Di Senggol Cinta Preman Pasar

Di Senggol Cinta Preman Pasar
53. Menjelang Akat Nikah


__ADS_3

Dengan sangat terpaksa Rania harus memakai kebaya pengantin berwarna putih dengan sanggul rambut yang berada di atas yang sama sekali ia tak pernah sekali pun bayangkan kalau calon suaminya adalah seorang Kakek tua.


"Kenapa sih nasib gw jadi buruk begini. Pertama gw di khianati oleh pacar dan sahabat gw sendiri, kedua keluarga gw jatuh miskin, dan yang ketiga masa gw harus menikah dengan Kakek tua hanya karena membantu menyembuhkan luka-luka gw, Pokoknya pas akat nikaj gw harus bisa gagalkan." Gumam Rania dalam hatinya


Akat pernikahan di ruang bawah tanah secara tertutup pun akan segera di laksanakan dengan syahdu. Saksi pernikahan tepat berada di sisi kiri dan kanan sudah di persiapkan oleh Kakek Zeus.


"Mana mempelai wanitanya?" tanya penghulu.


"Sebentar lagi juga akan ke sini, Pak." Ucap Kakek Zeus


"Tolong di percepat ya, Pak. Saya masih banyak pengantin lain yang sudah menunggu untuk saya nikahkan." Ucap Penghulu


"Baik, Pak."Ucap Kakek Zeus


"Dika, Cepat bawa gadis itu ke sini sekarang juga." Bisik Kakek Zeus


"Oke, Ucap Dika dengan melangkahkan kakinya menuju ruangan Rania.


*****


"Hei, Galang!" Panggil Dika

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Galang


"Cepat seret gadis itu keluar dari ruang ganti. Ini terlalu lama bagi penghulu sudah akan pergi lagi untuk menikahkan orang lain." Ucap Dika


"Oke. Gw paksa keluar dia sekarang juga" Ucap Galang


Tak lama kemudian, Galang pun pergi ke ruangan Rania


Tok


Tok


Tok


"Sebentar dong! pakai kebaya ini ribet tahu." Kilah Rania


"Astaga, tinggal di pakai saja apa susahnya sih! cepetan 5 menit lagi gw tunggu! atau nggak gw dobrak pintu ini." Ancam Galang


"Oke, Tunggu sebentar."Pinta Rania


"Sial!! jendela ini malahan di palang oleh kayu. Gw harus gimana sekarang, masa ia gw pasrah saja untuk di nikahi sama Kakek tua jelek itu."Umpat Rania dalam hatinya

__ADS_1


"Cepat keluar ini sudah lima menit!! gw hitung sampe tiga ya, Kalau nggak keluar juga gw dobrak! satu, dua!!!! ti...." Ucap Galang terhenti seketika karena Rania sudah keluar dengan menggunakan kebaya pernikahan.


"Nggak perlu ngancem apa pun lagi gw sudah keluar kok, puas lu! harusnya gw nggak menerima ajakan lu untuk ke pondok tua kalau akhirnya gw harus balas budi dengan cara menikah dengan Kakek tua itu." Geram Rania


"Akhirnya lu keluar juga! gw kasih tahu ya, nasi sudah jadi bubur! lu terima saja nasib lu menikah dengan guru lagi pula guru itu kaya raya jadi lu nggak usah kerja keras untuk mendapatkan apa pun yang lu mau pasti akan terpenuhi oleh guru." Ucap Galang


"Lu pikir gw ini cewek matre!!" Geram Rania


"Nggak usah munafik! semua cewek memang seperti itu." Ucap Galang


"Terserah apa kata lu saja." Geram Rania


"Kalau guru meninggal lu juga dapat harta gono gini dari guru kok, jadi lu nggak akan rugi menikah dengan seorang Kakek" Ucap Galang


"Masa bodoh! gw nggak peduli." Ucap Rania


"Harus belajar peduli dong karena dia calon suami lu."Ucap Galang


Bersambung ..


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...

__ADS_1


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2