
Setelah kepergian Kakek Zeus dengan kedua muridnya yang sudah di kenakan borgol pada kedua tangannya, ikatan tali pada tangan dan kaki Reyhan yang melilitnya pun mulai perlahan-lahan Rania lepaskan dengan tatapan yang berbeda dari biasanya.
"Reyhan kamu nggak apa-apa kan?" tanya Rania
"Aku baik-baik saja, Rania." Ucap Reyhan
"Baik-baik saja bagaimana? wajah tampan kamu sekarang babak belur begini." Ucap Rania
"Apa? Kamu bicara apa? Aku tampan?" tanya Reyhan
"Iya, kamu tampan buktinya para janda dan gadis seperti Dahlia sangat terobsesi sama kamu." Ucap Rania
"Akh! Kalau mereka yang suka untuk apa! Aku sama sekali tidak tertarik pada mereka." Ucap Reyhan
"Lalu kamu tertarik sama siapa?" tanya Rania
"Sama yang ada di hadapan aku saat ini." Ucap Reyhan
"Jangan becanda kamu!"Ucap Rania
"Aku nggak becanda, aku memang tertarik sama kamu. Tapi sayangnya kamu sudah ada yang punya." Ucap Reyhan
"Reza itu hanya pacar tiga bulan aku saja, itu pun karena aku kalah balapan liar sama dia." Ucap Rania
__ADS_1
"Hah?! Astaga jadi kamu sama pacar kamu itu bukan saling mencintai melainkan karena terikat kontrak pacaran selama tiga bulan?"tanya Reyhan
"Iya, jadi sekarang aku mau obati luka kamu dulu baru nanti kita bicarakan lagi masalah kontrak pacaran tiga bulan itu sama kamu" Ucap Rania
"Nggak usah di obati, aku sudah biasa dengan semua ini." Ucap Reyhan
"Tapi aku nggak biasa lihat seorang malaikat penolong aku babak belur seperti ini karen menolong aku, jadi aku mohon izinkan aku untuk mengobati wajah kamu yang lembab seperti ubi rebus ini."Ucap Rania
"Oke-oke, kalau memaksa untuk mengobati aku." Ucap Reyhan
"Kalau begitu sekarang kamu ikut aku dulu ke apotek terdekat untuk mengobati luka kamu." Ucap Rania
"Iya, Bu negara. Aku nurut saja." Ucap Reyhan
Mereka pun akhirnya tiba di sebuah apotek terdekat setelah memesan taksi online
"Ada yang bisa di bantu, mba?" tanya apoteker.
"Saya ingin membeli sebuah salep antiseptic untuk mengurangi bengkak yang ada di area wajah, apa masih ada?" tanya Rania
"Masih, mba! sebentar saya ambilkan dulu." Ucap Apoteker
"Makasih..." Ucap Rania.
__ADS_1
Mereka berdua pun kini duduk untuk menunggu pesanan yang telah di berikan oleh apoteker
"Sekarang coba kamu jelaskan lagi ke aku mengenai pacar kontrak tiga bulan itu apakah kamu melibatkan hati di dalamnya?" tanya Reyhan
"Aku nggak pernah melibatkan hati, tapi Reza sendiri yang ingin aku jadi pacar sesungguhnya." Ucap Rania
"Apa?!"
"Iya, aku sendiri juga kaget. Mungkin dia sendiri yang sudah melibatkan hati bukan aku." Ucap Rania
"Lalu sekarang hati kamu buat siapa?" tanya Reyhan
Tiba-tiba saja pertanyaan itu tidak bisa di jawab oleh Rania karena petugas apoteker sudah memanggil
"Atas nama Rania." Ucap petugas apoteker
"Iya, saya," ucap Rania dengan menghampiri petugas apoteker
"Huh, selamat! Hampir saja Reyhan tahu mengenai perasaanku padanya. Aku masih malu untuk mengungkapkan perasaanku padanya."Gumam Rania dalam hatinya
"Akh! Kenapa sih petugas apoteker itu harus memanggil di saat aku penasaran dengan jawaban Rania. Apa dia jug memiliki perasaan yang sama dengan perasaan yang saat ini aku punya untuknya." Gumam Reyhan dalam hatinya
Bersambung...
__ADS_1
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua....