
"Ya ampun Sayang aku minta maaf, gimana kalau kita mandi bareng biar badan kamu sembuh, dan juga segar," tawar Felix dengan santai.
"Kamu serius akan sembuh?" tanya Jova dengan polos dan melilit tubuh polosnya dengan selimut.
"Ya berusaha dulu Sayang, tapi nanti berendam dengan air hangat dan pake Essential Oil biar bisa dipijat-pijat manja juga," ucap Felix dengan menyengir kuda, seolah menyimpan niatan lain.
Setelah berpikir dengan matang akhirnya Jova pun menganggukan kepalanya, dan membiarkan Felix berjalan lebih dulu.
"Ayolah Jo aku sudah melihat milik kamu, kamu jangan malu-malu," ucap Felix dengan berdiri seolah mengajak menjelajah ke alam surgawi lagi.
"Enggak-enggak kamu lebih dulu saja, aku malu." Jova tetapi tidak mau dan akhirnya felix pun lebih dulu berjalan ke kamar mandi dan menyiapkan air dalam bathtub dengan menuangkan beberapa tetes Essential Oil Aromaterapi dengan wangi Jasmine.
"Jo, ayo udah siap nih nanti aku pijat-pijat punggung kamu biar tidak sakit lagi dan berendam sejenak pasti tidak akan merasakan sakit lagi," ucap Felix dengan kepala mengintip ke kamarnya, dan Jova pun datang dengan melilitkan handuk yang kecil melingkar di tubuhnya.
"Tapi kamu jangan minta aku layanin kamu lagi yah, sumpah sakit banget," ucap Jova dengan wajah yang masih menahan rasa sakit itu.
"Ok baiklah, aku tidak minta, aku janji." Felix dan Jova pun hanya mandi bersama meskipun Felix sudah menegang lagi, tapi di kasihan Jova yang masih kesakitan. Ah bahkan Felix tidak menyangka kalau istrinya itu masih perawan. Dia sempat berpikir kalau perawan itu tidak ada di dunia nyata apalagi dunia yang seperti sekarang ini, tetapi Justru Felix salah dia melihat Jova sangat polos.
Sementara dia yang dulu pernah menjadi penjelajah wanita tidak pernah menemukan berlian seperti ini. Dan memang dijaman seperti ini sangat sulit menemukan prawan.
"Kita makan yuk, udah lapar banget," ucap Jova setelah selesai berpakaian.
"Ayok aku juga lapar." Lagi, pasangan suami istri itu pun turun ke bawah untuk makan siang yang sudah telat, bahkan sekarang sudah jam dua, mereka baru bersiap untuk makan. Cacing-cacing sudah meminta jatahnya sejak tadi.
"Neng, biar bibi yang siapkan," ucap Bi Suro yang sudah bersiap untuk melayani majikanya makan.
__ADS_1
"Oh tidak-tidak Bi, biarkan Jova yang siapkan makanan siang kita, Bibi istirahat saja," ucap Jova, kali ini Jova iengin melayani sepenuhnya kebuthan Felix, dan Felix pun tidak melarangnya. Lagian Jova kasihan dengan bi Suro yang pasti cape.
"Bi, Ibu udah makan?" tanya Jova, yang tidak melihat sang ibu.
"Udan Neng, tadi sama Neng Sumi dan sekarang Neng Sumi udah pergi," jawab Bi Suro.
Jova pun membiarkan sang ibu yang mungkin sedang istirahat, dan soal Sumi memang temannya itu sudah mengatakan sebelumnya kalau akan pergi untuk mencari kontrakan. "Ayo Mas, makannya cepatan, karena aku mau ketemu dengan cemong aku sudah tidak kuat kangen banget sama cemong," ucap Jova yang langsung mengambilkan menu makan untuk suaminya.
Felix pun langsung melayangkan tatapan tajam. "Kamu kalau sedang sama aku jangan sebut-sebut cemong, aku cemburu berat," ucap Felix dengan mengunyah makananya, dan wajah yang menunjukkan tidak suka.
