Di Senggol Cinta Preman Pasar

Di Senggol Cinta Preman Pasar
11. Cafe Delusi- Hinaan


__ADS_3

Flashback on


Dua Tahun lalu saat Rey berusia 20 tahun, Rey di hubungi oleh kekasih hatinya untuk pergi berkencan pada hari Sabtu. Seperti biasa Rey mulai sibuk dengan tampilannya di mana Rey saat itu tidak memiliki tato di sekujur tubuhnya.


Rambut Rey yang klimis, baju kemeja yang rapih menjadi ciri khas Rey saat ingin berkencan dengan Violin, Ia begitu mencintai Violin hingga penampilan tak luput oleh parfum yang bisa menggoda para wanita. Namun sayangnya kencan hari ini tidak seperti biasanya karena Violin tidak sama sekali memakai riasan serta memesan apa pun makanan ataupun minuman.


Cafe Delusi


"Maafkan aku Rey, Kita nggak bisa lagi jadi pasangan kekasih."Ucap gadis itu


"Alasannya apa? kenapa kamu mendadak putusin aku! salah aku apa?" tanya Reyhan


"Aku tidak bisa menentang keinginan orang tua aku untuk menikah dengan pilihan pria yang sudah mereka tetapkan


"Kita kan bisa backstreet untuk sementara waktu ini." Ucap Reyhan


"Maaf, Rey. Aku nggak bisa menentang orang tua aku, lebih baik kita putus." Ucap Violin


"Oke, Kita putus. Aku juga lelah mempertahankan gadis yang tidak mau berjuang bersama-sama dari bawah." Ucap Reyhan


"Ini bukan masalah perjuangan! aku juga sudah berjuang di depan kedua orang tuaku mengenai pekerjaan kamu itu, tapi orang tua ku tetap tidak setuju aku berpacaran dengan orang yang tidak ada masa depannya." Ucap Violin

__ADS_1


"Aku punya masa depan! kamu jangan sepelekan pekerjaan aku ini." Ucap Reyhan


"Uang haram ajah bangga, Kamu!" Ucap Violin


"Ini uang hasil keamanan bukan hasil uang haram." Ucap Reyhan


"Sama ajah! kamu itu preman yang sukanya malakin pedagang kaki lima. Itu perbuatan rendahan" Hina Violin


"Kenapa dari dulu kamu suka sama orang rendahan seperti aku ini." Geram Reyhan


"Cinta itu memang salah jalan." Ucap Violin


Hinaan dan caci-maki Violin terus membuat Reyhan darahnya mendidih merasakan naik pitam akan perihnya di hina oleh orang yang di cintai.


"Akan aku buktikan kalau aku bisa sukses dan membuat kamu menyesal memutuskan hubungan yang telah aku perjuangkan selama ini." Gumam Reyhan dalam hatinya dengan mengelus dada


Sejak saat itu juga, Reyhan menjadi dingin kepada seluruh wanita. Menurutnya wanita di dunia ini semua sama saja. Awalnya manis dan berakhir sangat menyedihkan.


Flashback off


Lamunan Reyhan kembali terusik oleh salah satu pedagang yang kembali menyetorkan sebagian uang untuk keamanan pasar

__ADS_1


"Bang, ini setoran hari ini." Ucap salah satu pedagang


"Nah gitu dong! bayar kang Rusdi kan saya jadi enak! nggak usah di tagih-tagih melulu." Ucap Reyhan


"Kasian sih dari tadi liat Bang Reyhan melamun melulu."Ucap Rusdi


"Jadi kalau saya melamun, Kang Rusdi akan bayar tepat waktu seperti ini. Jahat bener!!" Ucap Reyhan


"Ampun Bang Reyhan, Saya hanya becanda saja biar hati Abang yang ganteng cair. Gimana kalau anak saya ajah yang Bang Reyhan pikirin. Dahlia anak saya sangat kesemsem sama Bang Reyhan yang ganteng." Ucap Rusdi


"Saya ini preman pasar yang hanya nagih duit, bukan mau minta setor anak perawan Kang Rusdi. Aya-aya wae!" Geram Reyhan


"Enya sekalian Weh! saya setor anak gadis saya buat Bang Reyhan nu ganteng, pan di sini oge para gadis sudah di senggol cinta preman pasar. Dari pada nagih wae duit mending jadi mantu we atuh"Seloroh Rusdi." Ucap Rusdi


"Nuhun, Tapi urang te minat!" Geram Reyhan dengan mengambil uang setoran


Bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan berupa dukungan berupa like di setiap episode, Vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua....

__ADS_1


__ADS_2