Di Senggol Cinta Preman Pasar

Di Senggol Cinta Preman Pasar
99. Perubahan Reyhan


__ADS_3

Setelah di berikan modal investasi yang cukup besar kepada keluarga Reyhan, kini Reyhan sudah memiliki sebuah pabrik roti. Hingga Reyhan pun menghapus semua tatto yang selama ini melekat dalam tubuhnya


"Wah, anak bunda jadi tambah ganteng karena tubuh kamu sudah bersih kembali dari tatto yang selama ini kamu buat." Ucap Farida


"Bunda kan tahu sendiri tatto yang aku buat tidak permanen sama sekali. Tatto ini aku sudah hapus sama seperti kehidupan gelap yang Reyhan rasakan." Ucap Reyhan


"Ini baru anak Bunda yang baik. Bunda sangat bangga sama kamu karena bunda yakin juga kalau sebentar lagi kamu akan menjadi sarjana kedokteran dan Ayah kamu pun sudah pensiun." Ucap Farida


"Sekarang Ayah di mana, Bunda?" tanya Reyhan


"Ayah kamu sekarang bantu Bunda untuk urus pabrik roti kita. Kamu fokus kuliah saja sampai lulus." Ucap Farida


"Dua semester lagi pun aku sudah lulus kok, Bunda! Aku kan hanya meneruskan saja yang dulu tertunda."Ucap Reyhan


"Oh, ya. Nak! Bunda mau tanya sesuatu, boleh?" tanya Farida


"Tanya apa, Bunda?" tanya Reyhan


"Kenapa dulu kamu sempat pindah jurusan? Apa alasan kamu pindah jurusan?" tanya Farida


"Karena aku ingin menyembuhkan banyak orang yang sakit, tapi tidak mampu untuk membayar. Jadi jika suatu hari nanti aku sukses aku ingin sekali mendirikan sebuah rumah sakit untuk orang yang tidak mampu." Ucap Reyhan


"Cita-cita kamu memang mulia, sayang! Bunda sangat bangga sama kamu." Ucap Farida

__ADS_1


"Makasih, Bunda. Reyhan juga sangat menyayangi Bunda," ucap Reyhan dengan memeluk sang Bunda sebagai rasa kasih sayang.


****


Flashback on


"Bu Farida kedatangan saya ke rumah ini untuk memberikan investasi. Apa ibu Farida bersedia menerima investasi untuk membuka pabrik roti?" tanya Sintia


"Ibu serius?!" Kaget Farida


"Saya serius, Bu. Apa ibu bersedia? "tanya Sintia


"Saya bersedia, Bu." Ucap Farida


"Oke. Makasih Bu Sintia. Saya nggak menyangka kalau anda bisa membantu perekonomian keluarga kami


"Sama-sama, Bu. Ini juga kan menguntungkan keluarga saya juga


"Tapi ibu Sintia dapat dari mana uang sebanyak ini?" tanya Farida


"Dari suami saya. Sebenarnya keluarga kami tidak miskin hanya berpura-pura saja miskin." Ucap Sintia


"Hah? berpura-pura miskin untuk apa, Bu?" tanya Farida

__ADS_1


"Ingin anak saya yang bernama Rania adiknya Rubi itu bisa berubah menjadi gadis yang mandiri dan tidak tomboi lagi." Ucap Sintia


"Oh, idenya sangat bagus ya. Tapi apa sekarang anak ibu itu sudah bisa berubah." Ucap Farida


"Masih proses, Bu." Ucap Sintia


"Sabar ya, Bu. Saya yakin Rania pasti bisa berubah menjadi yang ibu inginkan." Ucap Farida


"Entahlah sekarang saja Rania sudah berani untuk menentang saya untuk menerima Reyhan sebagai calon suaminya."Ucap Sintia.


"Kalau begitu jangan di paksakan, Bu karena jodoh sudah ada yang mengatur." Ucap Farida


"Bagaimana kalau Reyhan anak Bu Farida kita jodohkan dengan anak pertama saya yaitu Rubiana." Ucap Sintia?" tanya Sintia


"Hmmm, saya sih gimana Reyhan saja. Ibu tanyakan langsung kepada anaknya karena sebagai ibu yang baik, saya tidak mau memaksakan kehendak saya sendiri." Ucap Farida


Flashback off


Bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2