Di Senggol Cinta Preman Pasar

Di Senggol Cinta Preman Pasar
85. Jendela yang pecah


__ADS_3

Jerry mulai mencari benda tajam di sekitar area nakas yang terdapat di samping pintu itu, namun benda tajam tidak juga di temukan padahal Jerry mencari benda tajam itu hanya untuk membantu Reyhan memecahkan kaca jendela


"Nggak ada Bang Bos, kita harus kemana untuk mencari benda tajam untuk memecahkan jendela ini." Ucap Jerry


"Cari dulu di meja sebelah sana." Tunjuk Reyhan


"Hanya seruling tua ini saja." Ucap Jerry


"Lemparkan saja seruling tua itu ke jendela." Ucap Reyhan


"Mana bisa Bang Bos ini bukan benda tajam." Ucap Jerry


"Berikan seruling tua itu kepada gw, biar gw saja yang melempar dari jarak jauh." Ucap Reyhan


"CK! tapi tetap saja nggak akan mungkin bisa, Bang bos." Ucap Jerry


"Gw coba dulu..." Ucap Reyhan


Reyhan pun mulai melemparkan seruling itu tepat di kaca jendela, hingga kaca itu pecah seukuran bola pingpong yang sangat kecil


Prang!!!


"Tuh kan mana mungkin kita bisa masuk ke jendela itu jika ukurannya saja kecil." Ucap Jerry


"Kita pakai benda lain, kamu ambilkan apa saja dan pecahkan jendela itu." Ucap Reyhan

__ADS_1


"Oke, siap Bang Bos." Ucap Jerry


Mereka pun mengambil berbagai benda yang lain seperti lampu, jam dinding, pisau, pot bunga, dan melemparkan ke arah jendela hingga pada akhirnya kaca jendela itu bisa membuat lubang yang cukup besar untuk bisa masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Yes, akhirnya berhasil juga!" seru Jerry


"Sstttt..., berisik! nanti terdengar oleh mereka!" Ucap Reyhan


"Maaf, Bang Bos. Aku terlalu bahagia untuk kita bisa masuk ke sana." Ucap Jerry


Reyhan pun tak menghiraukan lagi perkataan Jerry, ia pun segera berlari kecil untuk melangkahkan kakinya ke jendela yang sudah berlubang besar..


"Ayo, buruan pegang tangan gw," ucap Reyhan dengan mengulurkan tangannya


"Sabar, Bang Bos ini kaki nyangkut." Ucap Jerry


Di sisi lain suara kegaduhan yang di buat oleh Jerry dan Reyhan membuat seseorang yang sedang tertidur pulas mulai membuka kedua bola matanya


"Siapa itu! Kenapa berisik sekali. Saya harus periksa." Ucap Kakek Zeus


Zeus pun mulai memeriksa kamar pengantin untuk melihat langsung keadaan calon mempelainya. Namun ketika ia memeriksa kamar pengantin itu, ia tidak menemukan batang hidung Rania.


"Di mana calon pengantinku! Kok dia nggak ada di kamar ini!!" Geram Kakek Zeus.


Zeus yang mulai merasakan kegusaran pun, akhirnya mulai memanggil kedua muridnya untuk menanyakan keberadaan calon istrinya.

__ADS_1


"Di mana kalian sembunyikan calon istriku yang besok akan menjadi istri sah'ku!" Ucap Kakek Zeus


"Kami sengaja pindahkan Rania ke kamar lain karena ada penguntit masuk pondok modern ini" Ucap Dika


"Apa?! Siapa yang berani masuk pondok modern yang sulit di tembus oleh orang lain." Ucap Kakek Zeus.


"Mereka itu orang yang sama yaitu tiga orang preman pasar yang berubah menjadi pahlawan siang bolong." Ucap Dika


"Apa?! Kenapa kalian tidak langsung memberitahukan hal ini sejak tadi?" tanya Kakek Zeus


"Karena kami merasa tidak enak hati, jika mengganggu tidur siang guru." Ucap Dika


"Ini sangat penting seharusnya kalian melaporkan hal ini terlebih dulu sebelum kalian memindahkan Rania di kamar lain." Ucap Kakek Zeus.


"Maafkan kami, guru." Ucap Dika dan Galang.


"Cepat kalian pastikan di ruangan yang telah di pindahkan itu, jika Rania masih di sana.


"Tenang saja guru, mereka tidak akan tahu karena Rania di ikat dan di tutup mulutnya oleh plester hitam dalam kamar mandi rahasia di kamar itu." Ucap Dika


"Kalian jangan meremehkan mereka! Ketiga preman pasar itu sangat cerdik untuk menemukan Rania." Ucap Kakek Zeus


"Baiklah, kami akan periksa ruangan itu sekarang juga." Ucap Dika


Bersambung..

__ADS_1


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2