
Bugh!
Tinju pun segera di layangkan di area wajah Kakek tua hingga keluarlah darah yang mengalir dari hidungnya karena hantaman keras yang di lakukan oleh Reyhan terkena bagian hidung tersebut
"Akh!" Pekik Kakek Zeus
"Itu untuk orang bodoh yang ingin memaksakan menikahi wanita yang tidak sama sekali mencintai, bahkan hanya karena hutang budi menolong saja. Anda tidak tahu malu, Dasar aki-aki keladi! ingat umur." Celoteh Reyhan
"Kurang ajar kamu ya! sama orang yang lebih tua! justru karena saya aki-aki butuh istri agar bisa mempunyai keturunan." Ucap Kakek Zeus
"Akhirnya anda mengakui kalau anda itu memang aki-aki yang nggak tahu diri." Ucap Reyhan
"Serang mereka bodoh! jangan berdiri saja. Cepat usir mereka dari sini." Titah Kakek Zeus
"Baik, Guru...."Ucap Galang dan Dika
Perkelahian pun terjadi di antara kedua belah pihak yang sudah merasakan gusar sejak awal kemunculan rombongan Reyhan. Tapi karena Reyhan selalu melirik arah Rania, konsentrasinya terpecah dan Reyhan pun terkena pukul dari arah samping wajah yang gantengnya
"Reyhan, kamu nggak apa-apa?" tanya Rania sambil berlari kecil ke arah Reyhan dan memegang luka lembab dari sisi kanan mulutnya.
"Aku baik-baik saja, lebih baik kamu cepetan kabur dulu bersama orang tua kamu. Biar aku yang mengurus Kakek busuk yang tega memaksa kamu menikah ini." Ucap Reyhan
"Baiklah, tapi kamu harus janji kalau kita bertemu lagi kamu harus dalam keadaan baik-baik saja." Ucap Rania
"Kamu tenang saja. Aku ini preman pasar, bagi aku perkelahian ini sudah menjadi makanan sehari-hari aku." Ucap Reyhan
__ADS_1
"Oke, kalau begitu hati-hati ya," ucap Rania yang bergegas pergi dengan kedua orang tuanya
*******
"Syukurlah, Rania kamu baik-baik saja dan tidak jadi menikah dengan Kakek tua itu." Ucap Charles
"Iya, Mommy juga bersyukur banget kamu bisa selamat dari cengkraman Kakek tua itu. Nggak kebayang deh masa Mommy punya menantu seperti itu." Ucap Sintia
"Makasih ya, Mommy dan Daddy sudah membantu aku bahkan rela menyusul ke dalam hutan ini." Ucap Rania
"Sama-sama, Rania sayang! pantas saja dari kemarin-kemarin feeling Mommy tentang kamu itu nggak enak sama sekali." Ucap Sintia
"Iya, Mom..." Ucap Rania
"Sekarang Daddy mau tanya sesuatu sama kamu, Rania." Ucap Charles
"Dari mana kamu dapat mobil balap?" tanya Charles
"Hmm, aku dapat mobil itu pinjem dari pacar aku, Dad." Ucap Rania
"What???"Kaget Charles
"Iya, pacar aku namanya Reza. Dia baik mau pinjemin Rania mobil balap." Ungkap Rania
"Untuk apa kamu balap liar lagi? bukankah Daddy sudah katakan kepada kamu bahwa kamu di larang keras untuk balap liar lagi!" Geram Charles
__ADS_1
"Maafkan aku, Dad! aku terpaksa melakukan semua ini untuk membiayai uang semesteran aku yang sudah nunggak." Ucap Rania
"Nah kan ini semua karena, Daddy." Bisik Sintia dengan cubitannya.
"Berisik kamu! Daddy melakukan semua ini demi Rania berubah jadi lebih baik, jadi kamu diem saja dulu
" Bisik balik Charles
"Aku ingin bongkar kepada Rania tentang rahasia kita." Bisik lagi Sintia
"Sabar, jangan dulu. Tunggu dia berubah dulu baru kita bisa mengungkapkan kebenaran ini semua." Bisik lagi Charles
"Oke, tapi awas saja kalau Daddy membuat anak kita celaka lagi karena masalah biaya kuliah." Ancam Sintia
"Iya-iya."
"Halo, kenapa kalian bisik-bisik begitu. Apa kalian berdua menyembunyikan sesuatu ya dari aku?" tanya Rania
"Tidak, Kami berdua tidak pernah menyembunyikan sesuatu dari kamu kok." Kilah Charles
"Sudahlah ngobrolnya nanti lagi, Lebih baik kita keluar dari hutan ini dulu saja." Ucap Sintia
"Nanti, Mom! kita tunggu saja dulu rombongan Reyhan berhasil untuk meluputkan si Kakek tua dan kedua muridnya itu karena setau Rania, Kakek tua dan kedua muridnya itu sangat jago dalam bela diri pencak silat." Ucap Rania
Bersambung..
__ADS_1
...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalia. sebagai favorite/subscribe...
...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...