
Rubi dan Mom Sintia pun bergegas ke rumah kontrakan milik Reyhan
Tok
Tok
Tok
"Calon mantu..." Seru Sintia
"Mommy Tante sedang apa di sini?"tanya Reyhan
"Mommy ingin memperkenalkan kamu dengan anak pertama Tante yang akan menjadi tunangan kamu kedepannya." Ucap Sintia
"Aku sudah kenal kok, Mommy Tante.. " Ucap Reyhan
"Di mana?" tanya Sintia
"Rania kan sering membawa Rubi ke pasar mode baper." Ucap Reyhan
"Oh, ya! Bagus deh kalau kalian berdua sudah saling mengenal, jadi Mommy ingin acara pertunangan kalian di lakukan di Cafe delusi saja, bagaimana apa kamu setuju Rey?" tanya Sintia
"Hmmm, aku setuju saja sih Mommy Tante. Tapi tidak tahu Rubi mau atau tidak sama aku." Ucap Reyhan
Rubi yang sejak tadi mematung mendengar percakapan keduanya, hanya bisa membulatkan mata, ia terpanah akan penampilan Reyhan tanpa Tatto di sekujur tubuhnya menjadi bersih, terawat, dan wangi. Berbeda dengan Reyhan yang tidak terurus, bau, dan banyak tatto yang berada di seluruh tubuhnya
"Rubi, itu calon tunangan kamu sedang bicara. Kok kamu malah diam saja?!" Cubit Sintia pada lengan Rubi
"Ah, Mom! sakit..." Pekik Rubi
"Kamu ini malah diam saja dari tadi. Dari tadi Reyhan tanya apa kamu setuju bertunangan sama dia." Ucap Sintia
__ADS_1
"Hmmm, Iya..." Ucap Rubi
"Nah gitu dong! Ini baru anak Mommy yang selalu menuruti keinginan orang tua sebagai bakti anak." Ucap Sintia
******
Reyhan pun mulai mengajak Rubi ke sebuah taman terdekat, ia ingin lebih mengenal sosok Rubiana lebih dekat lagi
"Kok bisa kamu nggak tatto lagi?" tanya Rubiana
"Tatto itu nggak permanen kok, bisa di hapus..." Ucap Reyhan
"Bagus deh, aku lebih suka sama kamu yang seperti ini tanpa tatto dak tindikan anting, jadi terlihat rapi dan tambah ganteng." Ucap Rubiana
"Hmmm, makasih..." Ucap Reyhan
"Aku mau tanya sesuatu tapi kamu jangan marah ya." Ucap Rubiana
"Apa kamu mencintai Rania?" tanya Rubiana
Deg!
"Hmmm, nggak kok. Aku nggak lagi mencintai siapa pun." Kilah Reyhan
"Oh, syukurlah aku pikir kamu mencintai Rania." Ucap Rubiana
"Kenapa semua orang berpikiran seperti itu?" tanya Reyhan
"Karena kami sekeluarga melihat pengorbanan kamu sangat besar untuk Rania..." Ucap Rubiana
"Itu atas dasar kemanusiaan saja bukan karena ada sebuah perasaan cinta semata." Kilah Reyhan
__ADS_1
"Oh, syukurlah kalau begitu. Aku bernapas dengan lega karena Rania dan kamu tidak memiliki sebuah perasaan apa pun juga." Ucap Rubiana
"Iya, kamu tenang saja mulai hari ini aku juga akan mulai belajar untuk mencintai kamu karena besok kita sudah bertunangan."Ucap Reyhan
"Iya, aku juga sama mulai sekarang aku akan belajar mencintai kamu karena pilihan dari orang tua pasti yang terbaik." Ucap Rubiana
*****
Keesokan harinya, pertunangan pun berlangsung secara tertutup. Hanya beberapa kerabat saja yang datang di rumah kontrakan sederhana Reyhan.
Cincin yang sudah di siapkan oleh pihak keluarga pun sudah di kenakan oleh Rubiana dan Reyhan, kini mereka resmi bertunangan.
Tak kalah menarik Rania merasa kecewa melihat Reyhan yang kini sudah di miliki oleh Kakak kandungnya sendiri hanya bisa menghela napas panjang saja
"Gw harus bersikap biasa saja seakan-akan gw happy melihat mereka kini status mereka sudah bertunangan. Gw harus bisa mengiklankan semuanya."Gumam Rania dalam hatinya.
"Halo, calon Kakak ipar..." Sapa Rania
"Astaga, kaget gw! ngapain bilang seperti itu?" tanya Reyhan
"Kan hari ini lu bertunangan dengan Kak Rubi otomatis lu itu calon Kakak ipar gw dong."Ucap Rania
"Oke, terserah saja mau bilang apa, tapi ngomong-ngomong mana pacar kamu kok tidak di bawa ke sini juga?" tanya Reyhan
"Dia lagi sibuk dengan bisnisnya..." Ucap Rania
Bersambung...
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...
__ADS_1