Di Senggol Cinta Preman Pasar

Di Senggol Cinta Preman Pasar
18.Hidup Matrealistis


__ADS_3

Masih dalam ruang lingkup kontrakan sepetak yang sengaja di sewa oleh Charles dan Sintia agar meyakinkan sang anak bahwa keluarganya jatuh miskin karena di tipu.


Dalam suasana mencengkam dan panas, seorang ibu tidak tinggal diam, Ia segera mencairkan suasana dengan mengalihkan topik pembicaraan agar kedua orang yang sedang di antara sang ibu tidak perang dingin. Akhirnya Sintia angkat bicara.


Memang kenapa? kalau Daddy bandingkan kamu dengan Kakak kamu yang jauh lebih baik dari kamu. Itu memang kenyataanya kalau Kakak kamu memang jauh lebih baik, feminim, rajin dan lain-lain." Ucap charles


"Tega banget sih, Dad!" Geram Rania


"Sudah! sudah jangan bertengkar lebih baik kita bahas preman ganteng yang kamu ceritakan saja. Mommy jadi penasaran ingin bertemu." Sela Sintia


"Ih, inget umur, Mom! masa mau cari pengganti Daddy." Ucap Rania


"Eh, sembarangan kamu ngomong! kalau Daddy kamu ini tidak akan tergantikan! hanya saja Mommy penasaran dengan cerita kamu itu kalau ada preman ganteng di pasar. Siapa tahu itu jodoh kamu." Ucap Sintia


"Mommy salah besar. Sekarang Rania sudah punya kekasih. Jadi mana mungkin aku tertarik dengan preman nyebelin itu walupun dia ganteng." Ucap Rania


"Masa sih kamu nggak jatuh cinta sama preman ganteng itu?" Tanya Sintia

__ADS_1


"Nggak, Mom. Rania kan sudah punya pacar."Elak Rania


"Kamu kenalin dong pacar kamu ke kita." Ucap Sintia.


"Iya, Rania akan kenalin ke Mommy dan Daddy." Ucap Rania


"Kapan?!"tanya Sintia


"Kapan-kapan kita bertemu lagi...," ucap Rania dengan bersenandung ria membuat yang mendengarkan terkekeh.


"Besok malam deh. Aku bawa ke hadapan Mommy dan Daddy. Dia orangnya tulus banget masih mau nerima Rania sebagai Kekasihnya padahal dia tahu kalau Rania sudah bukan Rania yang spektakuler dulu." Ucap Rania


"Bagus tuh, Daddy suka kalau gitu cowok yang tulus sayang sama kamu. Cocok jadi mantu kita, Iya kan, Mom?" tanya Charles


"Tentu Dad! Mommy pasti setuju apa lagi Rubi Kakak kamu itu akan sangat setuju, jika kamu sudah memiliki pasangan hidup. Tapi Mommy juga tetap penasaran sama pilihan kedua kamu yang kamu bilang preman pasar itu. Mommy juga ingin bertemu." Ucap Sintia


"Pilihan kedua?! Mommy salah besar dia nggak pantes jadi pilihan kedua aku." Ucap Rania

__ADS_1


"Masa sih? Mommy melihat gelagat kamu yang aneh. Mommy yakin kamu suka sama dia kok. Jadi tetap Mommy ingin bertemu keduanya agar bisa membandingkan mana yang pantas untuk calon suami kamu nantinya." Ucap Sintia


"Astaga, Mommy! aku nggak mau nikah dulu sebelum aku sukses, lagi pula aku nggak suka sama preman ganteng itu. Kalau misalkan aku nikah sama dia pasti akan berdampak buruk ke depannya." Ucap Rania


"Berdampak buruk, gimana?" tanya Sintia


"Kasian nanti anak aku kena cemooh karena papanya seorang preman pasar yang hanya bisa memagih uang setoran dari tiap penjual." Ucap Rania


"Nak! Roda itu mudah berputar! kadang kita di atas dan kadang kita di bawah! jadi kamu jangan suka merendahkan orang lain. Siapa tahu saja preman itu tobat dan kembali ke jalan yang benar hingga bisa mapan." Ucap Charles


"Itu hanya ada di novel, Dad! ini dunia kenyataan! hidup itu harus materialistis saja karena nggak mungkin kita hidup mengandalkan yang namannya cinta. Bisa mati kelaparan Rania kalau hidup bersama preman pasar yang hanya memakan uang haram setiap harinya." Ucap Rania


Bersambung...


...Jangan lupa untuk memberikan dukungan berupa like di setiap episode, Vote sebanyak mungkin, dan tambahkan di rak buku kalian sebagai favorite/subscribe...


...Terima kasih sudah mampir di karya ini, semoga bisa menghibur kalian semua...

__ADS_1


__ADS_2