Di Senggol Cinta Preman Pasar

Di Senggol Cinta Preman Pasar
39. Sumur tua


__ADS_3

Seorang pria tidak berambut, berjenggot putih panjang ke bawah dengan tongkat panjang sedang melonggarkan pergerakan dari pencak silat dari kedua murid yang sedang berlatih keras di sebuah pondok tua di tengah hutan yang rindang akan pepohonan besar.


"Gerakannya yang benar seperti ini," ucap seorang Kakek tua dengan membenarkan gerakan tangan yang salah dari salah satu muridnya.


"Maaf, Kek! apa kita berdua bisa beristirahat sejenak. Kami berdua sudah sangat lelah sekali." Ucap salah satu murid.


"Baiklah, Kalian bisa istirahat setelah kalian mengambilkan air di sumur sebelah sana." Titah Kakek tua tersebut


"Kami sangat lelah, Kek untuk menimba air di sumur sebelah sana!" Ucap murid bernama Galang


"Kalian jangan banyak protes! apa kalian ingin di usir dari pondok ini." Ancam Kakek


"Baiklah, Kek. Kami pergi." Ucap Galang


Setibanya di sebuah sumur tua, mereka berdua mulai mengambil ember berwarna hijau, lalu ember itu mulai di masukan ke dalam sumur tua untuk di timba oleh mereka.


Air sumur itu di gunakan untuk sumber kehidupan sang Kakek dan para murid menimba ilmu pencak silat.


Ketika mereka sedang menimba air, tiba-tiba saja Galang melihat seorang gadis cantik yang kotor penuh dengan luka-luka sedang tertatih-tatih berjalan di pinggiran menggunakan sebuah tongkat yang panjang.


"Iya, ampun! coba lu lihat di sebelah sana." Ucap Galang

__ADS_1


"Memang ada apa?" tanya Dika


"Itu coba lu lihat di sebelah sana ada seorang gadis cantik penuh luka."Ucap Galang


"Hah?! gadis cantik di tengah hutan belantara ini? yang benar saja!" Ucap Dika


"Gw nggak bohong! coba lu lihat dulu di sebelah sana." Tunjuk Galang


"Nggak akh! gw takut itu hantu hutan sini." Ucap Dika


"Gadis itu terlihat cantik meskipun kotor dan penuh luka." Ucap Galang


"Ini dunia nyata bukan dunia novel!mana ada hantu di siang bolong seperti ini." Ucap Galang


Dua orang pemuda perlahan-lahan menghampiri gadis yang sedang terluka.


"Hai, Kamu lagi terluka berat. Apa perlu kita ke balai desa untuk memberitahukan kepada pak RT?" Tanya Dika


"Nggak usah, makasih. Gw nggak mau merepotkan kalian." Ucap Rania


"Iya, nggak perlu lah, Kita kasih tau saja Kakek mengenai ini dulu, gimana?" tanya Galang

__ADS_1


"Baiklah, Kita beritahukan Kakek dulu saja."Ucap Dika


"Nggak usah, gw hanya ingin pergi ke kota bukan ke Kakek kalian.


"Tapi keadaan kamu tidak bisa pergi jauh dari sini." Ucap Galang


"Oke, Gw ikut kalian. Tapi dengan satu syarat." Ucap Rania


"Apa syaratnya?" tanya Galang


"Gw ingin kalian membawa gw pulang ke kota untuk bertemu dengan kedua orang tua gw yang pasti sangat mencemaskan gw, gimana?" tanya Rania


"Oke, Deal." Ucap Galang


"Hmmm, tapi kalau di pikir-pikir kalau gw pulang ke rumah dan Mom and Dad tahu gw balap liar lagi pasti ajah gw akan di marahi. Apa lagi sekarang gw harus ganti rugi biaya reperasi mobil Reza padaha gw sudah janji untuk tidak membuat lecet mobil kesayangannya." Gumam Rania


Bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2