
Derap langkah kaki kedua pria itu seketika terhenti di sebuah pondok tua berwarna hijau yang begitu luas
"Guru, Aku sudah melakukan tugas dengan baik untuk mendatangkan penghulu ke sini, mana bayaran yang guru sudah janjikan kepada aku.?" tanya Dika
"Ini ambilah koper ini,"ucap Kakek Zeus dengan melemparkan koper berwarna perak
"Apa ini?"tanya Dika
"Seperti yang sudah saya janjikan kalau saya akan memberikan kamu sekoper emas batang." Ucap Kakek Zeus
"Makasih, Guru." Ucap Dika
"Sekarang kamu panggilkan juga penata make up untuk calon istriku. Saya lupa kalau calon istriku juga butuh di dandani agar lebih cantik." Ucap Kakek Zeus
"Hmmm, baiklah guru. Saya pamit dulu." Ucap Dika
*****
Setelah berhasil mengikuti kedua pria yang mencurigakan itu, mereka juga akhirnya terpaksa masuk ke pondok tua berwarna hijau, mereka merasa terheran-heran melihat ada sebuah pondok yang luasnya bisa sebesar mansion.
"Ini tempat apa? kok di tengah belakang hutan seperti ini ada sebuah pondok. Apa kita boleh beristirahat di sini dulu?" tanya Leon
"Gentong! pikiran lu hanya istirahat mulu."Hardik Jerry
"Gw ngantuk ingin tidur seharian dulu." Ucap Leon
"Jangan tidur di pondok orang lain." Ucap Jerry
__ADS_1
"Ngantuk..."Ucap Leon
"Kalian berdua bisa nggak sih nggak ribut! ini kita lagi mengikuti penghulu dan laki-laki muda yang model rambut noodle itu." Ucap Reyhan
"Jangan begitu, Bang bos! jangan segan-segan untuk hina maksudnya..." Ucap Leon dengan terbahak-bahak
"Berisik, jangan cengengesan seperti itu. Nanti pada tahu kita menguntit di sini." Bisik Reyhan
"Maaf, Bang Bos." Ucap Jerry dan Leon secara serentak.
"Maaf kalian nggak berlaku di sini, Cepat ikuti si penghulu itu masuk ke ruangan mana! di sini banyak sekali ruangan!" Geram Reyhan
"CK! Bang bos. Aku nggak lihat si penghulunya masuk ruangan sebelah kanan, kiri, atau atas ya." Ucap Jerry
"Gini saja, kita memencar saja ya!" Ucap Reyhan
"Kalau begitu gw, Daddy Charles, dan Momy Sintia ke sebelah kanan, kalian ke sebelah kiri saja." Titah Reyhan
"Oke."
****
Sementara itu, Dika berjalan secara gontai kembali ke balai desa untuk mencari juru penata make up yang sudah biasa menangani pernikahan Kakek Zeus.
"Siapa lagi sih yang mau menikah?" tanya juru make up bernama Tina
"Biasa guru kami yang mau menikah, jadi kamu ikut saya ya untuk membantu calon istri guru Zeus." Ucap Dika
__ADS_1
"Ok, Aku ikut tapi bagaimana dengan bayarannya?" tanya Tina
"Seperti biasa dua batang emas." Ucap Dika
"Nggak mau, Saya ingin lima batang emas." Tawar Tina
"Hmmm, kok ingin lebih?" tanya Dika
"Saya lagi butuh biaya buat bayaran anak sekolah." Ucap Tina
"Oh, Hmmm oke. Asal sekarang juga kamu ikuti saya untuk menata calon istri guru saya." Ucap Dika
"Oke, tunggu sebentar di sini. Saya siapkan dulu alat-alat make up serta dress calon mempelai." Ucap Tina
"Oke, Saya tunggu di luar ya! Jangan lama-lama karena guru saya sudah kebelet ingin nikah sama gadis itu." Ucap Dika
"Memangnya siapa sih gadis yang bersedia menikah dengan Kakek tua?" tanya Tina
"Kamu nggak perlu tau siapa gadis itu! sekarang kamu persiapkan semua kebutuhan untuk menata calon mempelai wanita." Ucap Dika
"Oke."Ucap Tina
Bersambung...
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...
__ADS_1