
Rania pun sudah sedikit merasa legowo, ia sudah mempunyai rencana tersendiri saat akat akan tiba, ia mulai mengizinkan Tina memberikan sebuah polesan di wajahnya oleh taburan bubuk bedak, lalu polesan eyeliner, dan lipstik berwarna merah jambu untuk menjadikan seutuhnya calon pengantin wanita.
"Ternyata riasan lu bagus juga. Nama lu siapa?" tanya Rania
"Aku Tina, Nona cantik." Ucap Tina
"Aku Rania. Apa lu bisa membantu gw untuk melarikan diri dari pernikahan ini?" tanya Rania
"Maaf, Nona cantik. Saya tidak bisa melakukan itu. Saya di sini hanya menjalankan tugas." Ucap Tina
"Oh, ya! lupa gw kalau lu itu di bayar oleh Kakek tua itu." Ucap Rani
"Maaf sekali nona cantik, Saya nggak bisa bantu apa pun." Ucap Tina
"Nggak masalah yang terpenting lu doain gw supaya gw bisa keluar dari tempat ini." Ucap Rania
"Oke, Nona cantik! saya pasti berdoa yang terbaik untuk Nona cantik agar di permudahkan jalan keluar dari sini." Ucap Tina
"Makasih, Tina. Kamu ternyata orang yang baik." Ucap Rania
"Sama-sama, Nona. Kalau begitu saya permisi ya karena pekerjaan saya sudah selesai." Ucap Tina
*****
Sementara itu, Kakek Zeus sedang memandang cermin besar di depan matanya memasang senyuman termanis di wajahnya. Ia sangat bahagia dengan setelan lengkap tuxedo berwarna hitam.
"Guru, calon istri anda sudah selesai di rias." Ucap Dika
"Bagus, sekarang suruh dia masik ke ruangan rahasia untuk melangsungkan akat pernikahan." Ucap Kakek Zeus
__ADS_1
"Oke, Guru." Ucap Dika
******
Suasana menjadi haru biru seketika awan menjadi mendung, kilat pun ikut menyambut datangnya hujan deras di sekitar hutan belantara tersebut.
"Dad, kenapa perasaan Mommy makin nggak enak begini." Ucap Sintia
"Sudah deh, Mom! jangan banyak drama. Di luar hujan deras begini, Daddy nggak bisa keluar deh dari pondok ini." Ucap Charles
"Om, Kita masih di sini dulu saja. Sekalian nonton yang nikahan." Ucap Reyhan
"Kenapa masih panggil om, You can call me Daddy Charles." Ucap Charles
"Oke, Daddy Charles. I'm sorry." Said Reyhan
"CK! yang drama ternyata bukan Mommy tapi Daddy sama preman ganteng ini."Ledek Sintia
"Ngapain nonton yang nikahan?" Celetuk Jerry yang sudah mendengarkan percakapan mereka saat hendak menghampiri mereka.
"Loh kok kalian pada di sini? sudah selesai cari Pak penghulu?"
"Nggak ketemu, Bang Bos Reyhan Sepertinya ada di ruangan yang tersembunyi kayak di novel-novel gitu." Ucap Leon
"Eh, gentong! kebanyakan halusinasi lu yah dari ujung sana sampe ketemu Bang Bos lagi selalu yang di bahas itu ruangan tersembunyi! lu itu kebanyakan baca novel." Ledek Jerry
"Kalian ini selalu berantem saja, di sini nggak ada si Dahlia, jadi tolong kalian jangan duel di sini." Ledek Reyhan
"Ish! Bang Reyhan apa an sih! bawa-bawa nama Dahlia." Tegur Leon
__ADS_1
"Kenapa memang?" tanya Reyhan
"Aku sudah ikhlasin dia sama Jerry." Ucap Leon
"Yakin lu bisa ikhlas." Ledek Reyhan
"Yakin nggak yakin sih, Bang Bos." Ucap Leon
"Kalau memang nggak ikhlas lebih baik perjuangkan saja." Ucap Reyhan
"Nggak bisa Bang Bos. Aku sudah kalah dari jerry." Ucap Leon
"Hanya karena kalah dalam persaingan setoran jadi menyerah?" tanya Reyhan
"Bukan begitu, Bang Bos." Ucap Leon
"Ish! apa sih, Bang Bos malah belain si gentong." Ucap Jerry
"Sirik ajah lu, tiang listrik." Ucap Leon
"Stop! jangan berantem lagi. Sekarang kita fokus cari penghulu itu di ruangan yang di katakan oleh Leon, Gw penasaran siapa yang menikah di tengah hutan seperti ini." Ucap Reyhan
"Apa hantu ya itu penghulu? kenapa dia menghilang begini. Kami sudah mencari kesana, tapi belum juga menemukan batang hidungnya." Ucap Jerry
"Ngawur! jangan bilang yang aneh-aneh." Ucap Reyhan
Bersambung...
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
__ADS_1
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...