Reyhan. Wartegnya lagi sepi banget." Ucap Bu warteg bernama Susi
"Saya ke sini untuk makan siang bersama pacar saya, Bu." Ucap Reyhan
"Oh, saya pikir mau nagih uang keamanan." Ucap Bu warteg
"Nggak Bu..." Ucap Reyhan
"Ini seperti biasa ibu gratiskan ya." Ucap Bu warteg dengan g
"Jangan, Bu! mulai sekarang Reyhan akan bayar." Ucap Reyhan
"Makasih Bang Reyhan." Ucap Bu Warteg bernama Susi
"Seumur hidup gw baru kali ini gw makan di warteg kaki lima begini." Gumam Rania dalam hatinya
"Kok nggak di makan?" tanya Reyhan
"Ini higenis nggak? aku takut sakit perut setelah makan ini." Ucap Rania
"Coba saja dulu, nanti kamu akan ketagihan makan ini tongkol pedes dan enak." Ucap Reyhan
"Hmmm, gitu ya? kalau aku sakit perut kamu mau tanggung jawab?" tanya Rania
"Iya, aku tanggung jawab," ucap Reyhan dengan menyodorkan sendok berupa nasi dan tongkol
"Aaaaaaa..." Ucap Reyhan kembali
__ADS_1
"Aku bisa sendiri kok." Tolak Rania
"Oke." Ucap Reyhan
Nyam..
nyam..
nyam..
"Hmmmm, enak juga ya makanan ini. Aku pesan lagi dong." Ucap Rania
"Memangnya kamu belum pernah makan ikan tongkol?"" tanya Reyhan
"Biasa gurame sih kalau dulu di mansion."Ucap Rania
"Ha-ha-ha, iya kalau gurame memang mahal sih. Aku nggak sanggup belinya." Ucap Reyhan
"Kamu baru pernah makan ikan tongkol ini!" tanta Reyhan
"Iya, aku baru pertama kali makan ikan tongkol ini. Aku mau take away juga buat Mommy dan Daddy." Ucap Rania
"Oke, take away saja biar aku yang bayar." Ucap Reyhan
"Memang kamu ada dananya?" tanya Rania
"Ada kok dana bahkan aku juga besok sudah mulai masuk kuliah lagi." Ucap Reyhan
"Wah, selamat ya. Pantas saja kamu traktir aku makan hati ini " Ucap Rania
"Iya, ini sebagai keberhasilan atas aku bisa masuk kembali kampus." Ucap Reyhan
__ADS_1
"Kamu kuliah di mana?" tanya Rania
"Aku kuliah di Universitas Atlantik." Ucap Reyhan
"Hah? kok kita satu kampus sama aku sih? kamu stalker ya?" tanya Rania
"Enak saja ngapain juga aku stalker kamu, memang dari dulu kampus aku di situ kok." Ucap Reyhan
"Kalau kamu satu kampus sama aku kenapa kita nggak pernah ketemu?" tanya Rania
"Mungkin kita beda gedung dan fakultas." Ucap Reyhan
"Memangnya kamu ambil jurusan apa?" tanya Rania
"Kedokteran." Ucap Reyhan
"What?!" Kaget Rania
"Kenapa kaget gitu?" tanya Reyhan
"Kaget saja preman pasar seperti kamu bisa ambil jurusan kedokteran seperti itu." Ucap Rania
"Memangnya nggak boleh gitu kalau aku ambil jurusan yang bisa membantu sesama." Ucap Reyhan
"Boleh banget dong." Ucap Rania
"Duh, kenapa hati gw berasa di senggol cinta preman pasar seperti ini ya? Aku nggak nyangka jika Reyhan memilki jiwa penolong." Gumam Rania dalam hatinya
Bersambung....
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe....
__ADS_1
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua....