
Menunggu adalah sesuatu yang sangat membosankan, itulah yang di rasakan oleh pria bertato ular naga saat baru pertama kali menginjakkan kakinya di sebuah kontrakan sederhana
"Daddy senang sekali akhirnya calon menantu Daddy bisa berkunjung juga." Ucap Charles
"Iya, Mommy juga senang banget calon mantu bisa datang ke sini. Tapi maaf ya tempatnya sederhana seperti ini."Ucap Sintia
"Nggak masalah Mommy Tante, rumah aku juga hampir sama seperti ini kok." Ucap Reyhan
"Calon mantu kenapa nggak bareng Rania pulangnya?"tanya Charles
"Rania sedang bersama Reza, mungkin sebentar lagi Reza juga akan mengantarkan Rania ke sini makanya Reyhan tunggu Rania di sini, nggak masalahkan Daddy kalau aku menunggu Rania di ruang tamu ini." Ucap Reyhan
"Apa sih yang nggak buat calon mantu..." Ucap Charles
"Oh, ya Mommy lupa kasih tahu kalau Mommy kenal sama mama kamu yang bernama Bu Farida
"Iya, benar Mommy Tante nama bunda aku itu Bu Farida, Mommy kok bisa kenal?" tanya Reyhan
"Mommy pernah membeli roti buatan Bu Farida di pasar mode baper dan rasanya sangat enak dan lezat. Beliau juga bercerita banyak tentang kamu yang berjuang keras untuk mencari nafkah untuk kedua orang tua kamu." Ucap Sintia
Flashback on
"Mommy bosen di rumah terus nih, adik kamu juga sampai sekarang masih menghilang.
"Kita doain Rania baik-baik saja ya, mom! Rubi berangkat jaga lapak pasar mode baper dulu ya, Mom." Pamit Rubi
"Mommy ikut ya!"Pinta Sintia
"Tumben banget Mommy mau ke pasar mode baper? Nggak salah? di sana bau dan kotor." Ucap Rubi
"Nggak masalah lah, Mommy bosen sendirian di rumah terus seperti ini." Ucap Sintia
"Memang Daddy kemana?" tanya Rubi
__ADS_1
"Lagi ngurusin bisnisnya di kantor seperti biasa dan juga lagi mencari Rania yang hilang untuk kedua kalinya." Ucap Sintia
"Oh, pantas saja. Lalu sampai kapan sih kita pura-pura miskin seperti ini?" tanya Rubi
"Sampai adik kamu itu bisa berubah menjadi yang Mommy dan Daddy inginkan." Ucap Sintia
"CK! tapi Rubi jadi ikutan susah juga." Keluh Rubi
"Sabar semua indah pada waktunya." Ucap Sintia
...****************...
Pasar mode baper
Sintia melihat roti panggang yang menggiurkan lidahnya juga menarik perhatikan berbentuk unik, ada yang berbentuk hati, bulat, kotak, dan lain-lain. Sintia pun mulai membeli roti panggang tersebut
"Rubi kamu ke lapak jualan kamu duluan ya, nanti Mommy menyusul
"Memang Mommy mau kemana?" tanya Rubi
"Oh, oke. Rubi tunggu di lapak jualan kita ya." Ucap Rubi
"Iya, nanti Mommy ke sana." Ucap Sintia
Setelah kepergian Rubi, Sintia pun mulai memilih roti-roti kecil yang ingin sekali ia cicipi
"Silahkan di cicipi dulu, Bu. Ini testernya." Ucap Farida
"Oh, boleh di cicip dulu ya. Makasih ya." Ucap Sintia
"Yummy! Enak banget rasanya, ini berapa harganya?" tanya Sintia
"Murah kok, Bu. Hanya 5000 saja." Ucap Farida
__ADS_1
"Ini buatan sendiri, Bu?" tanya Sintia
"Iya, Bu. Saya membuat ini dari hasil tangan saya sendiri." Ucap Farida
"Kok bisa seenak ini rasanya?" tanya sintia
"Ini resep turun temurun, Bu. Jadi saya yakin rasanya akan sangat berbeda dari roti pada umumnya." Ucap Farida
Saat bercengkrama ria, tak sengaja dompet Bu Farida tersenggol oleh tangan Sintia saat hendak Sintia menagih uang kembali.
"Eh, maaf Bu dompetnya malah terjatuh! biar aku saja yang ambilkan," ucap Sintia dengan melirik sebuah foto keluarga
"Makasih ya, Bu." Ucap Farida
"Ini foto yang di dompet ibu bukankah dia Reyhan si preman pasar ganteng yang jaga keamanan juga di sini?" tanya Sintia
"Walaupun dia preman pasar, dia tetap anak yang berbakti pada kedua orang tuanya, Bu!" Ucap Farida
"Memangnya apa yang di lakukan Reyhan sampai ibu sendiri bisa mengatakan bahwa Reyhan adalah anak yang berbakti pada kedua orang tuanya?" tanya Sintia
"Dia menjadi preman pasar seperti ini karena untuk membiayai kami yang lansia. Tapi kami sebagai orang tua tidak ingin melihat Reyhan seperti ini terus, kami juga sebagai orang tua ingin melihat Rey berhasil.
"Kalau begitu dia memang cocok untuk di jadikan calon mantu kami." Ucap Sintia
"Memang ibu ini siapa?" tanya Farida
"Perkenalkan saya Mommy Rania, kalau ibu ini namanya siapa?" tanya Sintia
"Saya Farida, Bundanya Reyhan." Ucap Farida
Flashback off
Bersambung...
__ADS_1
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua....