
Brmm....Brmm
Ready. ..
one
Two
Three
Kibasan dari bendera segitiga mulai mengibarkan sayapnya ke kanan dan ke kiri sebagai bentuk mobil balap liar akan beraksi di arena jalanan yang sudah di siapkan oleh para pengemudi
Rania sangat bersemangat untuk memenangkan perlombaan ini karena ia yakin akan membawa uang untuk biaya kuliah semester
Go.....!!!!
Mobil balap dari kedua pengemudi melaju dengan kecepatan sangat tinggi, Rania menancapkan pedal gasnya dengan brutal sehingga pengguna jalan lain sangat geram melihat aksi kedua para pengemudi
Rania yang mengungguli lawannya di depan melirik belakang, hingga Rania pun harus membanting setirnya cukup keras ke arah kanan untuk menghindar dari gerobak nasi goreng yang melintas tepat di depannya. Namun naasnya kecelakaan itu tidak bisa lagi terhindarkan.
Rania pun mulai menyilangkan kedua lengannya untuk menutup bola matanya yang sedang di landa kecemasan karena mobil Reza masuk ke sebuah jurang.
Bruk!!!
Hingga kecelakaan itu pun harus terjadi, Mobil kesayangan Reza harus cacat sedangkan Rania tak sadarkan diri.
******
__ADS_1
Sementara itu di sisi lain, Seorang wanita paruh baya sedang membereskan lapak baru yang ia sengaja sewa untuk menjual roti mini panggang karena wanita ini merasa jika hanya menitipkan barang dagangan saja itu tidak cukup menghasilkan uang yang lebih banyak.
Modal yang di dapatkan dari hasil membajak sawah suaminya, kini wanita itu bisa menyewa sebuah lapak yang sedari dulu menjadi incarannya.
Farida mulai bisa tersenyum sumringah membereskan roti-roti mini serta bolu-bolu mini yang terpajang cantik di etalase miliknya
"Bu, roti mini ini berapa?" tanya pembeli
"2500 satunya." Ucap Farida
"Hah? mahal amat! biasa roti begini 1500, Bu!" Tawar pembeli
"Memang segitu, Neng! harganya udah murah banget." Ucap Farida
"Yasudah, Saya beli 2 roti mininya ya, jadi 5000 yah, Bu!" Ucap Pembeli
"Oke, Neng. Makasih." Ucap Farida
Tak heran dagangan Farida pun cepat ludes hanya dalam kurun waktu satu jam saja, padahal ini baru hari pertama roti dan bolunya di pamerkan di etalase.
"Alhamdulilah, dagangan saya laris manis hanya dalam satu jam saja. Saya nggak nyangka resep leluhur ini bisa membantu kesulitan keuangan yang keluarga saya alami. Saya juga bisa membantu anak semata wayang saya Reyhan untuk melanjutkan kuliahnya kalau saya terus menekuni dagangan ini." Gumam Farida
*
*
*
__ADS_1
Prang!!
Tiba-tiba saja gelas pecah, saat Sintia hendak membawa secangkir kopi hitam kepada Charles.
"Mom! hati-hati dong bawa kopi untuk Daddy! hampir saja kena celana panjang Daddy." Gerutu Charles
"Maaf, Dad! sepertinya Mommy punya firasat nggak enak sama Rania.
"Itu hanya firasat kamu saja, Rania kan sedang jaga lapak usaha di pasar." Ucap Charles
"Kalau begitu Mommy susul Rania ke pasar dulu ya." Ucap Sintia
"Daddy ikut, Mom!"Sergah Charles
"Ngapain ikut segala?" tanya Sintia
"Takut Mommy di ganggu sama preman di sana lebih baik Daddy ikut buat banti jagain ratu di hati Daddy," ucap Charles dengan terkekeh.
"Ih, masih ajah posesif." Keluh Sintia
"Tapi suka kan?!" Goda Charles
"Ini bukan waktunya untuk Daddy menggoda terus Mommy! ini waktunya kita untuk menemui anak kita! firasat aku nggak enak!" Ucap Sintia
"Oke, Maaf Mommy. Hayu kita ke pasar untuk memastikan kalau Rania baik-baik saja." Ucap Charles
Bersambung ......
__ADS_1
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...