Di Senggol Cinta Preman Pasar

Di Senggol Cinta Preman Pasar
102. Kebenaran perlahan terbuka


__ADS_3

Tidak ada yang bisa tertutup di dunia ini, jika suatu hari kebenaran akan terungkap juga oleh seiring bergantinya waktu yang berjalan.


Di sebuah tempat yang ramai di kunjungi oleh banyak sekali anak-anak muda di kota S, Justin dan Deon berjalan gontai memasuki arena cafe dengan bercengkrama ria dan mulai memasuki kawasan cafe tersebut untuk memesan menu andalan yang telah di sediakan.


Cafe Gloria


"Justin, kamu tahu sekarang kita ada di mana?" tanya Deon


"Ini cafe Gloria yang lagi hits masa lu nggak pernah ke sini?" tanya Justin


"Oh cafe Gloria, tadi gw nggak lihat banner, jadi nggak tahu kalau nama cafe ini." Ucap Deon


"Tapi lu pernah ke sini kan?" tanya Justin


"Jelas dong anak gaul masa kini masa nggak tahu cafe ini..." Ucap Deon


Mereka berdua pun menyeruput minuman dengan mendengarkan alunan merdu pengiring musik


"Deon, lihat itu bukannya sohib kita si Reza?" tanya Justin

__ADS_1


"Oh, ya! si Reza ngapain masih sama Rania. Minggu lalu kan dia baru saja menikah sama si Aluna." Ucap Deon


"Gila juga sohib kita! Senggol sana-sini gadis Universitas Atlantik! Apa Reza belum puas dapat motor balap kita berdua, ngapain juga dia masih sama Rania?! Apa dia beneran cinta sama Rania terus si Aluna gimana?" tanya Justin


"Si Reza orang sugih jadi bebas dapat dua gadis yang populer di Universitas Atlantik.." Ucap Deon


"Lawak lu! bukannya si Rania sudah turun pamor dari kepopulerannya karena dia sudah jatuh miskin..." Ucap Justin


"Iya juga sih, ngapain sih Reza sama Rania mending kita samperin saja..." Ucap Deon


Mereka berdua pun mulai berjalan gontai mendatangi meja makan Reza dan Rania.


"Hei, kalian ngapain di sini?" tanya Deon


"What?! tunangan bukannya lu sudah...,"ucap Deon terhenti ketika tangan besar itu menutup mulut harimau yang sedang berontak untuk mengaum.


"Jaga rahasia kita! Gw nggak mau Rania sampai tahu dulu jika gw sudah punya istri." Bisik Reza


"Tapi nggak gratis ya, Bro." Bisik kembali Deon

__ADS_1


"Kalian berdua tenang saja, nanti gw akan traktir plus balikin motor balap kesayangan kalian itu sebagai bayaran penutup mulut kalian." Bisik Reza


"Oke, kita tunggu..." Ucap Deon dan Justin


"Kalian bertiga! Ngapain sih berbisik seperti itu! Lanjutin perkataan Deon! sudah apa??" tanya Rania yang penasaran dengan perkataan Deon yang tertunda akibat bekapan tangan besar Reza


"Sudah putus maksud gw! bukannya lu berdua sudah putus kenapa bisa bareng lagi sebagai tunangan?" tanya Deon


"Oh, sorry kita nggak undang kalian karena ini privat juga, tapi nanti pas nikahan kami kalian boleh ikut." Ucap Rania


"Oke, No problem Rania. Kita mengerti kok. Kami berdua pamit dulu ya." Pamit Deon


"Benar kita pamit dulu! gw nggak enak ganggu waktu kebersamaan kalian ini." Ucap Justin


"Jangan pulang dulu, gabung saja kalian tidak menganggu kami kok." Ajak Rania


"Hmmm, ini aneh dari gerak-gerik bicara mereka sepertinya mereka sedang berusaha untuk menutupi sesuatu yang gw nggak harus tahu. Gw harus cari tahu sendiri, sebenernya apa yang mereka tadi bisikan sampai Deon harus membohongi gw." Gumam Rania


Bersambung..

__ADS_1


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2