"Cih, kamu sama anak kucing saja bisa cemburu, gimana kalau dengan orang lain," ledek Jova, bukan Jova kalau dia bukan makin nurut, dia malah makin senang untuk meledek Felix dengan cemong.
"Sama aja namanya cemong atau siapa kek aku tidak suka," balas Felix dengan bibir trus mengunyah makananya. "Oh iya Jo, aku habis ini mau ke kantor dulu bentar kamu mau ikut enggak?"
"Pengin ikut sih Mas, tapi belum ketemu sama cemong nanti dia marah karena dikira tidak diperhatikan," goda Jova yang seolah-olah dia menomor satukan kucingnya.
"Loh kok jadi maksa sih," balas Jova tetap memainkan peranya agar terlihat dia lebih memilih bermain dengan cemong, dari paay ikut suaminya ke kantor.
"Iya karena aku cemburu dengan kamu, yang selalu memainkan cemong," ucap Felix dengan tatapan tidak suka, Jova pun sama seolah dia terus merasakan berat kalau tidak bertemu dengan anak angkatnya.
Setelah dibujuk-bujuk dengan rayuan dan juga bujukan segala macam akhirnya Jova mau ikut juga menemani suaminya ke kantor, padahal Jova bingung juga ikut mau ngapain toh dia tidak tahu pekerjaan Felix apa.
Namun, Jova langsung terpikirkan mungkin saja Felix ada yang ganguin oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab sehingga Jova pun terpaksa ikut dengan sang suami.
"Nanti kalau di kantor aku ngapin dong?" tanya Jova karena dia benar-benar tidak tahu dia harus apa.
__ADS_1
"Kamu cukup lihatin suami kamu yan tampan ini."
"Kebiasaan deh narsis," dengus Jova, memang suaminya tampan tapi nggak narsis juga. Felix pun tertawa dengan renyah.
"Gimana kalau kita nanti pulangnya jalan-jalan dulu biar bisa hilangin suntuk gitu," tawar Jova, pengin juga kan kencan-kencan ala-ala ABG dengan Felix yang manis gitu jajan cimol atau telur gulung lah biar makin romantis.
Felix menatap Jova yang terlihat antusias banget. "Kamu pengin jalan-jalan ke mana emang?"
"Aku sih kemana saja, orang aku saja tidak tahu tempat wisata yang rame di sini adanya di mana, pkoknya jalan ajah biar nggak suntuk. Jangankan tau tempat wisata
a, ditinggalin di jalan saja bisa-bisa tidak bisa pulang," balas Jova dengan santai.
Sontak saja Felix yang masih makan tertawa dengan kelakuan Jova. "Oh, iya aku lupa kamu kan tidak tahu tempat ini yah, bisa juga nih aku tinggalin di jalan, ngetes bisa pulang nggak."
"Sialahkan saja paling juga ilang, kamu nggak punya teman tidur lagi." Jova pun tidak mau kalah.
Felix pun menelan salivanya kasar. "Bener juga kalau di tinggal aku nggak bisa main nunu nana lagi," gumam Felix dalam hatinya.
Setelah makan siang kini Jova akhirnya ikut Felix ke kantornya dan tentunya setelah berpamitan dengan sang ibu dan juga berpamitan dengan si manis cemong tentunya. Meskipun Felix terlihat marah-marah, tapi tetap saja Jova menyempatkan diri menemui anak angkatanya yang terlihat sangat kangen itu bahkan saking kangenya cemong sampai tidak mau di tinggal dan terus saja nempel di kaki Jova.
Seperti ini kira-kira manjanya cemong sama mommy-nya dia tidak mau ditinggal, mau ikut jalan-jalan sama mommy dan deddy-nya.
"Mas, kantor kamu jauh nggak. Atau masih nyatu dengan supermarket tempat aku bekerja dulu?" tanya Jova begitu masuk ke dalam mobil.
__ADS_1
"Tidak jauh paling juga dua jam perjalanan."
Jova langsung memalingkan wajahnya menatap Felix dengan kesal. "Kenapa nggak bilang kalau dua jam, tau gitu aku tadi main aja di rumah sama cemong... "