Di Senggol Cinta Preman Pasar

Di Senggol Cinta Preman Pasar
101. Kecurigaan Rania


__ADS_3

Lambat laun Rania mulai curiga karena Reza tidak ada sama sekali kabar apa pun selama satu minggu ke depan, tidak ada satu pun kotak masuk yang selalu di tunggu Rania dari Reza.


"Kemana dia? Kenapa Reza tidak pernah lagi menghubungi aku. Apa dia sedang sibuk mengurus papinya." Gumam Rania dalam hatinya.


*****


Di sisi lain pasangan suami istri yang baru seumur jagung sedang mengadakan ritual olahraga malam untuk segera menghadirkan cabang bayi yang mereka harapkan bisa segera hadir untuk meneruskan bisnis turun-temurun keluarga Hardianto.


"Ah, sayang faster..." Ucap Luna


"Oke, as u wish." Ucap Reza


Permainan ala suami-istri pun kini telah selesai, Reza ambruk setelah mengobrak-abrik milik kepunyaan istrinya, kini mereka pun begitu menikmati waktu kebersamaan mereka yang sudah sering mereka lakukan untuk mendapatkan benih cinta. Bahkan Reza sudah lupa jika dirinya masih memiliki tunangan, seakan dunia itu miliki mereka berdua sedangkan yang lain hanya menumpang.


*****


"Lebih baik sekarang gw hubungi saja Reza duluan, mungkin saja Reza tidak bisa memegang ponsel pintarnya karena Reza sibuk."Ucap Rania


Setelah lama menerima panggilan Rania, akhirnya Reza pun menjawab panggilan tersebut dengan cara mengendap-endap pergi ke kamar mandi.


πŸ“±Drrrt ...Drrrt...


πŸ“ž"Sayang, kamu di mana?" tanya Rania


"πŸ“žA-aku lagi di kantor, sayang." Bisik Reza


πŸ“ž"Kenapa kamu masih di kantor? Ini kan sudah larut malam dan kenapa kamu bicara berbisik-bisik seperti itu?" Tanya Rania


πŸ“ž" Aku berbisik karena sedang di kantor. Mau gimana lagi, masalah di kantor belum beres juga." Kilah Reza

__ADS_1


πŸ“ž"Tetap semangat ya, aku yakin masalah di kantor akan cepat selesai. Aku akan selalu doain kamu!"ucap Rania


πŸ“ž"Makasih, sayang! Aku senang banget loh kamu telepon aku duluan dan beri aku semangat seperti ini." Ucap Reza


πŸ“ž"Sama-sama." Ucap Rania


"πŸ“žMaafin aku ya, sayang! Kita harus menunda pernikahan kita." Ucap Reza


πŸ“ž"Nggak apa-apa yang terpenting semua bisnis kamu berjalan lancar dan tidak ada hambatan." Ucap Rania


πŸ“ž"Makasih, sayang! Pokoknya besok kita bertemu langsung untuk membahas pernikahan kita." Ucap Reza


πŸ“ž"Memangnya kamu sudah selesai membereskan semua masalah kantor kamu?" tanya Rania


πŸ“ž"Sudah kok, makanya sekarang aku akan urus pernikahan kita." Ucap Reza


πŸ“ž"Yasudah, lebih baik besok kita ketemuan saja di cafe Gloria seperti biasa untuk bahas itu." Ucap Rania


Tut..


"Akhirnya, gw juga akan bisa menikmati tubuh Rania sebentar lagi, gw nggak nyangka dapat dua wanita cantik yang gw cintai." Gumam Reza


*****


Cafe Gloria


"Sayang, aku kangen sama kamu." Peluk Reza


"Ish! Jangan peluk seperti ini di depan umum kan malu aku." Ucap Rania

__ADS_1


"Untuk apa kamu malu sama calon suami sendiri." Ucap Reza


"Ini di depan umum kan mereka juga nggak tahu kalau kamu itu calon suami aku." Ucap Rania


"Iya-iya, aku minta maaf..." Ucap Reza


"Hmmm, kok minta maaf nggak ikhlas." Ucap Rania


"Ikhlas kok.." Ucap Reza


"Senyum dong kalau kamu ikhlas, jangan cemberut seperti itu." Ucap Rania


Mereka pun mulai memesan makanan dan minuman.


"Sayang, gimana kalau kita menikah minggu depan?" tanya Reza


"Bebas..." Jawab Rania


"Kok bebas sih jawabannya." Ucap Reza


"Terus maunya apa?" tanya Rania


"Kamu seperti nggak berminat untuk menikah dengan aku. Harusnya jawaban kamu tidak seperti itu." Ucap Reza


"Sudahlah, aku lelah berdebat terus sama kamu." Ucap Rania


Bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...

__ADS_1


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...


__ADS_2