
Pagi buta tak secerah mentari pagi, Seorang gadis berusia 19 tahun memulai harinya dengan membersihkan tubuhnya di kamar mandi sepetak
"Mom, aku berangkat dulu ya." Pamit Rania
"Hati-hati, Nak! di jalan." Ucap Sintia
"Maacih, Mommy Rania yang cantik." Ucap Rania
"Eits! tunggu bentar! kenapa kamu masih pakai celana jeans bolong-bolong dan kemeja rangkap kaos itu lagi?" tanya Sintia
"Lah, emang sehari-hari Rania kan memang berpenampilan kece seperti ini, Mom. Kalau di ubah aku merasa bukan diri aku." Ucap Rania
"Sudahlah sekali-kali ganti sama yang Mommy sudah siapkan ini." Ucap Sintia dengan membawa paper bag besar.
"Astaga! Mom! ini bukan selera baju aku! pakai rok minim seperti ini," ucap Rania dengan membuka paper bag besar
"Sudah pakai saja, jangan banyak protes ya." Ucap Sintia
"Gimana nggak protes sih, Mom! ini baju dan rok bukan style aku banget." Ucap Rania
"Sudah cepat pakai! anggap saja ini baju dinas kamu kerja di pasar agar menarik hati pembeli." Ucap Sintia
"Oke," ucap Rania dengan terpaksa memakai baju dan rok pemberian Mommy.
Rania pun mulai berpamitan kepada
__ADS_1
kedua orang tuanya untuk pergi menjaga lapak yang telah di sewa oleh Daddy Charles
"Gini amat nasib gw! baru kemarin gw di khianati sama sahabat sendiri, eh! sekarang gw harus jatuh miskin kayak gini! gimana kalau teman-teman kampus Atlantik pada tahu kalau gw jualan di pasar. Malu!!! muka gw lebih baik gw sembunyikan di pantat dari pada gw taruh di depan!" Gerutu Rania dalam hatinya
*
*
*
Suasana pasar pagi itu tidak seperti biasanya yang sepi. Hari ini suasana pasar Mode Baper di kelilingi oleh para pembeli yang sedang ingin membeli sayur-mayur untuk kebutuhan sehari-hari
"Neng, Tahunya 5000 dapat berapa biji?Tanya salah satu pembeli
"Mahal amat, Neng! nggak bisa dapat 10 biji." Tawar Pembeli
"Nggak bisa kang! mending di tempat lain saja kalau mau beli 10 biji. Ini tahunya kualitas bagus di campur dari tahu susu juga." Ucap Rania
"Sombong amat sih, Neng! mentang-mentang cantik nawar dikit ajah nggak boleh."Gerutu Pembeli
"Heh, Kumis!" seru suara lantang dari kejauhan
"Siapa? saya?" tanya Pembeli
"Dari tadi saya liatin anda goda gadis ini saja! cepat beli! nggak usah pake nawar segala macem!" Geram Reyhan
__ADS_1
"Eh, I-iya. Bang. Ampun." Ucap pembeli
Pembeli itu pun bertekuk lutut di hadapan seorang Reyhan karena melihat tato ular dan Naga terpampang di sekujur tangannya
Akhirnya pembeli itu terpaksa mengeluarkan uang kertas berwarna cokelat untuk membayar tahu yang sudah di siapkan oleh Rania.
"Makasih ya, Bang! sudah menolong saya barusan." Ucap Rania
"Nggak usah makasih! gw nggak butuh makasih yang gw butuh setoran jatah preman di sini jangan lupa! lu kan gw liatin orang baru di lapak ini." Ketus Reyhan
"Idih, gw pikir lu ikhlas bantu gw! nyatanya ada udang di balik batu." Ucap Rania
"Eh, Lo nggak usaha banyak ngomong ya! gw kasih tahu ya! di sini gw yang ngatur! suka-suka gw mau ikhlas mau nggak kek bukan urusan lu. Gw hanya mau kasih tahu kalau setiap harinya lu harus setor sebesar 100 ribu ke kita." Ucap Reyhan
"Hah? gila pemerasan amat, Bang!mau gw laporin ke polisi." Ucap Rania
"Coba ajah kalau berani laporin ke polisi, Gw pastiin seluruh keluarga Lo nggak akan tenang hidup di dunia neraka ini."Ancam Reyhan
"Ih, ternyata hanya wajahnya ajah yang ganteng, tapi kelakuan sadis banget." Gumam Rania dalam hatinya.
Bersambung...
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua....
__ADS_1