
Setelah perkenalan itu, Reza tak pernah berhenti untuk mengirimi pesan singkat kepada Luna. Mulai dari pagi buta Reza selalu mengirimi ucapan selamat pagi kepada Luna hingga ucapan selamat malam.
📱Drrrtt...Drrtttt....
📞"Selamat malam, Luna yang cantik. Mimpi indah terutama mimpi'in aku ya." Ucap Reza
📞"Iya, makasih...." Ucap Luna
📞"Besok aku jemput kamu ya, kita ke kampus bareng lagi." Ucap Reza
📞"Apa kamu nggak lelah sudah anter-jemput aku seperti supir setiap hari?" tanya Luna
📞"Apa sih yang nggak untuk gadis cantik seperti kamu." Ucap Reza
📞"Kamu bisa saja." Ucap Luna
📞"Jadi mau kan besok aku jemput kamu lagi?" tanya Reza
📞"Oke, Reza seperti biasa aku tunggu kamu depan mansion aku." Ucap Luna
Tut..Tut..
Kedekatan mereka makin lama makin tercuat erat oleh canda tawa yang mereka sering lontarkan tanpa Rania tahu karena Rania sedang mengajukan cuti kuliah sementara waktu karena kondisi keuangannya yang tak bisa melunasi uang semester membuat Rania memutuskan untuk berhenti kuliah sementara waktu ini, ia hanya ingin fokus mencari uang untuk membayar tunggakan semester
Saat perjalanan menuju kampus, Reza memandang jalanan dengan tatapan kosong, ia sedang berpikir keras mengenai hubungan kedua wanita yang kini berada di hatinya
"Hmmm, kenapa dua wanita itu jadi ada di hati gw. " Gumam Reza dalam hatinya.
__ADS_1
"Reza kok kamu diam saja dari tadi? "tanya Luna
"Nggak kok, aku dari tadi hanya mikirin tugas kampus yang belum selesai bersama kedua kurcaci itu." Elak Reza
"Beneran kamu hanya mikirin tugas kampus? atau lagi mikirin cewek lain." Ucap Luna
"Nggak dong ceweknya kan ada di sebelah aku, jadi ngapain juga aku pikirin. Aku memang lagi mikirin tugas kampus kok." Kilah Reza
"Kamu jangan khawatir mengenai tugas kampus biar aku bantu menyelesaikan tugasnya."Ucap Luna
"Makasih, tapi aku bisa sendiri kok nanti aku akan ke perpustakaan kampus untuk dapat pencerahannya." Ucap Reza
"Baiklah, nanti aku akan temani kamu ke perpustakaan untuk mencari bahan untuk tugas kamu." Ucap Luna
"Makasih ya," ucap Reza dengan tersenyum simpul.
"Sama-sama." Ucap Luna
Sementara itu, di pasar mode baper. Rania kini sudah terbiasa dengan kericuhan antara pembeli dan penjual, mereka saling tawar-menawar untuk mencapai kesepakatan harga sayur-mayur maupun harga ikan dan daging.
"Kak, ini harga tahunya nggak bisa kurang lagi?"Tawar pembeli
"Sudah murah kak hanya 5000 saja, isi 10 lagi kak," Ucap Rania dengan tersenyum tipis
"Oke, Kak kalau begitu aku beli 20 tahu ya, Kak."Ucap pembeli
"Siap, Kak. Sebentar ya." Ucap Rania
__ADS_1
"Oke." Ucap Pembeli
"Ini kak, tahu pesanannya."Ucap Rania
"Makasih, Kak." Ucap Pembeli
"Semoga kelak aku bisa memilki pabrik tahu deh dari pada aku jualan seperti ini terus." Gumam Rania
"Rania...." Panggil Reyhan
"Apa?" tanya Rania
"Makan siang bareng, yuk." Ajak Reyhan
"Di mana?" tanya Rania
"Di warteg, yuk." Ucap Reyhan
"Oke, tapi kamu yang traktir ya." Ucap Rania.
"Oke, nggak masalah kok." Ucap Reyhan
"Lagi banyak uang ya kamu?" tanya Rania
"Lumayan, cukup buat traktir kamu." Ucap Reyhan
Bersambung...
__ADS_1
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...