Di Senggol Cinta Preman Pasar

Di Senggol Cinta Preman Pasar
43. Pertemuan Reyhan dengan charles


__ADS_3

Sintia pun mulai membuka satu persatu kain yang menutupi tubuhnya, lalu mulai berendam pada air yang terasa sangat sejuk.


"Hmmm, airnya sangat segar sekali. Aku sangat menyukai berendam di sini. Ternyata meskipun ini hutan tapi airnya sangat jernih, apa lagi ada air terjun seperti ini membuat suasana semakin nyaman." Gumam Sintia


Sementara itu Charles bergegas menghampiri rombongan Reyhan yang sudah semakin jauh dalam pandangan mata. Sekilas terbesit di benak Charles mengejar ketiga orang itu saja dari pada kehilangan jejak mereka.


"Hei, Tunggu..., ucap Charles dengan berlari kilat


"Bang Bos, sepertinya ada suara yang memanggil." Ucap Jerry


"Halu lu! ini hutan bukan mall, mana mungkin ada yang memanggil di hutan seperti ini."Ucap Leon


"Jangan-jangan yang gw dengar tadi itu adalah hantu kali ya." Ucap Jerry


"Akh, kenapa sih lu selalu ajah bikin gw takut." Ucap Leon


"Penakut lu, badan saja seperti gentong tapi kelakuan seperti anak kecil yang takut sama hantu penunggu hutan sini." Ucap Jerry


"Kalian berdua bisa nggak jangan selalu ribut, Gw lagi pusing cari Rania." Bentak Reyhan


"Jangan galak-galak dong, Bang bos. Kami jadi takut." Ucap Jerry


"Emangnya gw serigala." Ucap Reyhan

__ADS_1


"Kan Bang bos punya tatto yang seram. Kami berdua juga takut melihat tatto itu." Ucap Jerry


"Lebai Lo!" ucap Reyhan


"Tuh, benar kan ada yang memanggil." Kata Jerry


"Nah loh, itu kan orang tua Reyhan." Ucap Leon


"Hai, kalian dari tadi saya panggil malahan tidak menjawab." Ucap Charles.


"Maaf saya pikir hanya halusinasi saja." Ucap Leon


"Maaf ya, Pak. Saya nggak kasih kabar mengenai ini semua karena saya langsung menuju lokasi hutan ini untuk mencari Rania." Ucap Reyhan


"Oh, ya. Saya mengerti kalau kamu belum sempat mengabari saya."Ucap Charles


"Tante sedang mandi di sebelah sana." Tunjuk Charles


"Iya, ampun! si Tante doyan banget sama mandi. Ini kan hutan bukan tempat pemandian air panas." Celetuk Leon


"Leon yang sopan sama yang lebih tua." Ucap Jerry


"Kalian berdua ini bisa jangan berdebat terus. Nggak enak sama orang tua Rania." Ucap Reyhan

__ADS_1


"Tidak apa-apa, Nak Reyhan. Saya mengerti kalian hanya bersenda gurau saja." Ucap Charles


"Makasih atas pengertiannya, Om" Ucap Reyhan


"Jangan panggil, Om. You can call me Daddy Charles saja." Ucap Charles


"Wah, Bang bos tanda hijau tuh dari calon mertua." Celetuk Jerry


"Kampret Lo!"Bisik Reyhan dengan menepak dada Jerry.


"Akh, Sakit Bang bos." Pekik Jerry


"Abisnya lu jangan bilang seperti itu juga di depan orang tua Rania. Gw nggak enak." Ucap Reyhan


"Sudah, Nak Reyhan tidak apa-apa kok. Saya bisa memaklumi. Lagipula yang di katakan teman kamu itu benar loh." Ucap Charles


"Maksudnya benar gimana, Om?" tanya Reyhan


"Siapa tahu saja kamu yang akan menjadi menantu saya kelak. Makanya kamu jangan panggil saya om lagi karena kamu sudah lolos masuk jadi kriteria calon suami untuk Rania yang selalu peduli dengan dia di saat menghilang seperti ini." Ucap Charles


Reyhan hanya melongo mendengar perkataan dari Charles. jika dirinya telah lolos menjadi calon menantunya


Bersambung ..

__ADS_1


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2