
Saat menunggu Rania untuk pulang bersama, Rubi merasa kepalanya sangat berat. Ia ingin ke dunia mimpi yang panjang karena satu pun tidak ada yang menjual secangkir kopi.
"Ini aneh kemana perginya penjual kopi itu lagi, lebih baik aku pulang dulu saja. Nanti aku kabari Rania melalui pesan whatsapp." Gumam Rubiana dalam hatinya
Dengan sempoyongan, Rubi berjalan perlahan-lahan tak tentu arah dia merasa kepalanya ingin meledak jika tidak bertemu dengan bantal dan guling yang selalu mengiringi tidur lelapnya.
Tiba di depan kontrakan yang sederhana keluarganya, Rubi tanpa berpikir panjang lagi, ia membuka pintu tersebut tanpa sebuah sapan sahutan apa pun dari dirinya karena kepala Rubi semakin pusing, ia mengira jika kedua orang tuanya sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing sehingga Rubi memutuskan untuk tidak mengganggu orang tuanya.
Sore hari pun tiba, langit pun berubah menjadi mendung tertutup oleh awan hitam yang pekat, seorang gadis cantik berambut pirang masih terlelap dalam mimpi panjangnya. Hingga kedua orang tuanya menerobos pintu kamarnya.
Ceklek!!!
"Rubi!!! bangun." Teriak Sinti
Tapi Rubi tak ada sahutan sama sekali sehingga akhirnya terpaksa memanggil suaminya untuk bisa membangunkan putrinya seperti putri tidur dalam dunia dongeng.
"Hmmm, aku rasa ada yang aneh dengan penjual minuman tadi, Dad!" Ucap Rubi yang baru membuka bola matanya kembali.
__ADS_1
"Maksud kamu apa? Daddy nggak mengerti." Ucap Charles
"Pedagang minuman itu membuat minuman itu membuat aku tertidur pulas seperti ini." Ucap Rubi
"Berarti kamu di beri obat tidur! masa ia kopi bisa bikin tidur? yang ada itu kebalikannya! Lalu kemana adik kamu sekarang?" tanya Charles
"A-aku pulang duluan karena menunggu dia di luar pasar mode baper membuat aku semakin mengantuk." Ucap Rubiana
"Kenapa kamu meninggalkan adik kamu itu seorang diri?! kamu tahu sendiri kan adik kamu itu pernah di culik untuk di nikahkan secara paksa sama Kakek tua bernama Zeus itu!" Ucap Charles
"Aku nggak pernah ada maksud, Dad! untuk meninggalkan Rania seorang diri, tapi dia sendiri yang memaksa aku untuk menunggu di luar saja sambil membeli lagi sebuah kopi untuk menghilangkan rasa ngantuk." Ucap Rubiana
"Rubi sebelum meninggalkan pasar mode baper itu sudah berusaha untuk menghubungi Rania melalui Whatsapp." Ucap Rubiana
"Sekarang kamu hubungi lagi adik kamu! Daddy nggak mau terjadi hal buruk lagi dengan adik kamu." Ucap Charles
"Iya, Mommy juga nggak mau hal buruk itu sampai menimpa adik kamu." Ucap Sintia
__ADS_1
Beberapa saat kemudian setelah Rubiana terus menghubungi ponsel pintar milik Rania. Namun selalu saja gagal dan gagal.
..."Nomer anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar area, sihlahkan hubungi beberapa saat lagi."...
Sang operator seluler selalu kerap kali berbicara seperti itu, sehingga Rubiana pun menyerah dan menghela napas yang cukup panjang sekali untuk mencoba menenangkan pikirannya
"Ini semua karena aku, Rania dalam bahaya. Apa yang harus kita lakukan, Dad?" tanya Rubi sambil duduk di tepian tempat tidurnya.
"Lebih baik kita ceritakan masalah ini pada ketiga preman pasar. Siapa tahu Reyhan bisa membantu kita lagi untuk menemukan Rania yang hilang begitu saja di pasar." Ucap Charles
"Mommy setuju, Dad." Ucap Sintia
"Rubi juga setuju, Dad." Ucap Rubiana
Bersambung...
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
__ADS_1
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua....