
Akhirnya, pada keesokan harinya Jerry dan Leon berseteru untuk melakukan pertandingan demi mendapatkan sang pujaan hati di dekatkan oleh Bang bos Reyhan.
Kala itu mentari sangat menyengat kulit mereka. Reyhan hanya mematung melihat kedua anak buah mereka begitu
Keringat mulai bercucuran di pelipis Leon karena bobotnya tak bisa menyeimbangi kelincahan Jerry yang begitu cepat menagih setoran
"Sial! kalau begini aku bisa kalah! kenapa tubuhku tidak bisa berkompromi sedikit! Aku ingin menang dari si Jerry tiang listrik." Umpat Leon
"Eh, Gentong! gw denger tuh gerutu lu dari sini! Lu lihat uang setoran para pedagang ini lebih unggul dari lu." Ucap Jerry
"Cih! Bangga lo! yasudah gw ngalah kalau Abang bos Reyhan yang akan jadi tali pengukur antara lu dan Dahlia." Ucap Leon
__ADS_1
"Kita saingan sehat saja deh! mending lu kurusin tuh perut gentong lu itu dan gw juga akan perbesar badan gw biar nggak jadi tiang listrik seperti yang lu bilang." Ucap Jerry
"Oke, Deal!" Ucap Leon
Mereka pun berjabat tangan dengan sorotan mata tajam yang menggebu dalam dada serta peperangan dalam batin mereka mulai tercuat dalam sanubari.
"Gw harus mempunyai tubuh ideal untuk bisa memikat hati Dahlia. Mungkin aku juga harus minta bantuan Bang Bos Reyhan untuk mencari tahu makanan sehat apa saja yang harus di konsumsi agar lemak yang aku miliki tidak tertimbun dalam perutku yang gentong ini." Gumam Leon
Dua pikiran yang berbeda, namun satu arah yang sama yaitu sama-sama ingin mendapatkan cinta Dahlia meskipun mereka sadar bahwa cinta Dahlia hanya tertuju pada Reyhan. Namun sikap dingin Reyhan membuktikan bahwa Reyhan tidak tertarik pada Dahlia maka kedua sahabat sekaligus anak buahnya tak sungkan untuk melangkah maju dengan dukungan Reyhan sendiri.
Sebenarnya dulu sempat kedua anak buah Reyhan selalu ingin bertanya kenapa Bang Bos Reyhan tak tertarik pada kemolekan Dalia. 'Apa Bang bos Reyhan tidak normal??'
__ADS_1
Itulah yang selalu di pertanyakan oleh banyak orang mengapa sampai sekarang Reyhan tidak pernah memiliki seorang kekasih setelah Ia putus cinta beberapa tahun silam.
Bahkan sempat kedua orang tua Reyhan berinisiatif untuk menjodohkan putra semata wayangnya itu. Namun selalu saja Reyhan tolak, Ia beralasan karena ingin membahagiakan kedua orang tuannya dulu dan sukses barulah Reyhan bisa membuka hatinya. Namun setelah pertemuannya dengan Rania, Reyhan bersilat lidah dengan apa yang sempat dulu ia bicarakan bahwa Ia tidak akan jatuh cinta kepada gadis mana pun setelah Ia bisa meraih kesuksesan.
Semua terasa salah, Reyhan kini membulatkan hati tetap menutup pintu hatinya meskipun Rania membuat jantungnya tak karuan, Ia harus menutupi segala rasa itu demi mengingat janji yang dulu ia tanamkan pada dirinya dan orang tuanya bahwa dia ingin sekali sukses terlebih dulu barulah ia memikirkan pendamping hidupnya.
Bersambung...
...Jangan lupa untuk memberikan like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua....
__ADS_1